Rumah Permanen, Nilai Ganti Ruginya Belum Berimbang, Diduga Sebagian Nominal Harga Ganti Ruginya Diatur

.

Dumai : NUANSA POST
Tidak setuju nominal harga yang diterbitkan tim Appritiare, KJPP disampaikan Ramli Suami Nursiti bahwa nilai ganti rugi bangunan rumahnya yang permanen belum sesuai. Bukan Ramli sendiri yang bangunan rumahnya terkena dampak pelebaran jalan juga sama halnya rumah milik Mindi Sarmaulina Malau, bangunan rumahnya permanen tapi nilai penggantian wajar bidang perbidang tanah dari KJPP belum setimpal dan berdampak merugikan kata Sarmaulina malau.
            Menurut Ramli, terkait bangunan rumahnya dan ada usaha serta tanaman juga di perhitungkan dengan cermat tidak sesuai dengan nominal harga yang diberikan KJPP, tim Appritiare ujar Ramli menerangkan pada wartawan media ini Rabu 15 April 2020 dikatakan, bangunan rumah tetangganya juga bangunan permanen tapi nominal harga yang diberikan pihak KJPP jauh lebih tinggi ketimbang harga nominal bangunan rumah dan tanah saya terang Ramli dengan nada sedih. Lanjutnya lagi, nominal harga untuk bangunan rumah saya Rp. 740.958.922,- sementara nominal harga bangunan tetangga Rp. 1 miliyar lebih ujarnya.
            Terkait nominal harga ganti rugi bangunan rumah, tanah tanaman, dan kompensasi usaha untuk warga yang terkena dampak proyek pelebaran jalan di RT. 8 Sukamaju Kelurahan kampung Baru , Kecamatan Bukit Kapur, sejak 12 Maret 2020 ada Sepuluh KK tidak setuju nominal harga yang diterbitkan tim Appriatiare tersebut. Berita acara tidak setuju sudah ditanda tangani di kantor Camat Bukit Kapur ketika itu tanggal 12 Maret 2020. Masalah ini dilaporkan warga kepada Walikota Dumai dan Wakil wali kota Dumai Eko Suharjo. SE satu pekan yang lalu tegas Supartik dan Mindi Sarmaulina Malau  saat di konfirmasi awak media ini.
            Penelususaran wartawan media ini, bahwa warga melaporkan tentang nominal harga yang tidak sesuai karena ada kesan bahwa petugas survei dan pendata rumah warga yang terkena dampak pelebaran jalan diduga kinerjanya asal-asalan. Dan banyak temuan pada data dari KJPP yang janggal dan berdampak merugikan sebagian warga yang bangunan rumahnya permanen dan semi permanen protes. Dan meminta ditinjau ulang karena nominal harga tersebut jauh dari kata sesuai. Masalah ini juga sudah disampaikan oleh warga tersebut kepada camat Bukit Kapur.  Namun menurut warga yang tidak setuju nominal harga dari Appritiare itu hingga kini belum ada tanggapan dari camat Bukit Kapur dan juga dari kelurahan Kampung baru tegas Munir dan Supartik menuturkan masalah nominal harga dari tim Appritiare tersebut.
            Sementara menurut Mindi Sarmaulina Malau bangunan rumah nya yang permanen Panjang kebelakang 24 meter dan semua lantai Keramik dan Tiga kamar namun nominal harga yang diberikan tim Appritiare Rp. 581.446.158,- jadi kalau mengganti rumah yang terkena dampak tersebut di bangun kembali yang baru nominal harga yang diberikan KJPP itu tidak cukup alias merugikan kita sendiri sebab nilai tanah dan harga material bangun rumah permanen mana cukup uang segitu tegas Mindi Sarmaulian Malau sembari mengatakan bahwa dalam rumahnya juga ada usaha katanya. Karena itu kita meminta kepada Tim Appritiare nominal harga tersebut ditinjau ulang Pintanya.  (DS)

0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA