Iklan Musi Rawas

Iklan Musi Rawas

Iklan Musi Rawas1

Iklan Musi Rawas1

Hari Pers Nasional 2018

Hari Pers Nasional 2018

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

BABE Indonesia

Senin, 19 Februari 2018

Plt Bupati Lampura Intruksikan Agar Pejabat Pegawai Lakukan Pembayan Beban Kerja


Kotabumi,NUANSA POST
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Plt Bupati dr. H.Sriwidodo,M.Kes,Sp.Pd memberikan  arahan sekaligus meninstruksikan kepada Sekda Syamsir agar para pejabat pegawai segera melakukan pembayaran terhadap Beban Kerja (BK) di pemkab setempat (19/02/2018)
 Sri Widodo, menggelar Apel pagi perdananya semenjak menjabat Plt Bupati Lampung Utara, dalam apel paginya ia juga mengingatkan para pegawai harus tetap pada aturan dan komitmen pemerintah sesuai aturan yang berlaku “Saya akan meminta kepada Sekda untuk membayarkan BK pegawai, karena saya sangat mengetahui perasaan mereka, minimal pembayarannya dua bulan” kata Widodo dalam apel pagi
Plt Bupati Widodo mengimbau seluruh pegawai bekerja secara maksimal dan profesional. Sehingga sistem pemerintahan dapat berjalan“Ini yang harus saya benahi, kinerja para pegawai yang selama ini tidak diperhatikan”tegasnya
” Lampura tahun ini akan melaksanakan pemilihan Bupati dan wakil Bupati pada masa mendatang karenanya di harapkan masyarakat sekitarnya jangan mudah terpropokasi atau isyu isyu yang akan memecah belahkan kita semua dan kita tetap pada koridor dan aturan yang ada sehingga kita bisa menentukan dan bisa mendapatkan kelak yang akan memimpin Lampura ini bisa terwujud apa yang kita harapkan demi terciptanya kemajuan Lampura ini.”paparnya.(RIAN)***


Perjuangan Seorang Bocah Bernama Rahma

Lubuklinggau,NUANSA POST
Kisah hidup Rahma Dona Aulia, banyak menarik simpati berbagai kalangan, Betapa tidak, seorang anak yang berumur 10 tahun harus rela hidup menjadi tulang punggung keluarganya. Bahkan kegigihan Rahma ini pun selain merawat ibunya yang lumpuh terbaring diatas kasur lantai dalam rumah, juga kakaknya Ringga (13) yang sakit disebabkan keterbelakangan mental, serta adiknya Mapi masih berusia 4 tahun. Mereka tinggal Jalan lingkungan RPH RT 002 Kelurahan Jogoboyo Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)
            Menurut penuturan beberapa warga disana, saat dibincangi LHI, kecerian Rahma ini mulai hilang dan derita mulai terasa dikala mengetahui ibunya tertimpa pohon yang tak jauh dari rumahnya dan menjadi lumpuh. Kendati ayahnya masih ada kala itu, tapi peran seorang ibu sudah diakoni Rahma. Derita itu semakin memuncak setelah tiga bulan lalu, dimana sang ayah meninggal dunia,
            Rahma terpaksa harus menanggung beban semuanya, beruntung keseharian Rahma ini berangsur-angsur dapat teratasi berkat uluran bantuan dana dari tetangga warga sekitar dan juga bantuan dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Cendekia (MC) yang tidak jauh dari rumah Rahma . Setiap hari Jum'at mendatangi rumah Rahma, hasil sumbangsih anak-anak SDIT MC tersebut.
            " Tahun 2016 lalu beberapa tim Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, sempat mendatangi dan memberikan bantuan sembako dan melakukan perawatan Devi (32) (Ibunya Rahma) untuk diterapi, "ujar Yanto (40) tetangga Rahma  dan hal itu juga dibenarkan RT setempat,
            Sementara itu, raut kebahagiaan terpancar di wajah Rahma; Apalagi saat ini banyak yang peduli terhadap dia dan keluarga, wajahnya yang imut selalu tersenyum ceria, " Permisi ya om, numpang lewat kata Rahma  sambil mengayuh sepeda warna pink, Konon hadiah dari Kapolres Lubuklinggau
            Rahma adalah siswi yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) kelas IV saat diwawancarai, kaget dan ia menangis haru bahagia dan tidak percaya duka dialami dulu kini pecah dan menjadi bahagia sekarang ini. "Terima kasih atas bantuan semuanya ya,"ujar Rahma
POLRES LAKUKAN BEDAH RUMAH.
Kisah Rahma ini, juga menarik keprihatinan dan kepedulian Kapolres Lubuklinggau AKBP, Sunandar,S.Ik  berawal dari memberikan bantuan sembako,  diwakilkan Waka Polres, Kompol Andi Kumara membesuk devi (Ibunya Rahma), dan berlanjut dengan melaksanakan program bedah rumah
            Gayung bersambut, secara bersamaan rasa simpati datang pula dari pengusaha lokal, diantaranya Hindra Sumarjono (SM Group) dan Eddy pemilik RM Lesehan Sunda (Mang Engking)
            " Dik Rahma ini bisa dibilang kesulitan hidupnya sempurna. Dia harus mengurus ibunya yang lumpuh, ayahnya meninggal 3 bulan yang lalu, dan kakaknya mengalami keterbelakangan mental,"terang Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar,S.Ik didampingi Wakapolres Andi Kumala. Senin (19/2/2018) usai melakukan peletakan batu pertama bedah rumah bersama penjabat Walikota H Riki Junaidi
Menurut Kapolres, langkah yang dilakukan ini bentuk solidaritas bersama, dan kepedulian terhadap Rahmah dan keluarganya. kita berharap jangan sampai hal ini diartikan bentuk lain, Karena ini murni bentuk simpati, maupun keperhatinan untuk meringankan kesulitan bagi saudara kita yang mengalami kekurangan, "Mudah-mudahan bedah rumah ini. Adalah solusi permanen untuk rumah tinggal yang layak bagi dik Rahma, Ibu. Kakak dan adiknya. Kita usahakan tiga minggu kedepan bangunan bedah rumah ini dapat diselesaikan," harap Kapolres.
            Sementara itu, Penjabat Walikota Lubuklinggau H Riki Junaidi,S.STP saat menghadiri acara peletakkan batu pertama Senin(19/2/2018) di Kelurahan Jogoboyo, mengatakan Pemerintah kota selama ini sudah melakukan langkah terbaik, membantu keluarga devi (ibu Rahma) melalui perawatan kesehatan dan bentuk bantuan jenis lainnya, Termasuk membantu kesulitan bagi masyarakat Kota Lubuklinggau lainnya, berupa program pendidikan, Program kesehatan dan termasuk bedah rumah, " Kita minta kepada semua aparatur sipil dari bawah sampai atas harus berani bergerak dan mengambil tindakan. Karena bukan zamannya lagi, Kita ini pelayan masyarakat. Bukan untuk untuk dilayani," tegasnya
  Selanjutnya, Riki menambahkannya. Pemerintah Kota Lubuklinggau akan mengangkat Rahma, kakak dan adiknya sebagai anak asuh terutama mengedepankan pendidikan mereka, "Hari ini momen bersejarah, kekompakan dan kebersamaan unsur FKPD dan masyarakat karena kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kekurangan. Atas nama Pemerintah Kota Lubuklinggau memberikan apresiasi luar biasa kepada Polres Lubuklinggau sebagai inisiator melakukan bedah. Kita berharap semoga ada pihak lain untuk melakukan langkah serupa," Mengenai keluhan ibu Devi mengenai KTP dam Akte kelahiran secepatnya akan diselesaikan dan saya sudah meminta kepada lurah dan camat untuk menyelesaikan ini,"ujarnya Riki seraya menyerahkan uang bantuan langsung sebesar Rp. 10 juta dan bantuan sembako kepada Rahma.(LHI)***

15 Tahun Kota Banjar, Semakin Mandiri dan Sejahtera


Banjar, NUANSA POST
Pada hari Selasa 20 Februari 2018, DPRD Kota Banjar menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-15 Pemerintah Kota Banjar,yang jatuh pada hari Rabu 21 Februari 2018. Kata sambutannya disampaikan oleh Plt.Walikota Banjar drg. H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes,  sementara  Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih,   M.Si cuti karena mengikuti pencalonannya sebagai Walikota Banjar pada Pilkada 2018 mendatang.
            Dalam kata sambutannya itu, drg.H.Darmadji Prawirasetia selain memaparkan keberhasilan Pemkot Banjar dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, juga banyaknya meraih “prestasi” penghargaan terutama dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. “ Peringatan Hari Jadi yang ke-15 ini merupakan saat tepat bagi semua untuk melakukan evaluasi dan introspeksi sudah sejauh mana kita berbuat dan berkarya untuk Kota  Banjar  , sehingga menjadi sumber motivasi untuk bekerja lebih keras lagi membangun Kota  Banjar, saat bersejarah ini sepantasnya kita mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang Kota Banjar  yang telah berjasa sehingga Kota  Banjar dapat berdiri dengan ditetapkannya undang-undang nomor 27 tahun 2002 tentang pembentukan Kota  Banjar di Provinsi Jawa Barat dan mencapai kondisi sebagaimana yang kita rasakan saat ini, mudah-mudahan segala jasa dan pengabdianya dibalas yang setimpal oleh  Alloh SWT”paparnya.
Tema yang kita ambil untuk hari jadi Kota Banjar ke-15 ini adalah “BANJAR GUMILANG CAANG BARANANG". Seiring dengan tema tersebut tentunya kita semua diharapkan dapat lebih bersemangat dan terus bekerja keras untuk melaksanakan pembangunan dan memperkokoh pondasi yang akan menjadi landasan yang kuat dalam pencapaian tujuan dimasa yang akan datang yaitu mensejahterakan masyarakat Kota Banjar secara lahir dan bathin.
Pada kesempatan yang penuh arti ini, saya mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada seluruh komponen masyarakat, kaum intelektual dan profesional lainnya di Kota Banjar, yang dengan penuh antusias dan dedikasi yang tinggi, menyampaikan aspirasi dan harapannya dalam menentukan arah pembangunan Kota Banjar serta bersama-sama merealisasikannya sehingga secara bertahap lahirlah Kota Banjar yang merupakan kristalisasi dari pemikiran bersama sebagai wujud rasa memiliki dan tanggungjawabnya untuk membangun daerah sendiri sehingga berkembang sejajar dengan Kabupaten/Kota lain khususnya di Jawa Barat. Inilah yang telah menjadi mandat untuk dilaksanakan bersama.
Peringatan Hari Jadi Kota Banjar ke-15 tahun 2018 ini merupakan tahun kelima dimasa jabatan saya dan alhamdulillah upaya pembangunan Kota Banjar menuju masyarakat sejahtera sudah dan sedang kita laksanakan bersama dan sampai saat ini sudah cukup berhasil dan keberhasilannya mulai dirasakan oleh masayarakat.
Pada kesempatan ini, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya memenuhi sarana dan prasarana kota, infrastruktur pemerintahan dan pedesaan sebagai pondasi untuk pembangunan Kota Banjar. Pemerintah kota telah tanggap terhadap aspirasi dan tuntutan masyarakat yang menginginkan perubahan kearah yang lebih baik serta berupaya membangun sumber daya manusia yang madani dan sumber daya manusia yang memiliki keahlian, karena pembangunan harus sejalan dan seimbang antara pembangunan fisik infrastruktur kota dengan pembangunan sumber daya manusia termasuk didalamnya sumber daya aparatur para pelaksana dan penyelenggara pemerintahan kota yang aspiratif, inovatif dan kompetitif.
Disamping itu pula tahun 2018 ini merupakan tahun politik, dimana tahun ini akan dilaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Pilkades serentak sebanyak lima desa. Oleh karena itu saya mengingatkan dan menghimbau agar kita semua dapat menyalurkan hak demokrasi dan senantiasa menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan lingkungan.
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjar Tahun 2014-2018, bahwa visi dan misi Kota Banjar adalah“DENGAN IMAN DAN TAQWA KITA WUJUDKAN MASYARAKAT KOTA KOTA BANJAR YANG AGAMIS, MANDIRI DAN SEJAHTERA MENUJU BANJAR AGROPOLITAN", Untuk mewujudkan visi tersebut, Kota Banjar mengemban 4 misi yaitu :
1.    Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM);
2.         Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE);
3.         Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup;
4.         Meningkatkan Kesadaran dan ketaatan hukum serta’tata kelola pemerintahan secara profesional untuk menjamin terciptanya Good Governance dan Clean Goverment.
Adapun garis besar realisasi capaian Visi dan Misi yang telah dilaksanakan sampai dengan tahun 2017, diantaranya adalah:
Misi Pertama terdiri dari sembilan sasaran strategis dan enam puluh enam indikator. Rata-rata capaian indikator sasaran strategis adalah sebesar 99,28 persen. Indikator sasaran strategis dengan capaian tertinggi adalah indikator sektor kesehatan yaitu Menurunnya angka kematian bayi.
Misi Kedua, terdiri dari sepuluh sasaran strategis dan 24 indikator sasaran. Rata-rata capaian indikator adalah 77,56 persen. Indikator sasaran dengan capaian tertinggi adalah indikator Penyerapan tenaga kerja.
Misi Ketiga, terdiri dari lima sasaran strategis dan 12 indikator sasaran. Rata-rata capaian indikator adalah 91,32 persen. Indikator sasaran strategis dengan capaian tertinggi adalah Cakupan penanganan sampah.
Misi Keempat, terdiri dari delapan sasaran strategis dengan 28 indikator sasaran. Rata-rata capaian kinerja indikator sasaran adalah 79,49 persen. Indikator sasaran dengan capaian tertinggi adalah IKM Pelayanan Perijinan.
Dari sekilas uraian capaian kinerja misi diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa kinerja Pemerintah Kota Banjar sampai dengan tahun 2017 sudah mencapai 86,91 persen. Kiranya tidak berlebihan jika di sisa waktu periode RPJMD 2014-2018 kita dapat menyelesaikan target kinerja.
Pada tahun 2018 ini Pemerintah Kota Banjar mempunyai program prioritas berdasarkan 4 misi, diantaranya:
1.      Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM);
Sejak awal berdiri, Kota Banjar berkomitmen untuk memajukan pendidikan dengan menggratiskan biaya pendidikan sampai dengan jenjang pendidikan menengah. Meskipun saat ini kewenangan pendidikan menengah (SMA Sederajat) menjadi kewenangan provinsi, namun Pemerintah Kota Banjar masih mengalokasikan anggaran, diantaranya dengan Hibah dan Bantuan Keuangan untuk program Banjar Cerdas. Untuk bantuan keuangan SMA dan SMK Negeri dialokasikan sebesar Rp.4.000.000.000,- (empat milyar rupiah), Hibah kepada MA Negeri sebesar Rp 143.500.000,- (seratus empat puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah), dan Hibah kepada SMA/SMK/MA Swasta sebesar Rp 1.313.900.000,- (satu milyar tiga ratus tiga belas juta sembilan ratus ribu rupiah).
     Untuk sektor kesehatan Pemerintah Kota Banjar  menggratiskan biaya di Puskesmas untuk pelayanan kesehatan dasar (biaya pendaftaran, rekam medis, cabut gigi susu anak, pemeriksaan sputum/ dahak). Pada tahun 2018 mengalokasikan anggaran program Upaya Kesehatan Masyarakat Rp. 15.060.332.442,- (lima belas milyar enam puluh juta tiga ratus tiga puluh dua ribu empat ratus empat puluh dua rupiah) dan Program Obat dan Perbekalan Kesehatan sebesar Rp 860.542.000,- (delapan ratus enam puluh juta lima ratus empat puluh dua ribu rupiah);
Adapun anggaran untuk Program Banjar Sehat adalah sebesar Rp.6.300.000.000,- (enam milyar tiga ratus juta rupiah). Anggaran tersebut dialokasikan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar bagi pemegang Kartu Banjar Sehat dan/ SKTM agar bisa dilayani di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan.
Dalam rangka memperluas cakupan pelayanan kesehatan rujukan, Pemerintah Kota Banjar pada tahun 2017 mulai membangun RSUD Langensari dan pada tahun 2018 dialokasikan kembali untuk melanjutkan pembangunan tersebut sebesar Rp 15.000.000.000,- (lima belas milyar rupiah) dari APBD Kota Banjar dan Rp 25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah) dari APBD Provinsi, dan ditargetkan selesai pembangunan fisik pada tahun ini. Sementara untuk pengadaan Alat Kesehatan dialokasikan sebesar Rp. 15.000.000.000.- (lima belas milyar rupiah) dari APBD Kota Banjar.
2.      Meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE);
Dalam mencapai misi kedua, Pemerintah Kota Banjar terus berupaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, realisasi investasi, peningkatan belanja pemerintah dan berupaya untuk memperluas pangsa pasar produk-produk usaha yang berbasis UMKM.
Adapun program-program unggulan tersebut mencakup:
a.   Pengembangan sektor Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan industri dengan alokasi anggaran kurang lebih tiga koma tujuh milyar rupiah.
b.   Peningkatan realisasi investasi dengan alokasi anggaran kurang lebih satu koma dua milyar rupiah.
c.   Peningkatan ketahanan pangan dan produksi pertanian, dengan alokasi anggaran kurang lebih lima koma sembilan milyar rupiah.
3.      Meningkatkan kualitas lingkungan hidup;
Program unggulan yang mendukung pencapaian misi ketiga diantaranya:
a.   Program pengembangan kinerja persampahan, alokasi anggaran kurang lebih satu koma enam milyar rupiah
b.   Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup dengan alokasi anggaran tujuh ratus lima puluh juta rupiah.
c.   Program perlindungan dan konservasi Sumber Daya Alam, dengan alokasi anggaran kurang lebih empat milyar rupiah.
d.   Program pengelolaan Ruang Terbuka Hijau dan Peningkatan pengendalian Polusi dengan alokasi anggaran kurang lebih tiga setengah milyar.
4.      Meningkatkan kesadaran dan ketaatan hukum serta tata kelola pemerintahan secara profesional untuk menjamin terciptanya Good Governance dan Clean Goverment.
Untuk mewujudkan misi tersebut, Pemerintah Kota Banjar memprioritaskan program-program pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan meningkatkan kualitas aparatur. Alokasi anggaran sebesar kurang lebih delapan ratus juta untuk pengawasan dan kurang lebih dua milyar untuk pembinaan dan pengembangan aparatur.
Terealisasinya visi dan misi Kota Banjar tersebut tentu saja bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder serta masyarakat Kota Banjar secara keseluruhan.
Semua penghargaan yang diraih adalah keberhasilan kita bersama yang tentu saja merupakan buah dari kerja keras kita semua. Untuk itu, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas dukungan dan partisipasi yang telah diberikan. Namun demikian, penghargaan ini bukanlah merupakan tujuan akhir tetapi harus dijadikan landasan untuk terus meningkatkan dan memperbaiki kinerja bersama serta menjadi motivasi bagi kita semua untuk selalu berbuat yang terbaik dan menjadi lebih baik lagi. (RUSWAN HIMAWAN/ HUMAS/ADVERTORIAL)***

Pemerintah Kabupaten Muara Enim Talangi Dana Jamsoskes Semesta 2017



Muara Enim, NUANA POST
Untuk memastikan program Jaminan Sosial Kesehatan Semesta (Jamsoskes) Sumatera Selatan Semesta tahun 2017, Pemkab Muaraenim terpaksa menalangi melalui APBD Muaraenim tahun 2017 sekitar Rp 32 milyar.
            "Kita sudah anggarkan dalam APBD Muaraenim 2017 sebesar 32 milyar, jika tidak masyarakat miskin tidak bisa berobat," kata Dr Ir H Abdul Najib MM Kepala Bappeda Muaraenim, Minggu (18/2/18).
            Menurut Najib, program Jamsoskes tersebut adalah program berobat gratis yang digagas oleh Pemprop Sumsel ditanggung oleh APBD Propinsi dan APBD Kabupaten/Kota se-Sumsel.Dalam hal pembayarannya Pemprop Sumsel menanggung 70 persen, sedangkan sisannya 30 persen ditanggung oleh daerah masing-masing.
            Untuk Kabupaten Muara enim, kata Najib, Pemkab Muaraenim telah menganggarkannya (menalanginya) dalam APBD Muara enim Tahun 2017 sebesar Rp 32 miliar.Untuk bulan Januari-Oktober, sudah dibayarkan ke rumah sakit-rumah sakit pelaksana, dan sisanya Rp 2 milyar akan dibayar bulan Februari 2018 ke rumah sakit pelaksana BPJS Kesehetan.Untuk Pemprop Sumsel sudah membayar ke Pemkab Muaraenim sebesar Rp 5 miliar dari kewajibannya sekitar Rp 22 milyar.
            Pihaknya berharap untuk sisanya bisa dibayar pada awal tahun 2018."Kalau pembagiannya 70 : 30, jika Rp 32 milyar, Pemprop Sumsel Rp 22 milyar Pemkab Muaraenim sekitar Rp 10 milyar. Katanya Pemprop Sumsel sedang mendata ulang peserta Jamsoskes 2017, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah clear," katanya.
            Pada tahun 2018, lanjut Najib, Pemkab Muaraenim memang belum menandatangani Program Jamsoskes tersebut, karena akan berintegrasi dalam program BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh APBN. Untuk masa transisi, Pemkab Muaraenim melakukan subsidi 1600 orang miskin melalui APBD Muaraenim 2018 sebesar Rp 2 miliar.( im )

Masyarakat Harapkan Markas Polres Pali



Pali – NUANSA POST
Harapan masyarakat akan berdirinya Markas. Kepolisian Resort (Mapolres) PALI sepertinya akan segera menjadi nyata. Hal ini ditunjukkan dengan datangnya Tim Mabes Polri ke Bumi Serepat Serasan, Selasa siang (13/2/2018).
            Tim yang diketuai oleh Kepala Bagian Kelembagaan Mabes Polri ; Kombes Drs Yasdan Rifai M.Hum itu, meyakinkan Polres PALI akan segera terwujud.  Untuk itulah, mereka datang ke PALI, dalam rangka melakukan studi kelayakan pembentukan Polres PALI. Menurut Yasdan, yang didampingi empat orang jajarannya dari Mabes Polri dan Polda Sumsel, untuk merealisasikan berdirinya Polres PALI, maka syarat utamanya adalah studi kelayakan tersebut. 
            Pada studi kelayakan ini akan dinilai, apakah PALI memang layak untuk memiliki Polres sendiri. Untuk itu ada 9 dimensi dan 48 indikator yang harus terpenuhi," tuturnya, saat paparan di Aula Kantor Bupati PALI.
            Dari sekian komponen penilaian tersebut, tandas Yasdan, beberapa di antaranya sudah memenuhi. Antara lain adanya pembentukan wilayah (kabupaten baru), dan dukungan pemerintah serta masyarakat.Selain itu memang, jika dilihat dari jarak dan luas wilayah, PALI yang masih di bawah Polres Muara Enim ini sudah layak mempunyai Polres sendiri."Namun, saat ditanya kapan Polres PALI dipastikan terbentuk, pria kelahiran OKI itu belum bisa memastikan. Ia beralasan ada lintas intitusi yang menyetujui. Antara lain Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Menpan RB dan Menteri Keuangan.
            "Tak cukup pada Kapolri. Ada institusi lain yang juga harus menyetujui. Karena tentu banyak hal yang harus disiapkan, seperti fasilitas, anggaran dan lainnya. Setelah tahapan ini, akan kita usulkan ke mereka."
            Seusai paparan di Kantor Bupati, Tim Mabes Polri pun meninjau lahan Mapolres yang sudah disiapkan Pemkab PALI, yakni seluas 4,5 hektar, di kawasan Kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi.[ im/net]


Keluarga Wahid dari Desa Kertabumi - Ciamis Sering Tidak Makan dan Tinggal di Gubuk Milik Tetangga


Ciamis, NUANSA POST
Wahid Wahidin,seorang bapak dengan 3 anak warga RT.010/005 Dusun Bunder Desa Kertabumi Kec.Cijeungjing Kab.Ciamis, termasuk keluarga yang benar benar tidak mampu. Wahid bersama anak istrinya tinggal di sebuah gubuk reyot tidak layak huni milik tetangganya, Jejen Nurjana, yang merasa kasihan melihat kehidupan Wahid.
            Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, maka Wahid bersama keluarganya untuk sekedar makanpun, tentu hanya dari belas kasihan orang terutama tetangganya. Bahkan, beras bantuan pun sudah 5 bulan ini tidak kebagian jatah.”Entah kenapa sudah 5 bulan ini, saya tidak menerima bantuan beras, yang katanya gratis,”keluh Wahid kepada NUANSA POST.
            Dia mengeluh, pemerintahan tingkat desa hingga Pemkab Ciamis seolah tidak peduli terhadap kehidupan keluarganya, yang seringkali tidak makan dan tempat tinggalnya di gubuk reyot milik tetangga beralaskan tanah.”Ketika masih menerima beras bantuan masih mendingan,”ungkapnya.
            Semoga calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis yang bakal manggung pada Pilkada 2018 mendatang dapat memperhatikan keluarga Wahid Wahidin maupun warga kurang mampu lainnya.(ANDRI HERISINTA)****
           

Kenang Jasa Pahlawan Sudancho Supriadi, Masyarakat Kelurahan Bendo Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk


Kota Blitar , NUANSA POST
Bertempat dikediaman Eyang Kasan Bendo guru spiritual Sudancho Supriadi masyarakat Kelurahan Bendo menggelar Wayang Kulit, dengan lakon “Wahyu Asto Woro", (13/2). Acara ini bertujuan untuk mengenang pemberontakan PETA  yang dipimpin oleh Sudancho Supriadi, hadir dalam acara ini Camat Kepanjen Kidul, Lurah Bendo, tokoh masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Dalam sambutanya Camat Kepanjenkidul Edi Wasono,S.Sos mengatakan, banyak terima kasih kepada Keluarga Eyang Bendo, tokoh masyarakat, warga Kelurahan Bendo sehingga Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk, untuk mengenang jasa-jasa  pahlawan nasional kita Sudanco Soepriyadi beserta kawan-kawannya seperjuangan dalam pemberontakan PETA di Kota Blitar.
            Sementara itu, Lurah Bendo Jumono dalam keteranganya menyambut baik acara ini, karena acara ini berlangsung dengan sangat baik. Semoga acara seperti ini bisa dilanjutkan dikemudian hari dan menjadi acara tahunan. Harapanya semoga masyarakat bisa mengenang Perjuangan dan jasa pahlawan Eyang Kasan Bendi dan Sudancho Supriadi.
            Salah satu putra dari Eyang Bendo yang masih hidup menceritakan sejarah pemberontakan Peta Pimpinan Sudancho Soepriyadi, yang pernah datang ke rumah Eyang  Kasan Bendo. Menurut anak dari Eyang Kasan Bondo beliau Sudanco Soepriyadi  pernah minta petunjuk kepada Eyang dan minta doa restu untuk melakukan misi pemberontakan peta di blitar sekaligus minta petunjuk dari beliau.
            "Sudanco Soepriyadi beserta teman seperjuangan melakukan pemberontakan Peta di blitar tepat pada tanggal 14 Februari 1945. Sebelum itu Supriyadi menemui guru spiritualnya, Mbah Kasan Bendo dan mengutarakan maksud untuk melawan Jepang. Namun Eyang  Kasan Bendo memintanya untuk bersabar dan menunda gerakan hingga 4 bulan." terangnya.
            Namun karena tekadnya sudah bulat untuk melawan Jepang Eyang Bendo hanya dapat memberikan restu.  Akhirnya meletuslah pemberontakan Peta dan menggemparkan waktu itu. Namun karena Jepang sudah mencium pemberontakan Supriadi dan akhirnya bisa dipadamkan  oleh Jepang. Akhirnya para pemberontak berhasil ditanggap dan diadili.
            Sayang aktor dibalik pemberontakan itu yaitu Supriadi tidak berhasil ditangkap, terakhir sekali ia berada di dukuh Panceran, Ngancar. Sampai sekarang keberadaanya menjadi misteri yang belum terpecahkan. Tokoh Sudancho Supriadi menjadi simbol perjuangan bagi warga Kota Blitar dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah asing dan sebagai contoh generasi muda.(T0N)***


Drama Kolosal PETA Blitar Heroik dan Edukatif


Kota Blitar, NUANSA POST
Pemberontakan PETA Blitar diperingati dengan meriah dan khidmat melalui pentas drama kolosal yang melibatkan ratusan pemain di Monumen PETA Kota Blitar, hari Rabu (14/2). Peringatan peristiwa bersejarah itu menggambarkan semangat perjuangan Soedancho Supriyadi dalam melawan penjajah Jepang yang membangkitkan semangat untuk meraih kemerdekaan bangsa.
Ratusan pelajar Kota Blitar ikut menjadi  dalam drama kolosal yang mengangkat judul Labuh Bumi Pertiwi itu. Selain pejabat pemerintah Kota Blitar dan Forkopimda, ribuan masyarakat antusiasi menyaksikan drama kolosal yang dikemas atraktif dan sangat menghibur itu.
Wakil Walikota Blitar Drs. Santoso,M.Pd melihat peristiwa Pemberontakan PETA Blitar ini sebagai upaya untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan cinta tanah air, utamanya di kalangan generasi muda. Drama kolosal ini menarik, tidak hanya sebagai tontonan tetapi di dalamnya juga banyak pelajaran yang dapat diambil dan juga untuk menghormati jasa - jasa para pahlawan yang telah gugur membela bangsa, katanya
            Santoso menjelaskan , bahwa dalam drama kolosal itu sendiri digambarkan pertempuran heroik tentara peta. melihat begitu luar biasanya perjuangan PETA. Sehingga menurut dia, sangat layak kiranya jika pemberontakan PETA Blitar disejajarkan dengan pertempuran – pertempuran bersejarah dan monumental lainnya, seperti Pertempuran Surabaya 10 November 1945, Pertempuran 5 Hari Di Semarang, Palagan Ambarawa, Bandung Lautan Api dan Puputan Margarana.
            “Masyarakat Blitar patut berbangga karena nama kotanya juga tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa. Nama blitar tidak dapat dilepaskan dari peristiwa pemberontakan PETA Blitar 14 Februari 1945. Pertempuran heroik yang ketika itu membangkitkan kembali semangat bangsa Indonesia untuk terus berjuang merebut kemerdekaan.. Hal ini merupakan nilai positif yang harus kita warisi dan kita jadikan modal dalam mengisi kemerdekaan, jelas Wakil Walikota.  
Pemberontakan PETA telah banyak memberikan kontribusi berupa spirit dan motivasi kepada peristiwa -peristiwa perjuangan di tanah air selanjutnya. Di kawasan monumen PETA menjadi saksi bagaimana rakyat dan PETA Blitar dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang tinggi telah melakukan pemberontakan terhadap Jepang. Semangat bangsa Indonesia untuk terus berjuang merebut kemerdekaan, yang akhirnya benar- benar terwujud 6 (enam) bulan setelah itu.
Pemerintah Kota Blitar telah melakukan berbagai upaya dalam rangka terus mengenang dan mewariskan nilai - nilai kepetaan. Tahun ini selain dilaksanakan kegiatan drama kolosal, juga dilaksanakan sarasehan kepahlawanan, pentas wayang kulit, dan doa bersama untuk para pahlawan.
Bagi kota blitar tanggal 14 Februari adalah hari peringatan pemberontakan PETA, bukan peringatan yang lain yang jauh nilanya dengan bangsa Indonesia. Kepada generasi muda penerus perjuangan bangsa, termasuk anak -anakku siswa -siswi sekolah perlu disadari bahwa mengerti, mempelajari, menghayati, dan meneladani peristiwa sejarah sangat penting demi kelangsungan bangsa dan negara ini ke depan. Mengingat hanya bangsa yang besar yang mau menghormati jasa - jasa para pahlawan dan pendahulunya, pungkas Wawali.(Humas/T0N)***



Minggu, 18 Februari 2018

Bhabinkamtibmas desa Orahili Fau Melayat Korban Yang Diduga Disantet


Nias Selatan,NUANSA POST
Kegiatan Bhabinkamtibmas Desa Orahili Fau Kec. Fanayama Kab. Nias Selatan Briptu Irwandi Hutagalung pada  hari Jumat tgl 16 Februari 2018 Sekira pukul 21.05 Wib s/d 22.25 WIB
            Adapun kegiatan yang dilakukannya yakni melayat  terhadap warga yang meninggal dunia atas nama Nia Fau    yang diduga diguna-gunai (disantet) oleh Bazi Sokhi alias Ama Yaredi . Dalam hal ini Bhabinkamtibmas dihubungi oleh Kades Orahili Fau   yang melaporkan bahwa terjadi keributan yang dilakukan warga Desa Orahili Fau dikarenakan keluarga Bazhi Sokhi Bali   membuka warung pada saat acara duka yang mana dalam hal ini sudah melanggar hukum adat di desa orahili fau, dan tidak ada tindak pidana yang dilakukan Warga Desa Orahili Fau.
            Bhabinkamtibmas Bripptu Irwandi Hutagalung   melakukan penggalangan dan musyawarah terhadap Warga desa Orahili Fau agar tidak melakukan tindak pidana sekecil apapun.
            “Adapun hasil dari musyawarah dengan Kepala Desa dan Warga Desa Orahili Fau adalah setelah dilaksanakan acara pemakaman yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2018 pukul 14.00 WIB maka warga Desa Orahili Fau sepakat akan mengeluarkan Bazhi Sokhi Bali alias Ama Yaredi   dari Desa Orahili Fau sesuai dengan aturan dan hukum adat yang berlaku di desa Orahili Fau. Situasi di desa Orahili Fau sampai saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.”jelas Briptu Irwandi Hutagalung.(M.SYOPRI)***

Polsek Pulau-Pulau Batu Pantau Hiburan Tahun Baru Imlek 2569


Nias Selatan, NUANSA POST
Pada hari Jumat tanggal 16 Februari 2018 sekira pukul 19.30 WIB. Ps. Kanit Intelkam Polsek Pulau-Pulau Batu melaksanakan monitoring dan personil Polsek Pulau-Pulau Batu melakulan pengamanan terhadap Perayaan Tahun Baru Imlek Ke-2569 di samping Vihara Cetiya Sakya Muni Lapangan Badminton Pasar Bawah Kampung Cina Kelurahan Pasar Pulau Tello Kec. Pulau- Pulau Batu Kab. Nias Selatan.
            Masyarakat yang hadir dalam acara Hiburan Keyboard pelaksanaan perayaan tahun baru imlek sekitar 300 orang terdiri Bapak/Ibu. Para pemuda. Gadis sampai dengan anak-anak. Adapun personil yang diterjunkan dalam pengamanan Tahun Baru Imlek tersebut di antaranya  Aiptu Boy Marthin Harefa, Brigader Samuel Sitepu, Brigader F.Munthe, Bripda Krisna Barus, dan Bripda Erick Purba.
            “Tidak ada hal-hal yang menonjol/mencurigakan dan aneh dalam pantauan Pers intelkam polsek pulau-pulau batu didalam pelaksanaan hiburan acara perayaan tahun baru imlek ke-2569 tersebut.Situasi aman dan Kondusif.” jelas Aiptu Boy Marthin Harefa kepada NUANSA POST disela sela kesibukannya.(M.SYOPRI)****


Kapolsek Bantarujeg Launching Kampanye Pilkada Damai


Majalengka,NUANSA POST
Sebelum melaksanakan pengamanan Pilkada 2018, maka    Polsek Bantarujeg yang melibatkan personilnya melaksanakan giat apel sekaligus Launching Kampanye Pilkada Damai lapangan GGM di area kampus UNMA Majalengka, sebagai inspektur upacara Kapolsek Bantarujeg IPTU H.Jojo Sutarjo   SH MH dan 3 anggotanya ,  pada hari Minggu 18 Februari 2018 bersama Panwas Bantarujeg dan PPK Bantarujeg.(ALI BADRIANSYAH/AM RIJAL)***

Inilah Kondisi Jalan Rusak Menuju Kampus SMAN 1 Torgamba


Labusel, NUANSA POST
Beginilah kondisi Jl.Simpang El Firdaus yang menuju kampus SMAN 1 Torgamba selama ini rusak parah. Kalau musim hujan, kondisi jalan yang menembus ke Dusun Asahan ini semakin tampak parah, licin dan bahkan sering menimbulkan kecelakaan terutama kendaraan sepeda motor yang tergelincir jatuh.
            “Kami berharap Pemkab Labusel untuk memperhatikan kondisi jalan umum menuju sekolah SMAN 1 Torgamba segera diperbaiki, terutama dilakukan pengaspalan. Dulu, ada informasi akan segera diaspal, tetapi sampai sekarang tidak terealisasi. Padahal, jalan ini banyak dilalui kendaran.,”ujar seorang warga Kec.Torgamba.(ABEDNEGO SIMBOLON)***

Warga Desa Rasau Kec.Torgamba Harapkan Jembatan Penyeberangan


Labusel, NUANSA POST
Bagi sebagian warga Desa Rasau Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, keberadaaan jembatan penyeberangan di sungai sangat dibutuhkan. Pasalnya, jembatan yang menghubungkan antar Desa Rasau dengan ibu kota kabupaten itu sangat berperan dalam menjalankan roda perekonomian warga.
Setiap hari, ratusan sepeda motor terpaksa diangkut menggunakan perahu getek (Panton) dari Desa Rasau, menuju ibu kota Kabupaten Labusel. Warga disana sangat mengharapkan adanya pembangunan jembatan. “Kami berharap Pemkab Labusel membangun jembatan penyebrangan disini, jadi transportasi ke luar lebih lancar,” ucap warga Desa Rasau.
Artinya kebutuhan akan jembatan penyeberangan sangat mendesak. “Semoga saja Pemkab Labusel peduli  merencanakan pembangun jembatan ini, karena dibutuhkan warga desa setempat dan desa tetangga,” harap warga.(JS)***

Potensi Lidi Sawit di Labusel Menembus Pasar Luar Negeri


Labusel, NUANSA POST
Warga Labuhanbatu Selatan yang tinggal di sekitar perkebunan mulai meraut bisnis lidi kelapa sawit. Lidi kini telah menjadi lahan bisnis yang potensial, tidak lagi sebatas untuk bahan baku pembuatan sapu rumahan, tetapi untuk keperluan lain seperti bahan baku asbes maupun kalsi book. Bahkan  pasarnya menembus ke luar negeri. Tak heran bila kemudian harga jualnya berada di kisaran Rp 2.500 per kilogram di kalangan pengumpul yang datang ke rumah-rumah warga.
            Selanjutnya oleh pengumpul, lidi-lidi itu dijual ke penampung yang ada di Jalan By Pass Rantauprapat, Labuhanbatu, baru kemudian dijual ke Medan, Sumatera Utara. Dari sana, lidi itu di ekspor ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Uzbeiskistan untuk diolah menjadi bahan baku asbes dan kalsi book. Potensi pasar itulah yang kemudian dijaring oleh para ibu rumah tangga yang tinggal berdekatan dengan areal perkebunan sawit. Lidi-lidi itu telah menjadi lahan bisnis Industri rumah tangga yang tumbuh subur. ”Sehingga tak heran, tiap batangnya lidi begitu berharga,”Triana    salah seorang pengumpul lidi.
            Triana  menjelaskan, sejak setahun ini lidi memang banyak dipasok dari industri-industri rumah tangga tersebut. Lidi-lidi itu sudah diraut, kering, dan bersih. Kalau sebelumnya warga yang membawa ke pengumpul, maka kini pengumpul lah yang mencari ke rumah-rumah warga karena persaingan ditingkat pengumpul sudah banyak.
            Berdasarkan pantauan NUANSA POST di Kabupaten Labuhanbatu Selatan terutama di areal permukiman warga yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit, banyak ibu-ibu rumah tangga yang setiap harinya bekerja meraut sapu lidi seperti di Kecamatan Kampung Rakyat, Kotapinang dan Torgamba.(JS)***

KPU Lampura Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pilkada 2018


Kotabumi, NUANSA POST
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar acara Deklarasi Damai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati lampura, tahun 2018 yang Bertema”deklarasi kampanye damai pemilihan bupati dan wakil bupati 2018, Kegiatan Deklarasi Damai dipusatkan disetadion sukung kelapa tujuh, Kabupaten lampura, Minggu (18/2/2018).
            Dalam acara deklarasi kampanye Damai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara tahun 2018 ini berlansung lancar walau acara tersebut sempat molor hingga pukul 10.30 WIB, lantaran pasangan calon (paslon) baru hadir dilokasi pada pukul 9.30 WIB, terlihat yang pertama hadir dilokasi, pasangan tiga calon (paslon) No urut 1 Zainal Abidin-Yusrijal, kemudian disusul paslon nomor urut 2 Afrozi Alam-Ice suryana,paslon nomor urut 3 Agung ilmu mangkunegara-Budi utomo. Dalam Kesempatan Deklarasi kampanye Damai tersubut,  
            Ketua KPU lampura,Marthon mengatakan, deklarasi kampanye damai ini merupakan program KPU pusat yang dilaksanakan serentak di 171 daerah se-Indonesia. Dalam  pilkada ini,mari semua calon menjual program yang bisa diterima oleh masyarakat. Jangan  sampai menjelekan, ujaran kebencian,satu sama lainnya. Yakinkan saja masyarakat,karena mereka yang akan memilih. Jangan  masyarakat dibuat takut,Berikan masyarakat yang terbaik programnya. Itulaj yang disampaikan oleh ketua komisi pemilihan Kepala Daerah Lampung utara, H. Marthon, SE.
            Pada ketiga paslon bupati saat pembukaan acara Deklarasi Kampanye Damai, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampura., distadion Sukung Kotabumi. “Deklarasi kampanye damai Ini bertujuan menciptakan proses pilkada yang aman, nyaman, kondusif dan berdaulat demi tercapainya hasil terbaik. Dan dikesempatan ini pula, kami sebagai penyelenggara, menghimbau seluruh elemen untuk menjaga keamanan dan ketentraman, hindari upaya-upaya memecah belah masyarakat, meski pilihan berbeda kita tetap Lampura. Dan   untuk sama-sama diketahui, ketiga pasangan calon adalah putra terbaik, dengan visi dan misi yang luar biasa, demi kemajuan lampura tercinta ini” tutup Marthon. (RIAN)***



Giat Patroli Malam Polsek Rantau Kopar


Rokan Hilir, NUANSA POST
Giat patroli malam oleh Piket Pelayanan Regu III Polsek Rantau Kopar. Bripka Wazirman, Bripka Coky DH dan Brigadir Suradal  dengan melakukan kegiatan antara lain: 
1. Menyambangi Warga di kel.  Rantau kopar menyampaikan pesan pesan kamtibmas,  dan untuk tidak minum minuman beralkohor atau membawa senjata tajam.
2. Tujuannya Untuk Menciptakan rasa aman warga yang sedang beristirahat malam maupun yang sedang beraktifitas pada malam hari.
3. Bripka Coky H dan Brigadir Suradal    juga meninggalkan nomor HP agar mempercepat pengaduan masyarakat terutama jika ada kejadian yang menonjol maupun gangguan-gangguan kamtibmas lainnya.
Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan terkendali.(SB)***