Sri Nanda Rahayu: “Kisah Hidupku Pasca Operasi Pertama ( Colostomy ) “

.

KISAH ini menceritakan tentang diri saya sendiri. Hari selalu berganti, bulan, dan tahun. Yang dimana 18 tahun saya menderita rasa sakit yang luar biasa disetiap bulannya. 18 tahun saya menangis, 18 tahun saya merintih kesakitan, dan 18 tahun itu juga saya merasakan banyak hal yang terjadi pada diri saya.
            Saat berskolah, dari mulai Tk, Sd, sampai Smp, oke saya kuat, oke saya bisa! Tapi setelah menginjak saya sekolah lebih lanjut yaitu MA(Madrasah Aliyah)Ejekan demi ejekan, cemoohan dan hinaan terus menerus terdengar oleh saya yang dimana membuat saya semakin down/ tidak pede dengan diri saya sendiri, Dan dari sana saya berfikir untuk berhenti melanjutkan sekolah  dan bertekad untuk berobat dengan cara operasi.
            Minggu berlalu, ayah saya yang yang mendengar cerita saya beliau juga bertekad membuat kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) Dan alhamdulillah, dengan izin Allah semuanya
berjalan dengan lancar dengan Seiring berjalannya waktu, Juni 2019 saya mencoba kartu KIS tersebut ke Puskesmas terdekat, dan membuat surat rujuk ke RSUD Ciamis. 
            3 minggu berlalu, setelah saya diperiksa oleh Dr.Toha dan setelah USG abdomen saya dirujuk ke RSUD  Dr Soekardjo Tasikmalaya untuk ke poli bedah digestif, Dan 3 hari kemudian saya kesana dan bertemu dengan Dr yang akan menangani saya yaitu Dr. Pria Agustus, Beliau menyimpulkan bahwa penyakit yang saya derita ini adalah Atresia ani (Lubang anus yang berpindah / tidak pada tempatnya), Dan gangguan pada ginjal.
  Setelah beberapa minggu periksa dan mendapat kesimpulan harus menjalani Operasi Colostomy terdahulu yaitu membuat saluran pencernaan sementara di dinding perut. Setelah  cek rontgen,dan Laboratorium, saya langsung dijadwalkan operasi 2 minggu setelah pemeriksaan yaitu pada tanggal 8 Agustus 2019.
            Minggu berlalu, 7 Agustus 2019 saya dan keluarga berangkat ke RS Dr Soekardjo untuk menjalani persiapan operasi. Disana saya langsung ke kamar yang sudah diboking sebelumnya dan suster disana bilang kalau harus puasa dari jam 2 malam nanti, dengan senang hati saya menuruti apa yang dikatakannya.
            8 Agustus 2019, Pukul 5.00 WIB saya disuruh mandi oleh suster dan mengganti pakaian dengan pakian yang mereka berikan. Setelah itu, saya di infus sembari menunggu panggilan untuk ke ruang operasi. Waktu menunjukan pukul 8.15 WIB saya dipanggil suster untuk siap-siap ke ruang operasi. Dan disana aku melihat ibu dan keluargaku merasa takut dan khawatir, tapi aku tetap memohon agar mereka mau mengantarkanku ke ruang operasi, setelah masuk ruang itu, saya disuruh untuk mengganti pakaian dengan pakaian hijau dan bertopi khas operasi. Tidak ada rasa takut sedikitpun pada saat ini yang ada malah semangat karna ingin sembuh. 
            Setelah aku diantar ke ruang operasi yang gelap dan super dingin itu aku lihat jam menunjukan pukul 9.15 WIB karna menunggu Dr belum datang, saya melihat banyak alat yang belum pernah saya lihat sebelumnya, dan saat itu suster seketika bertanya “Dek, saya lihat kamu santai dan tiak menunjukan rasa takut sedikitpun..” saya tersenyum dan menjawab “Ah suster, untuk apa saya takut! Toh saya sperti ini juga karna keinginan saya sendirin karena ingin sembuh” suster itu tersenyum sembari mempersiapkan semuanya.
  Waktu berputar, saya tidak bosan melihat jam yang saat itu menunjukan pukul 9.45 WIB. Para perawat bersigap mendekat-dekatkan alat yang dibutuhkan, dan mereka berkata “Dek siap ya sekarang mau di Bius nya total karna Dr sudah ada” oke semangat saya semakin menjadi dan berdo’a untuk keselamatan saya. Dan setelah dibius saya tidak ingat dan tidak merasakan apapun. 
             Setelah saya setengah sadar dan setangah lagi tidak, saya melihat saya sudah ada lagi diruang rawat dan saat itu banyak keluarga saya yang ada disana. Dengan rasa bersyukur Alhamdulillah, Allah masih ingin saya ada di dunia ini dan berkumpul dengan keluarga saya, Allah mempermudah semuanya.  
            Pada 13 Agustus 2019, saya pulang dari RSUD Dr Soekardjo dan memulihkan badan saya, disana saya sangat bersyukur karna banyak sodara dan tetangga yang menjenguk sembari mendo’akan agar cepat pulih, Dan berkat do’a mereka Alhamdulilah beberapa hari setelahnya saya sudah mulai pulih dan bisa berjalan sendiri. Dan sampai sekarang Allah masih memberikan kesehatan yang luar biasa walaupun dengan membawa kantong colosomy ini, dengan rasa syukur bawah perut saya. Dan benar saja, kata Dr Ferry yang menangani di poli orthopedi menyarankan untuk tes MRI (Magnetic Resonance Imaging), setelah ada hasil MRI tersebut ya! Hasilnya cukup mengejutkan karna jadi semakin banyak lagi penyakit yang saya alami. Dr Ferry tidak menjelaskan secara detail semuanya tentang kesimpulan dari hasil MRI itu, namun Beliau hanya merujuk balik ke poli bedah digestif  dengan alasan biar Dr Pria aja yang menjelaskan.
            Setelah saya datang lagi kesana, Dr Pria pun merujuk lagi ke poli Obgyn di RSHS ( Rumah Sakit Hasan Sadikin) Bandung. Dengan berat hati karena ingin sembuh saya menuruti apa perintah Dr tersebut. 
            Bulan Desember, disitu saya mulai bejuang lagi dan disana seolah semuanya dimulai dari awal lagi, beruntung ada tim SR ( Sedekah Rombongan) yang menolong untuk mengantarkan kami kesana bahkan untuk karcis no antrian pun mereka ambilkan. Awalnya disana saya melongo melihat RS yang besar dan banyak orang asing dari RS sebelumnya, tapi setelah saya ke Gedung Angrek lantai 4 ( Poli obgyn) disana mendapat Dr yang baik-baik dan sangat disiplin. Dan Alhamdilillah mereka langsung merespon kedatangan saya dengan penyakit yang seperti ini, dan hebatnya mereka langsung faham dan mereka sedikit menjelaskan yang sebenarnya dari hasil MRI tesebut yaitu, ruang rahim saya kecil, atresia ani, tidak ada tulang bawah perut, dan yang paling mengejutkan adalah saya menderita penyakit yang lumayan berbahaya yaitu Tumor diginjal. Dan mereka menindak lanjuti penyakit seperti ini.  Sampai-sampai mereka langsung mengajak join operasi ke poli orthopedi, bedah digestif, bedah anak, dan urologi. Tapi perjuangan untuk mendapat keputusan tidak dapat hanya dengan satu hari, bahkan setelah 3 bulan melakukan pelaksanaan periksa sana sini barulah sekarang saya mendapat keputusan operasi pada tanggal 2 maret 2020. Tapi,  tapi itupun belum bisa dipastikan karena kesibukan Dr yang bukan hanya satu Dr dan kondisi di RSHS yang besar dan beribu orang yang berobat jadi bisa saja ada kemungkinan ada perubahan jadwal.
            Tapi dibalik susah payah dan capenya saya dan keluarga, ada orang-orang baik dan agnia-agnia yang dermawan memberikan Rizkynya berupa uang untuk saya dari Allah melewati mereka dengan keikhlasan mereka, dan dibantu oleh relawan-relawan lainnya, tidak lupa saya berterimakasih kepada semuanya semoga kebaikkan mereka dibalas oleh Allh SWT. Dan saya tidak akan bosan berharap dan berd’oa agar diberi kemudahan disemua urusan dan Allah memberikan yang terbaik untuk saya, Aamiin YRA.


0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA