MASURI : “KADIN Hanya Satu, Tak Ada KADIN Lainnya”

.

Bengkalis,NUANSA POST
Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) versi Edi Ganefo, yang berlangsung di Gedung Daerah, Senin (24/2/2020) mengejutkan Ketua Kadin Kabupaten Bengkalis Masuri, SH.
Menurut Masuri, kepengurusan Kadin Bengkalis dibawah kepemimpinannya masih aktif, sesuai SK dengan masa bakti 2016-2021. Sehingga atas kondisi ini, Masuri SH menyatakan kondisi sebenarnya. Sebagai pengurus Kadin yang masih aktif di Kabupaten Bengkalis, dirinya sangat menyayangkan adanya upaya-upaya menciptakan kegaduhan di Kadin Bengkalis.
Masuri SH, selalu memberikan pencerahan dan pembinaan terhadap masyarakat dan tak mudah terpancing menanggapi berbagai permasalahan. Dengan adem ayem, munculnya orang diseberang sana.
Melahirkan trik-trik yang kurang professional. Semoga hal ini tidak menjadi polemik bagi karyawan/karyawati yang ada ditubuh KADIN yang ada, katanya apakah ada seperti pemberi tahuan dan lindungan bahwa akan ada KADIN yang tumbuh di Bengkalis. Mashuri terheran-heran.
Mashuri di dalam suasana bakal calon yang mulai subur berada di dalam fikiran masyarakat mengalir terus dari desa dan kecamatan yang ada di kabupaten Bengkalis.
“Insya Allah, saya sebagai orang tua hari ini masih aktif di kepengurusan Kadin Kabupaten Bengkalis, ketua Kadin aktif sampai Tahun 2021. Sesungguhnya kami tidak akan mengakui, adanya kadin lain, kecuali satu saja, sesuai dengan surat DPD RI  dan adanya MoU DPD RI bersama gubernur se-Indonesia, membangun ekonomi bersama Kadin,” kata Masuri saat mengundang sejumlah wartawan dalam rangka klarifikasi atas kondisi Kadin Kabupaten Bengkalis diruang kerjanya, Senin (24/2/2020).
Pria yang akrab disapa Mas Bagong ini menjelaskan,  disini kawan-kawan bisa menyikapi, perihal surat penegasan tersebut.“Kami tidak menyatakan adanya Kadin tandingan, Kadin hanya satu di Indonesia, yaitu Kadin dibawah kepengurusan pusat, bapak Rosan Perkasa Roslaeni, yang telah dilantik Presiden RI H. Joko Widodo. Begitu juga tingkat provinsi Riau masih sah dijabat Juni Ardianto Rachman. Bengkalis saya sendiri sudah masuk memasuki dua periode, tidak ada yang lain,” kata Masuri.
Untuk mengklarifikasi kesimpangsiuran yang ada, sambungnya. Masuri mengajak pengurus Kadin Kabupaten Bengkalis yang sah, untuk tetap solid.“Jangan sampai ada yang bertanya, kok ada dualisme, kami tidak mengakui dualisme itu,” tegasnya.
Ia juga memaparkan, untuk menjadi kepengurusan Kadin tersebut, tidak semudah yang dibayangkan. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi, termasuk kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin, yang diterbitkan satu tingkat diatas yakni tingkat provinsi.
“Menjadi pengurus Kadin itu persyaratannya sudah jelas, tidak ujuk-ujuk menjadi pengurus Kadin. Syaratnya harus memiliki KTA, kemudian latar belakang pengusaha, karena Kadin adalah organisasi induk dunia usaha, tidak ada syarat lainnya, kecuali KTA wajib yang diterbitkan setingkat provinsi, sehingga Kadin tidak sama dengan Ormas,” kata Masuri.
Mas Bagong menambahkan, seharusnya dengan kondisi hari ini, teman-teman sebelah sana (Kadin versi Nani), bisa bijak menyikapinya. Kadin merupakan lembaga non departemen yang professional, maka harus arif dan bijak dan mengetahui jika Kadin hari ini masih ada dimana-mana.
“Seharusnya teman-teman disebelah sana, harus mengetahui Kadin adalah lembaga professional dan bisa menyikapi arif dan bijak. Kadin ini masih ada dimana-mana, dan jangan sampai membuat kegaduhan. Saya pikir, apapun itu kita serahkan kepada pemerintah, baik propinsi atau pun pusat dan kita serahkan sepenuhnya juga kepada teman-teman dunia usaha, sesungguhnya kebaradaan Kadin itu harus membawa manfaat bagi dunia usaha di negeri ini. Jadi saya pikir silahkan, kami tidak akan menganggap ada, Kadin masih sah berdiri di masyarakat,” tegasnya lagi.
Masuri juga berharap, agar masyarakat luas bijak mencerna hal ini dan tetap mengacu kepada Kadin yang sudah ada dan sudah terbangun komunikasi dengan baik. “Masyarakat dan dunia usaha jangan ragu dan jangan resah. Intinya mari tetap solid dan bersama-sama membangun ekonomi di negeri junjungan ini,”tutup pria yang digadang-gadangkan ikut dalam pencalonan Bupati Bengkalis 2020.
Dewan Perwakilan Daerah Rebupblik Indonesia Nomor HM.03.02/590/DPRD/II/2020 Perihal Penguatan Ekonomi Daerah Melalui Kadin Provinsi Se- Indonesia sebagai tindaklanjut dari pertemuan antara Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Provinsi seluruh Indonesia, pada Rabu, 19 Februari 2020 di Jakarta, maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan kepada saudara gubernur.
Pertama, Penguatan Ekonomi Daerah dan  kemudahan berusaha di daerah harus menjadi prioritas utama sebagai antisipasi pelambatan ekonomi global yang berdampak ke Indonesia.
Kedua, posisi kelembagaan KADIN sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987 Tentang KADIN dan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2010 tentang perubahan AD/ART KADIN adalah KADIN di bawah kepemimpinan ketua umum KADIN Indonesia saudara Rosan Perkasa Roeslani yang beralamat di Gedung Menara KADIN Jalan Rasuna Said, Jakarta selatan.
Sehingga kami minta saudara gubernur untuk mengabaikan adanya organisasi di luar itu yang mengatasnamakan dan menggunakan lambang dan atau logo KADIN Indonesia selain alamat dan logo KADIN Indonesia yang diatas,
Ketiga, hubungan  yang harmonis dan komunikatif antara pengurus KADIN di Provinsi dengan kepala daerah, baik Gubernur maupun Walikota dan Bupati, mutlak diperlukan sebagai upaya konkret dalam rangka penguatan ekonomi daerah.(AMIRUDIN)***


0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA