Beberapa Temuan Kejanggalan Dalam Data KJPP Jadikan Warga Bertanya-tanya dan “Timbul kurang Percaya” Terhadap Kinerja Tim APPRITIARE

.

Dumai : NUANSA POST
Setelah ada temuan dalam data yang diberikan KJPP dan tim APPRITIARE membuat warga yang terkena dampak proyek pelebaran jalan di RT 08 Sukamaju Kelurahan Kampung Baru bertanya-tanya dan merasa diperlakukan tidak adil. Pasalnya data rumah warga ada yang tidak jelas ditulis dalam lembaran data KJPP dan juga nominal harga ganti rugi dan konpensasi usaha mengundang sejuta pertanyaan karena ada yang tidak jelas ditulis dalam data.
            Seperti yang diterangkan oleh mindi sarmaulina malau, bangunan rumahnya permanen dan lantainya juga pakai keramik tapi nominal harga yang diterbitkan tim APPRITIARE jauh dari kata sesuai. Hal senada juga diungkapkan oleh Waldi bahwa bangunan rumahnya permanen dan ada usaha permanen tetapi dalam lembaran data KJPP sama sekali tidak ada ditulis tentang bangunan rumah permanen dan ada usaha permenen. Hal ini sangat mengundang banyak tanda tanya karena rumah warga yang lain semuanya lengkap ditulis dalam data seperti ada kolam, tanaman,  yang lain rumah warga  ada juga kandang ayam pun dimasukan didalam data ujar Waldi dengan nada kesal
            Terkait temuan data yang merupakan bukti adanya kinerja petugas pendata dan survey kerumah warga yang terkena dampak terkesan tidak professional. Hal tersebut terbukti seperti data rumah Nursemi bangunan rumahnya seni permanen dan ada usaha ini benar ditulis. Tetapi yang aneh tetangganya yang hanya berjarak beberapa meter saja bangunan rumahnya semi permanen tetapi ditulis dilembaran data bangunan permanen. Ini “sangat kentara diduga ada keberpihakan” dan terkesan tidak adil kata Supartik didampingi Munir menerangkan saat diwawancarai Wartawan Media ini pekan lalu. Sama juga halnya seperti ukuran tanah yang ada bangunan rumah terkena dampak diantaranya rumah eka susilawati dan rumah bambang kedua rumah ini permanen dan sama-sama memiliki usaha tetapi nominal harga yang akan tim APPRITIARE dinilai belum sesuai. Dijelaskan munir bahwa tanahnya terkena 4 Meter dari bibir aspal jalan yang ada sekarang termasuk tanah bambang. Ini juga mengundang pertanyaan kata munir, kenapa? Sebab sempadannya tanah Wulandari terkena dampak mulai dari bibir aspal jalan yang ada sekarang 9 Meter. Maka ini kami belum mendapatkan kepastian apakah berdasarkan dari ukuran tanah sepadan yang 9 Meter yang akan terkena dampak kata Munir. Dari kenyataan ini menimbulkan adanya kurang percaya terhadap kinerja petugas survey dan yang mendata rumah warga yang terkena dampak ujar bambang, waldi dan Nursemi serius.
            Sementara temuan kejanggalan lain seperti bangunan rumah semi permanen nilai nominal harganya agak lumayan dibandingkan bangunan rumah permanen. Apalagi surat tanah yang semi permanen surat dari notaris tapi nominal harga yang akan diberikan bisa menggembirakan dibandingkan nominal harga yang akan diberikan kepada warga yang punya rumah permanen dan surat legalitas tanahnya SKGR seperti tanah Sri Supiyatun termasuk tanah mindi sarmaulina malau surat tanahnya sertifikat. Hal serupa juga dikatakan supartik ada indikasi bahwa menentukan nominal harga yang diterbitkan tersebut belum sesuai dengan kondisi rumah dan tanah warga yang terkena dampak pembangunan jalan. Memang sebahagian ada warga yang setuju meskipun bangunan rumahnya semi permanen alakadar tetapi nominal harga yang akan diterima lumayan padahal surat tanahnya Notaris kata supartik.
Jadi yang jelas warga yang terkena dampak pelebaran jalan ada 10 KK yang tidak setuju tetap bertahan dan meminta agar ditinjau ulang kembali pintanya. Harapan masyarakat RT 08 Sukamaju yang tidak setuju nominal harga yang diterbitkan tim APPRITIARE untuk ditinjau ulang sebut warga masyarakat sukamaju kampung baru itu, sembari menyebut dasar apa acuan menentukan nominal harga yang dilakukan tim APPRITIARE sementara data rumah warga banyak yang tak pas, sementara yang semi permanen harga ganti ruginya lumayan dibandingkan bangunan permanen yang ada usaha sebut Saragih dan pasaribu memperjelas pada awak media ini.
            Sampai berita ini diekspos, kapan realisasi cairnya ganti rugi terhadap warga yang terkena dampak pelebaran jalan di rt 8 kelurahan kampung baru kecamatan  bukit kapur belum ada titik terang.maupun terhadap warga yang setuju nominal harga yang dfiterbitkan tim appritiare , dan juga terhadap warga yang tidak setuju nominal harga dari tim appritiare tersebut.sementara tim appritiare dan kjpp di Pekanbaru belum dapat dikonfirmasi dan juga camat bukit kapur termasuk lurah kampung baru belum dapat dikonfirmasi. (DS)


0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA