Proyek Tanpa Papan Pelang Nama, BPKep dan Puluhan Warga Masyarakat Jumrah Nyatakan Keberatan

.
Rokan Hilir-NUANSA POST
Tidak terima dengan pelaksanan kerja Proyek Pengerjaan Tanggap Darurat di Pingir Sungai Rokan Kepenghuluan Jumrah Kec. Rimba Melintang Kab.Rokan Hilir Propinsi Riau, Ketua Badan Permusyawaratan Kepenghuluan Jumrah (BPKep) bersama warga Jl.Haji Solam  RT 02 RW 02 Dusun Makmur Jaya Kepenghuluan Jumrah turun ke lokasi untuk hentikan sementara Pekerjaan Pembangunan Turap Tanggap Darurat yang sedang di kerjakan di pinggir sungai Rokan Kepenghuluan Jumrah."Senin 24/02/2020.
Menurut Luki ketua BPKep Kepenghuluan Jumrah itu,"Ketika dikonfirmasi awak media mengakui pekerjaan itu di hentikan sementara pasalnya banyak kejanggalan-kejanggalan yang kami temui,yang jelas tidak memiliki Papan Plang/Papan Nama Pekerjaan tersebut sehingga tidak tahu sumber dananya dari mana,velume kerjanya tidak tahu dan matrial berupa kayu cerocok dan batu digunakan pun terlihat rapuh,nama perusahan pemenang tendernya tidak tahu serta tidak tahu berapa hari kerja yang akan di laksanakan.
Saya dugan pekerjaan ini tidak sesuai bestik demi untuk mendapatkan keuntungan yang besar,makanya pekerjaan ini untuk sementara kami hentikan supaya jangan dilanjutkan dulu soalnya sangat janggal tidak sesuai bestik dan tidak akan tercapai kualitas seperti yang dimaksud oleh Pemerintah jadi kesannya hanya menghambur-hamburkan uang negara apa lagi kalu memang peroyek ini untuk tanggap darurat kualitasnya harus betul-betul terjamin."kita taulah gimana dengan kondisi bibir Sungai Rokan ada pasang Bono gelombang yang merupakan arus pasang surut dan naik jadi sangat rawan dengan Abrasi jadi jangan pekerjaannya asal jadi hanya dengan waktu yang pendek saja  selesai pekerjaan bangunannya pun rusak dan rubuh kembali.
Untuk itu," Tambah Luki kita berharap pemerintah,dinas dan intansi terkait minta turun kelapangan untuk meninjau dan melihat kondisi rill pengerjaan peroyek ini jika ini tidak sesuai dengan peraturan mohon untuk ditindak secara hukum bukti dapat kami berikan kalau sudah berada dilapangan ni kami lihat kayu cerocoknya dari jenis akarsia dan tidak memakai kayu cerocok yang lazim di pakai wilayah ini contoh kayu Mahang selain itu diduga dia meternya tidak memenuhi standar soalnya kayu cerocok yang digunakan itu terliaht keci-keci juga batu padas yang digunakan terlihat masih muda dan rapuh mungkin saja ikatan susunan batu ini diduga tidak sesuai bestik."imbuh Luki.
Sepintas lalu kami sudah ada bicara dengan salah seorang warga Pekan Baru  yang mengaku sebagai pekerja lapangan pada pekerjaan itu,"Namanya Yodi."Menurut yodi dia mengaku kepada BPKep  bekerja atas perintah langsung dari gubirnur dilapangan,nah ketika ditanya matrial batunya dia mengaku tidak sesuai dan dia mengaku martrial batu nya dari Penghulu Setempat,mengenai papan plang itu bukan urusan dia karena saya hanya pekerja,"Jelas Luki lagi sambil memutar vedio rekaman  suara pembicaraannya dengan salah satu yang mengaku sebagai pekerja tersebut.
Di akhir keterangannya luki membenarkan bahwa rekaman dan semua fakta-fakta di lapangan itu sudah di kirim ke gubernur Riau melalui via whatsApp oleh salah satu warga Jumrah ini."tandasnya (SB)


0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA