Adsense

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Forbes Anton Charliyan Center

Forbes Anton Charliyan Center

Senin, 18 Maret 2019

Ini di OKI, Dua Pemuda Diamankan Polisi Karena Mencuri Pompa Air


Kab.OKI, NUANSA POST
Dua orang pemuda asal Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang diamankan oleh jajaran Polsek setempat karena kepergok curi mesin pompa air WC umum milik Desa Terusan Laut Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (15/3).
            Informasi didapat menyebutkan, aksi yang dilakukan oleh Zakaria alias Jaka (22) bersama rekannya Mat Tegan alias Tegun (20) tersebut terjadi sekitar pukul 02.05 Wib dengan cara memotong pipa paralon, kemudian mengambil mesin pompa air.
Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kapolsek SP Padang, IPTU A Bahtiar melalui Paur Subbag Humas Bagops Polres OKI, IPDA M Nizar, Minggu (17/3) mengatakan, keduanya tertangkap tangan oleh warga setempat  yang kemudian menghubungi pihak kepolisian. “Sekitar pukul 01.00 Wib, pelaku Zakaria, Mat Tegan dan rekan sedesanya berinisial RH (20), merencanakan untuk melakukan pencurian atau mengambil mesin pompa air yang ada di dalam WC umum milik Desa Terusan Laut SP Padang,” ungkapnya.
            Setelah mereka menyusun rencana, katanya lagi, sekitar pukul 02.05 Wib pencurian pun dilakukan dengan cara membakar pipa paralon, kemudian pipa tersebut dipotong menggunakan pisau hingga terputus.“Pelaku Zakaria yang mengambil mesin dan rekannya, Mat Tegan bertugas mengawasi situasi dari dekat, berdiri depan pintu masuk WC. Sedangkan pelaku RH mengawasi dari atas jembatan,” ujarnya.
Namun pada saat mesin pompa air tersebut hendak dibawa pelaku Zakaria dan rekannya Mat Tegan, kata Nizar, aksi mereka diketahui oleh Faisal (25), pengurus WC umum tersebut dan langsung menangkap kedua pelaku. Sementara pelaku RH berhasil melarikan diri.
            “Adanya tangkapan itu, Kades Terusan Laut menghubungi Kapolsek SP Padang yang kemudian meluncur ke TKP bersama Kanit Reskrim dan anggotanya untuk menjemput kedua pelaku berikut barang bukti 1 unit mesin pompa air merk Shimizu Jet Power dan 1 bilah senjata tajam jenis pisau untuk diamankan,” pungkasnya. (Shd)

BS Miliki Shabu Diringkus Anggota Satres Narkoba Polres Rokan Hilir


Rokan Hilir, NUANSA POST
Karena diketahui memiliki narkotika jenis shabu, maka BS (43) warga Huta III Nagori Senio Pematang Siantar Kec.Gunung Malela Kab.Simalungun Prov.Sumatera Utara, diringkus jajaran Satres Narkoba Polres Rokan Hilir di TKP Jln.Lintas Riau-Sumut Km.39 Balam Kep.Pasir Putih Kota Kec.Balai Jaya Kab.Rokan Hilir Prov.Riau tepatnya didalam sebuah warung
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, ada hari Minggu tanggal 17 Maret 2019 sekira jam 02.30 WIB, tim Opsnal Sat Narkoba Polres Rokan Hilir yang sedang berada di wilayah Bagan Batu mendapatkan informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya tentang adanya orang yang melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu didalam sebuah warung di pinggir Jalan Lintas Riau-Sumut Km.39 Balam Kep.Pasir Putih Kec.Balai Jaya Kab.Rokan Hilir.
Selanjutnya setelah tim Opsnal pergi ke lokasi warung dimaksud yang disebutkan dalam informasi itu untuk melakukan penyelidikan, kemudian tim opsnal masuk kewarung tersebut untuk memastikannya lalu melihat ada orang yang duduk didalam salah satu kamar warung itu yang diduga kuat sedang melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, karena diatas lantai kamar tersebut ditemukan 1 (satu) bungkusan plastik bening berisikan butiran kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, sebuah botol minuman Lasegar disambung dengan pipet yang diduga alat hisap narkotika jenis sabu, beberapa benda lainnya seperti dompet warna hijau, mancis, tabung kaca kecil / kava pirex serta sebuah pipet yang ujungnya runcing, lalu saat diperiksa lebih lanjut, maka pada terlapor  . BS  yang ada didalam kamar itu, didapati 1 (satu) bungkus plastik bening lainnya yang berisikan butiran kristal yang diduga narkotika jenis sabu, maka tim opsnal mengamankan laki-laki itu, beserta barang buktinya yang ditemukan, lalu dibawa ke Polres Rokan Hilir guna pengusutan lebih lanjut.(SB)***

Polsek Bangko Tangani Tindak Pidana Curas Yang Sebabkan Korban Tewas


Rokan Hilir,NUANSA POST
Pada hari minggu tgl 17 Maret 2019 sekira Pkl. 21.30 WIB telah datang ke Polsek Bangko korban curas bernama Linda Rosdiana  warga Jln Pulau Baru gg.Fajar Kep.Bagan Jawa  untuk melaporkan prihal tindak pidana yang telah terjadi dengan rincian sbb :
            Pada hari minggu tgl. 17 maret 2019 sekira pkl. 20.00 WIB pada saat pelapor sedang mengandarai sepeda motor bersama saksi 1 Sdri.  Nur'ain ( MD ) di Jln. Perdagangan Kel. Bagan kota kec. Bangko Kab. Rohil, dan HP merk Vivo V5S warna gold milik pelapor di berikan untuk di pegang kepada saksi 1 di karenakan pelapor tidak membawa tas dan tidak memiliki kantong pada pakaiannya.
            Saat dalam perjalanan saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain mengatakan " Aduh " dan tiba tiba ada 1 unit sepeda motor jenis bebek dari arah belakang langsung menyenggol / memepet kendaraan yang di kendarai oleh pelapor dan saksi 1 sehingga menyebabkan mereka terjatuh.
            Setelah jatuh pelapor melihat saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain sudah tidak sadarkan diri begitu juga HP pelapor yang di titipkan kepada saksi 1 juga sudah tidak ada.
            Setelah kejadian tersebut pelapor segera membawa saksi 1 ke RSUD Dr. Pratomo dengan menggunakan becak motor.
            Sekira Pkl. 20.30 WiB pelapor dan juga saksi 1 tiba di RSUD Dr. Pratomo untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain.
Sekira Pkl. 21.00 WIB atas keterangan dari pihak RSUD Dr. Pratomo tingkat kesadaran saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain mulai menurun.
            Sekira Pkl. 21.50 WIB berdasarkan keterangan dari pihak RSUD Dr. Pratomo di ketahui bahwa saksi 1 Sdri. Nur'ain telah meninggal dunia.
            Saat ini jenazah dari saksi 1 Sdri. Nur'ain telah di bawa ke rumah duka dan pelapor masih di mintai keterangan di Mapolsek Bangko.Dalam ini kasus masih dalam pengembangan Polsek Bangko untuk mendapatkan tersangka.(SB)***

Siap-Siap Bagi JCH, Pelunasan Haji Dimulai 19 Maret 2019


Bengkalis, NUANSA POST
Siap-siap bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis tahun 2019, jadwal pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) sudan ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia, yang dibagi dalam dua tahap.
Dijelaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Jumari, Senin 18 Maret 2019, jadwal pelunasan dibagi menjadi dua tahap. Untuk tahap pertama dimulai Selasa 19 Maret hingga Senin 15 April 2019. Kemudian tahap kedua Selasa 30 April hingga Rabu 10 Mei 2019.
Hal ini berdasarkan Surat Kemenag RI, nomor B-180767/DJ/Dt.II.II/KS.02/03.2019 tentang Pelunasan Haji Reguler tahun 1440 H/2019 M, tertanggal 18 Maret 2019 yang ditandatangani Plh Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri, Muhammad Khanif.
Sedangkan lokasi pelunasan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPS BPIH) pada pukul 08.00 sampai 15.00 WIB.
Dikatakan Jumari, total besarnya pelunasan haji pada tahun 2019 untuk embarkasi Batam sebesar Rp32.306.450,-, artinya kekurangan dana yang perlu dilunasi oleh JCH sebesar Rp7.306.450,-.
Pada saat pelunasan, ungkap Jumari, para JCH diminta untuk membawa buku rekening bank BPIH asli, pas poto 3x4 sebanyak 10 lembar dan kartu tanda penduduk (KTP). Setelah dilunasi, JCH akan mendapatkan bukti setoran lunas yagn ditempel poto dan tandatangan JCH.  
“Setelah mendapatkan lembaran pelunasan dari bank. Selanjutnya bukti setoran diantar ke kantor Kemenag Bengkalis dan potocopi sebanyak 2 lembar,” ujar Jumari.
Seperti diketahui, jumlah kouta haji reguler pada tahun 2019, sebanyak 202.487 orang dan Tim Pemandu Hajji Dearah sebanyak 1.513 orang. Pengisin kouta jamaah haji reguler dibagi dua tahap.
Siapakah JCH yang masuk dalam tahap pertama dan kedua. JCH yang masuk dalam tahap pertama, yakni JCH yang telah melunasi tahun sebelumnya, namun menunda keberangkatan.
Kemudian, JCH yang telah memiliki nomor porsi dan masuk dalam alokasi kouta provinsi atau kabupaten/kota yang belum pernah menunaikan ibadah haji dan telah berusia 18 tahun terhitung sejak tanggal 7 Juli 2019 atau sudah menikah.
Sedangkan untuk JCH yang masuk tahap kedua. Pertama, JCH yang masuk pada tahap pertama, atau seharusnya masuk tahap pertama pada saat proses pelunasan, namun mengalami kegagalan sistem.
Kedua, JCH yang nomor porsinya telah masuk alokasi tahun 2019, namun sudah berstatus haji.
Ketiga, JCH sebagai pendamping bagi lansia minimal 75 tahun yang telah melunasi pada tahap pertama (bukan status cadangan) terdaftar sebelum 1 Januari 2017.
Keempat, JCH gabungan sumai/isteri dan anak kandung/orang tua terpisah. Kelima, JCH lanjut usia minimal usia 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019.
Keenam, JCH nomor porsi berikutnya berdasarkan database siskohat yang masuk daftar tunggu pada tahun 1441 H/2019 M sebanyak 5 persen dari jumlah kouta provinsi dan kabupaten/kota yang berstatus belum haji. #DISKOMINFOTIK/AMIRUDIN)***

Bupati Amril Mukminin: “Pembangunan Infrastruktur Daerah Menjadi Domain dan Fokus Pemkab Bengkalis”


Bengkalis, NUANSA POST
Bertempat di halaman kantor Bupati Bengkalis, Senin pagi, 18 Maret 2019, dilaksanakan upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemkab Bengkalis.Sekretaris Daerah (Sekda) H Bustami HY bertindak selaku pembina upacara. Sedangkan petugas pelaksana upacara tersebut dari Inspektorat Kabupaten Bengkalis.
Ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Amril Mukminin, Sekda H Bustami menyampaikan beberapa informasi berkaitan dengan pembangunan infrastruktur daerah yang menjadi domain dan fokus Pemkab Bengkalis saat ini.
Tujuannya, agar dalam menjalankan fungsinya Pemkab Bengkalis dapat terlaksana dengan baik.“Terutama untuk memenuhi pelayanan dasar bagi masyarakat agar segera terealisasi dan dinikmati masyarakat,” jelasnya.
Kata Bupati Amril Mukminin, pada tahun anggaran 2019 ini, melalui Dinas PUPR, telah ditandatangani kontrak terhadap 13 kegiatan strategis Pemkab Bengkalis.Diantaranya adalah peningkatan jalan lingkar Duri Barat, peningkatan jalan lingkar Duri Timur dan peningkatan jalan di beberapa kecamatan lainnya.
“Dilanjutkan pula dengan pembangunan Duri Islamic Centre  (DIC) di Kecamatan Mandau sebagai pusat kegiatan keagamaan,” imbuhnya.
            Masih menurut Bupati Amril Mukminin, masih banyak lagi program dan kegiatan yang telah kita laksanakan selama ini sebagai komitmen Pemkab Bengkalis untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan bagi masyarakat di daerah ini. #DISKOMINFOTIK.


Bupati Amril Mukminin Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla


Bengkalis, NUANSA POST
Bupati Bengkalis Amril Mukminin ingatkan seluruh masyarakat di daerah ini waspada terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).Secara khusus, pesan itu disampaikannya kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis
“Kami ingatkan kembali kepada kita semua, agar tetap waspada terhadap bencana Karhutla,” pesan Bupati Amril.
Melalui sambutan tertulis, pesan mengingatkan itu dibacakan Sekretaris Daerah H Bustami HY saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemkab Bengkalis, Senin, 18 Maret 2019.
Upacara yang pelaksanaannya dikoordinir Inspektorat Kabupaten Bengkalis tersebut dilaksanakan di halaman kantor Bupati Bengkalis, jalan Jenderal Ahmad Yani No 070, Bengkalis.
Bupati Amril Mukminin juga mengatakan, Kabupaten bengkalis khususnya, telah menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional sebagai daerah yang paling banyak terdampak Karhutla.“Hindari kegiatan memicu kebakaran hutan, karena menimbulkan kerugian yang sangat besar dan dampaknya sangat luas terhadap ekosistem lingkungan dan terutama bagi diri kita sendiri,” jelasnya. #DISKOMINFOTIK/AMIRUDIN)***

Ibunda UAS Tutup Usia, Bupati Amril Mukminin Ucapkan Belasungkawa


Bengkalis, NUANSA POST
“Innalillahi wainnailaihi raji’un”. Hj Rohana, ibunda dari ustadz sejuta viewer Ustadz Abdul Somad, di Rumah Sakit Sansani, Pekanbaru, sekitar pukul 04.00 WIB Senin 18 Maret 2019, tutup usia.
            Berita duka tentang kepulangan Hj Rohana, tidak hanya menimbulkan kedukaan bagi ustad yang akrab dipanggil UAS ini, tapi juga mengundang simpati dan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Riau khususnya dan Indonesia serta umat Islam di Negeri Jiran Malaysia.
            Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang memperoleh kabar duka tentang meninggalkanya Ibunda tercinta UAS, mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya.“Atas atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ujarnya Bupati Amril seraya mengaku kehilangan atas berpulangnya almarhumah ke rahmatullah.
            Lebih lanjut mantan anggota DPRD Bengkalis ini mengatakan, agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar serta ikhlas menerima ketentuan dari Allah SWT. Bupati Amril Mukminin juga mengajak seluruh masyarakat Negeri Junjungan untuk mendoakan semoga ibunda UAS, wafat dalam keadaan husnul khotimah.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap sabar, tabah dan ikhlas. Mari kita doakan semoga almarhumah menghadap Sang Khalik dalam keadaan husnul khotimah,” ungkap suami dari Kasmarni ini.
Seperti diketahui, dari informasi yang dihimpun Hj Rohana, menghembuskan nafas terakhir di RS Sansani Pekanbaru sekitar pukul 04.00 WIB Senin 18 Maret 2019. Selanjutnya jenazah akan langsung dibawa ke kampung halamannya Sumatera Utara. #DISKOMINFOTIK/AMIRUIDN)***


Drs.H.Alfedri,M.Si “Si Bocah Penjala Ikan” Itupun Kini Jadi Bupati Siak


Siak, NUANSA POST
Hari ini Senin pagi (18/3/19), lelaki 52 tahun itu akhirnya resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Kabupaten Siak. Yang melantik dia adalah 'senior'nya yang beberapa waktu lalu naik kelas menjadi Gubernur Riau, Syamsuar.
Tak pernah terlintas dalam benak si 'kutu buku' ini bakal menjadi Bupati. Boro-boro untuk itu, jadi pamong pun tak pernah ada dalam mimpi masa kecilnya.
Sebab waktu itu yang jadi mimpi Alfedri cuma jadi tukang listrik yang kelak bisa menolong supaya rumah-rumah orang di kampung, supaya bisa terang benderang. Karena itu sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar (SD), Alfedri kecil pernah bilang sama emaknya, suatu saat ingin sekolah di STM.
Biar keinginannya itu kesampaian, Alfedri, tekun belajar. Ragam cara yang dia lakukan supaya suasana belajar menyenangkan.
Kalau belajar di rumah, dia suka menggongseng kacang biar ada camilan. Sebab kalau belajar, Alfedri sering sampai larut malam.
Pun kalau lagi di luar rumah, Alfedri selalu menenteng buku. Mau sedang di sawah, menjala ikan, bahkan sedang ngumpul dengan teman sebayanya pun, buku tak pernah ketinggalan.
Ridwan yang mendidik dia seperti itu, keras tapi terarah. Dan seperti kebiasaan melayu kampung pada umumnya, Alfedri adalah orang pengajian.
Di luar itu, sejak kecil dia sudah mandiri. Sudah bisa membikin kolam sendiri, menanam sawah sendiri dan bahkan mendayung sampan sambil menjala di sungai. Untuk yang satu ini, benar-benar menjadi hobi Alfedri, makanya dia sempat merengek kepada ayahnya untuk dibelikan jala.
Meski jadi hijrah ke Pekanbaru, anak Ridwan Dailami ini, bukan masuk STM, tapi SMPN 4 dan kemudian SMAN 1. Dan ke Pekanbaru pun dia diboyong dan tinggal di rumah Pak Ciknya.
Di sinilah cerita lain muncul. Ada getaran kecil di hati Alfedri saat menengok gadis cantik tetangga Pak Ciknya. Namanya Rasidah.
Alfedri tak berani berbuat banyak tentang perempuan itu, selain takut pada Pak Ciknya, lelaki ini juga belum punya cukup nyali untuk menatap yang namanya perempuan. Maklum, saat itu Alfedri masih kelas II SMP dan Rasidah kelas I SMP.
Lepas SMA, Alfedri diterima di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), persis tahun 1985. Cikal dia bakal jadi pamong mulai kelihatan.
Dan kemandiriannya sejak kecil makin tertempa di sini. Inilah yang membikin Alfedri juga menjadi mahasiswa yang dapat menyelesaikan studinya dengan baik di setiap jenjang pedidikan yang dilaluinya.
Pekanbaru TA 1985-1989. Kemudian melanjutkan S1 di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Tahun 1993-1995. Sementara S2 di Universitas Riau Pekanbaru  Tahun 2003-2005.
Mulai sibuk dengan karir membikin Alfedri sempat terlupa dengan Rasidah. Namun kenangan lama itu kembali bersemi saat Alfedri ketemu kembali dengan Rasidah di Sungai Apit.
Waktu itu Rasidah mulai menjalani karirnya sebagai guru berstatus pegawai negeri dan Alfedri pegawai di kantor Camat Sungai Apit.
Tahun 1993, lelaki ini memberanikan diri melamar Rasidah dan gayung bersambut.
Bersama Rasidah, karir lelaki ini terus melejit. Jadi Pjs. Kaur Kemasyarakatan Setwilcam Sungai Apit, masih di tempat yang sama jabatannya naik menjadi Kepala Seksi PMD. Selanjutnya menjadi Sekretaris Camat Minas hingga tahun 2000.
Lebih kurang satu tahun, sejak Juni 1998, Alfedri juga pernah 'rangkap jabatan' jadi kepala sekolah SMA Korpri yang sekarang berubah nama jadi SMAN 1 Minas. Kala itu Alfedri ditunjuk menjadi kepsek, karena dia salah satu pencetus berdirinya SMA pertama di Minas itu.
Masih di tahun yang sama, Alfedri dipercaya oleh almarhum Tengku Rafian (Bupati Siak kala itu) sebagai Kabag Pemerintahan Desa dan kemudian Kabag Penyusunan Program, masih di tahun yang sama.
Dimasa kepemimpanan Bupati Siak Arwin AS, Alfedri di percaya sebagai Camat Minas, Camat Tualang, Kabag Keuangan dan di tahun 2011 di angkat menjadi Kepala DPPKAD.
Tak hanya moncer menjadi pamong, Alfedri juga kemudian piawai menggawangi sederet organisasi Kepiawaiannya memimpin organisasi. Mulai dari Ketua Badan Amil Zakat kabupaten, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS, Ketua BNN Kab Siak, Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Siak (TKPK), Ketua Kwartir Cabag 09 Gerakan Pramuka Siak, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Siak, hingga kemudian menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Siak.
Bersama Syamsuar, sejak tahun 2011, Alfedri semakin matang. Dua kali menjadi wakil Syamsuar di pemerintahan Kabupaten Siak, membikin lelaki ini tertempa menjadi figur baru yang matang.
Sebab Syamsuar tidak sekadar menjadikan dia wakil, lebih dari itu, Alfedri sudah seperti seorang adik bagi Syamsuar. 
Itulah sebabnya, mereka berdua anteng maju dua periode, sejarah yang cukup langka bagi dunia politik, khususnya di Riau.
Tapi itulah Alfedri, lelaki yang santun dan tau menghormati yang lebih tua dan layak dihormati. Loyalitasnya, tidak hanya pada cinta pertamanya, Rasidah, tapi juga pada tanggungjawab dan pengabdian pada negara dan pimpinannya.
Loyalitas inilah yang membikin Syamsuar senang pada Alfedri. Dan mulai hari ini, tibalah giliran Alfedri dilantik Gubernur Riau Syamsuar, untuk memimpin Kabupaten Siak agar menjadi daerah yang lebih cemerlang, terbilang dan gemilang. (HANGTUAH/ HUMAS/ADVERTORIAL)***

Heintje Mandagi: “Lahirnya Dewan Pers Indonesia di Tengah Tantangan dan Peluang”


Jakarta ,NUANSA POST
Rapat pleno Anggota Dewan Pers Indonesia hasil Kongres Pers Indonesia 2019 di Hotel Grand Cempaka Jakarta, baru-baru ini telah memilih Heintje Mandagi sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia periode 2019-2022. Dua kandidat yang sebelumnya disebut-sebut menjadi calon kuat untuk menjabat Ketua Dewan Pers Indonesia yaitu Irjen (Purn) Pol Wisjnu Amat Sastro- mantan Kapolda Riau, dan Dr Emrus Sihombing- pakar Komunikasi, memilih mundur dan tidak bersedia dipilih. Mayoritas peserta rapat pleno Dewan Pers Indonesia kemudian memilih dan memutuskan Heintje Mandagi sebagai Ketua Dewan Pers. 
            Setelah resmi menahkodai Dewan Pers Indonesia, Heintje Mandagi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia dan Sekretaris Sekber Pers Indonesia, bersama-sama dengan anggota lainnya berhasil menyusun komposisi lengkap Struktur kepengurusan Dewan Pers Indonesia periode 2019-2022.
            Di jajaran pengurus inti, Mandagi didampingi Wakil Ketua Emrus Sihombing (Unsur Tokoh Masyarakat), dan Sekretaris Sugiharto Santoso (Unsur Pimpinan Perusahaan Pers), dan H Subaidi (Unsur Tokoh Pers dan Masyarakat) pada posisi Bendahara. 
Struktur Dewan Pers Indonesia adalah sebagai berikut :
Komisi Hukum dan Perlindungan Pers : Irjen (purn) Pol. Wisjnu Amat Sastro (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Sertifikasi Kompetensi : Lasman Siahaan, SH, MH (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Pengembangan Profesi : Suriyanto, SH,MH,MKn (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Pengaduan Masyarakat : Mustika Sani, SH,MH (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Verifikasi Perusahaan Pers : Drs. Maripin Munthe (Unsur pimpinan organisasi perusahaan pers)
Komisi Perwakilan Provinsi : Febryan Adhitya, SE,MSn (Unsur Pimpinan Perusahaan Pers)
Komisi Hubungan Antar Lembaga : Drs. Taufiq Effendi, MBA (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Pemberdayaan Media : Kasihhati (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Usaha : Drs. Yockie Hutagalung, MM (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Lembaga Sertifikasi Profesi : Salim Djati Mamma (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Penelitian dan Pengembangan : Frans P. Liwun, S.Sos,SPd (Unsur pimpinan organisasi pers)
Komisi Kemitraan Luar Negeri : Joseph Hutabarat, SE,SH,MH (Unsur wartawan)
Komisi Pemberdayaan Organisasi Pers : Dedik Sugianto (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Kesekretariatan : Feri Rusdiono (Unsur Wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Hubungan Masyarakat : Moris Hutasoit (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Selain menetapkan Ketua Dewan Pers Terpilih, Rapat Pleno Dewan Pers Indonesia juga menetapkan Badan Pengawas Dewan Pers Indonesia (berada di luar struktur) yakni : Marlon Brando, Edi Anwar, dan Wesley Sihombing. Jajaran Badan Pengawas ini masih akan diisi oleh beberapa tokoh lagi yang dianggap memiliki kapasitas sebagai tokoh pers atau tokoh masyarakat.
Dengan terbentuknya susunan lengkap Struktur Kepengurusan Dewan Pers Indonesia, Ketua Dewan Pers Indonesia Heintje Mandagi mengatakan, langkah selanjutnya adalah seluruh Anggota Dewan Pers Indonesia harus segera bekerja menyusun program kerja sambil menunggu rekomendasi hasil Kongres Pers Indonesia diserahkan ke Presiden Republik Indonesia.
Ditengah ‘badai’ ancaman somasi Ketua Dewan Pers Joseph Adi Prasetyo terhadap Dewan Pers Indonesia hasil Kongres Pers Indonesia 2019, Mandagi menuturkan, masih ada lagi muncul penolakan dan cibiran dari kelompok yang menamakan Majelis Pers. Kelompok ini megaku sebagai pelaku sejarah dan mengklaim sebagai satu-satunya lembaga yang berhak memperjuangkan kemerdekaan pers.
“Yang pasti Dewan Pers Indonesia ini telah dilahirkan oleh 12 organisasi pers yang mana 6 di antaranya adalah organisasi pers yang telah ikut berjasa membentuk kembali Dewan Pers pasca dibubarkan dan disahkannya Undang-Undang Pers yang baru nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” terang Mandagi.
Mandagi dalam kapasitas selaku Sekretaris Sekber Pers Indonesia juga menambahkan, untuk menghadapi segala ancaman dan penolakan atas berdirinya Dewan Pers Indonesia maka Sekber Pers Indonesia akan segera membentuk Tim Advokasi yang terdiri dari para pengacara handal.
Sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia, Mandagi menegaskan, pihaknya akan berkonsentrasi melihat peluang  besar untuk mensejahterakan wartawan Indonesia sudah berada di depan mata. “Kita akan bekerja dengan membangun sistem yang perofesional dan modern untuk membawa pers Indonesia maju, mandiri, merdeka, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dijelaskan pula, bersama dengan Komisi Usaha yang dijabat Yockie Hutagalung, Dewan Pers Indonesia akan memperjuangkan belanja iklan nasional terdistribusi ke setiap provinsi agar ribuan media cetak lokal dan media online bisa mendapatkan peluang besar memperoleh pemasukan besar dari belanja iklan nasional tersebut. “Pers Indonesia harus sejahtera karena peluang itu sangat besar dan terbuka lebar, namun selama ini pemerintah diam saja karena tidak paham, begitupun dengan Dewan Pers yang ada sekarang tidak pernah melakukan upaya untuk memperjuangan belanja iklan nasional tersebut dishare ke media lokal untuk kesejahteraan wartawan,” terangnya. Yang ada sekarang ini, menurut Mandagi, Dewan Pers malah sibuk dengan proyek Uji Kompetensi Wartawan, Verifikasi Media, dan membentuk satgas untuk menakut-nakuti media-media online yang sesungguhnya sudah berjasa menciptakan puluhan ribu tenaga kerja wartawan dan pekerja pers. 
Selain itu, Dewan Pers Indonesia akan bekerja melayani masyarakat menyampaikan aduan terkait masalah pemberitaan melalui Komisi Pengaduan Masyarakat. “Masyarakat yang membutuhkan penyelesaian sengketa pers akan dilayani melalui Posko Layanan Pengaduan di setiap Perwakilan Provinsi di seluruh Indonesia, sehingga harapan kami tidak ada lagi wartawan yang dilaporkan ke polisi terkait sengketa pers, dan masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta untuk melapor ke Dewan Pers,” tuturnya.
“Peraturan-peraturan di bidang pers yang ditetapkan pada Kongres kemarin akan segera diimplementasi oleh seluruh organisasi pers, dan Dewan Pers akan memfasilitasi itu, terutama pengangkatan keanggotaan wartawan dan verifikasi media agar nantinya tidak ada lagi wartawan dan media yang disebut abal-abal oleh Dewan Pers,” urainya.
Sistem verifikasi media yang dibangun oleh Dewan Pers Indonesia adalah untuk menempatkan kemampuan media berdasarkan klasifikasi. Sebagai perbandingan, sistem yang dibuat Dewan Pers yang ada sekarang, misalnya media harian Kompas yang sudah berdiri puluhan tahun sama klasifikasinya dengan media lokal yang baru lolos verifikasi di dewan pers. Versi Dewan Pers Indonesia akan memberi rating sesuai kemampuan dan pengalaman media berdasarkan klasifikasi yaitu Perusahaan Pers kategori Kecil, Menengah, dan Besar. Dengan penetapan klasifikasi ini maka kebutuhan penyaluran belanja iklan akan menyesuaikan dengan kategori Perusahaan Pers. Sebagai contoh, tender belanja iklan yang ditawarkan senilai 100 Milyar Rupiah tentu hanya bisa diikuti oleh Perusahaan Pers dengan Klasifikasi B atau Besar. Begitupun jika nilai belanja iklan hanya 10 juta rupiah maka perusahaan pers yang berhak ikut hanya untuk klasifikasi K atau Kecil. Tidak wajar jika nilai belanja iklan hanya puluhan juta rupiah dan perusahaan Klasifikasi B ikut ambil bagian di dalamnya.  “Dengan sistem ini kami yakin belanja iklan nasional akan terdistribusi sampai ke daerah, dan akan berdampak positif bagi bertumbuh-kembangnya media lokal,” pungkasnya.
Sistem lain yang akan dibangun oleh Dewan Pers Indonesia adalah Sertifikasi Kompetensi Wartawan. Selama ini wartawan disodori program Uji Kompetensi Wartawan oleh Dewan Pers dengan bermodalkan Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP berlisensi Dewan Pers, kemudian melaksanakan uji kompetensi tanpa pernah melakukan pendidkan atau pembinaan terlebih dahulu. Ironisnya, setelah lulus UKW sertifikatnya tidak sah karena bukan produk Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.
“Sistem yang kami akan terapkan adalah wartawan mengikuti proses sertifikasi melalui LSP yang berlisensi BNSP, sehingga sertifikatnya berstandar internasional dan bisa digunakan melamar pekerjaan wartawan di perusahaan luar negeri,” ujar Mandagi.
            Sementara itu Peraturan Pers tentang Keanggotaan dan Sertifikasi Kompetensi Wartawan akan segera diterapkan oleh organisasi-organisasi pers. Pengangkatan keanggotaan wartawan dinyatakan sah bukan karena ikut UKW melainkan sah setelah ditetapkan secara resmi oleh organisasi pers berdasarkan rekomendasi dari pimpinan redaksi. (RED)***

Serahkan Bantuan Ambulans, Plt Bupati Mesuji Harapkan Pelayanan Kesehatan Meningkat


Mesuji,NUANSA POST
Plt Bupati Mesuji Hi. Saply TH, menyerahkan bantuan lima unit mobil ambulans untuk puskesmas. Penyerahan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Mesuji, Wiralaga Mulya, Senin (18/03/2019).
            Selain itu, pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan lima unit mobil jenazah, serta tiga unit mobil operasional untuk RSUD Ragab Begawe Caram.
Bantuan mobil ambulans ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2018 senilai Rp 1,4 miliar, sedangkan bantuan mobil jenazah berasal dari APBD Kabupaten Mesuji TA 2018 senilai Rp.1 miliar dan bantuan mobil operasional berasal dari APBD Kabupaten Mesuji TA 2018 senilai Rp 998 juta.
Plt Bupati Saply berharap dengan diberikannya bantuan ini pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terlayani lebih maksimal.“Saya mohon kendaraan ini dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya untuk menunjang tugas bapak dan ibu sekalian melayani masyarakat di bidang kesehatan,” ucap Saply. (RANDI)

Caleg DPR RI Anton Charliyan: “Usaha Kerajinan Rakyat Perlu Perhatian Serius dari Pemerintah”


Kab.Tasik, NUANSA POST
Seusai silaturahmi ke sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya, Caleg DPR RI nomor urut 1 Dapil XI Kota/Kab.Tasikmalaya dan Kab.Garut  Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan sempat mampir ke pusat kerajinan tangan khas Tasikmalaya di kawasan Jln.Raya Rajapolah, Senin (18/3/2019). Dia didampingi Hj.Ina Kartina.SH caleg DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kab.Garut.
            Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan menyisir beberapa toko kerajinan di Jl.Raya Rajapolah, memperhatikan berbagai produk kerajinan rakyat yang ada di setiap toko dan mencoba memakainya. Dia berbicara langsung dengan pemilik toko kerajinan
            .Selama ini, Anton Charliyan memberikan perhatian lebih terhadap para pelaku industri kecil dan menengah. “Berbagai jenis kerajinan tangan seperti kelom geulis, payung geulis , tikar mendong, aneka kerajinan bambu dan lainnya yang menjadi salah satu primadona kerajinan khas Kota Tasikmalaya harus dilestarikan bersama. Karena budaya nasional merupakan puncak dari budaya daerah.Maka ini salah satu hasil dari para pengrajin harus kita support. Nanti ketika saya menjabat anggota DPR RI, akan saya support sentra-sentra industri terutama yang berhubungan dengan masalah ciri khas karakteristik daerah dan budaya,” ungkapnya.
           
Terkait sisi pemasaran yang selalu menjadi masalah klasik bagi para pelaku industri kecil dan menengah, ke depan Anton Charliyan  akan lebih mendorong pemerintah daerah agar mampu memberikan kontribusi marketing.“Industri kecil selalu kesulitan marketing. Jadi itu kewajiban pemerintah membantu secara maksimal. Baik nasional maupun internasional sehingga menjadi produk ekspor. Saya akan mendorong dan memperhatikan keberadaan home industry kerajinan tangan, khususnya yang berada di Tasikmalaya dan Garut, karena banyak sekali jumlahnya. Juga akan mendorong lembaga terkait dalam memberikan modal usaha bagi para pengrajin,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini.
            Salah seorang pemilik toko mengungkapkan, dengan adanya obrolan dengan Anton Charliyan yang nyaleg di DPR RI yang peduli, tentu saja para perajin di Rajapolah khususnya membawa angin segar bagi dunia usaha. “Insya Alloh saya akan mendukung Pak Jenderal menjadi anggota DPR RI, “ucapnya. (REDI MULYADI)***

Anton Charliyan Silaturahmi ke Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya


Kab.Tasik, NUANSA POST
Karena memiliki hubungan emosinal dan keluarga, maka mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN pun melakukan kunjungan rutin dan silaturahmi ke sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya di Kec.Pagerageung. Kunjungan Abah Anton didampingi keluarga disambut hangat oleh KH.Zaenal Abidin Anwar selaku pengemban amanah Suryalaya dari pengersa almarhum Abah Anom (alm.Syeikh Shohibul Wafa Tajul Arifin) yang kharismatik itu. Anton Charliyan pun tak lupa berziarah ke makam Abah Anom.
            “Ini kunjungan atau silaturahmi keluarga kami kepada keluarga Pondok Pesantren Suryalaya, terutama kepada sesepuh Pak KH Zaenal Abidin Anwar sebagai pengemban amanah tokoh ulama kharismatik almarhum Pengersa Abah Anom,”ungkap Anton Charliyan, yang kini Caleg DPR RI nomor urut 1 Dapil Kota/Kab.Tasikmalaya dan Kab.Garut didampingi adiknya Hj.Ina Kartina,SH yang juga Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat nomor urut 3 Dapil Kab.Garut.
            Anton Charliyan menjelaskan, bahwa silaturahmi ke keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya sudah dilakukannya sejak dia menjabat Kapolwil Priangan, bahkan ketika menjabat Kapolda Jawa Barat beberapa hari dilantik langsung meluncur ke pondok pesantren yang terkenal itu. “Kalau dulu saat menjabat Kapolwil Priangan, saya sering menemui Pengersa Abah Anom, dan sekarang kepada pengemban amanah Pak KH Zaenal Abidin Anwar karena masih ada hubungan kekeluargaan,”ungkapnya.

            Sementara itu, KH Zaenal Abidin Anwar membenarkan kedekatan Jenderal Polisi yang nyantri ini dengan keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya semenjak dulu. Karena memang Anton Charliyan masih mempunyai darah keturunan keluarga besar Ponpes Suryalaya. “Kedekatannya sudah sejak lama. Bahkan sampai sekarang belum terputus. Kunjungan Pak Jenderal ke Ponpes Suryalaya bukan hal aneh.  Terkadang beliau  ini berkunjung tanpa diketahui oleh orang banyak. Itu sejak ia menjabat menjadi Kapolwil hingga Kapolda Jabar. Bahkan sering berkunjung ke sini tanpa pengawalan,” ungkap dia.

            KH.Zaenal Abidin Anwar berharap keinginan Anton Charliyan menjadi Caleg DPR RI  terwujud dan dipercaya oleh masyarakat “Kami dari pesantren Insya allah akan mendukung penuh (Anton Charliyan, Red) Kami juga berharap, Abah Anton menjadi pejabat (anggota DPR RI) yang amanah dan dapat menampung aspirasi masyarakat, terutama Tasikmalaya dan Garut yang menjadi daerah pemilihannya.” Pungkasnya. (REDI MULYADI)***


Minggu, 17 Maret 2019

Gara Gara Sebungkus Rokok, Nyawa Dedi Gunawan Nasution Tewas


Rokan Hilir, NUANSA POST
Pada hari Sabtu (16 /3/2019) sekitar pukul  18.00 WIB, pelapor Ny.Butet Salimunte (59)  Jl. Poros Darussalam Rt.003 Rw.001 Kep.Darussalam Kec.Sinaboi sedang berdiri bercerita bersama tetangga pelapor tiba-tiba   Wak Brewok   lewat membawa parang sudah berlumuran darah. Selanjutnya salah satu masyarakat mengatakan” Ini berkelahi ini?”   Pelapor menjawab “Ayolah kita tentok!!”
Selanjutnya pelapor dengan istri Jun menuju mengarah rumah Wak Brewok dan  sesampainya disitu pelapor melihat orang sudah tertidur dijalan ditutupi daun pisang. Pelapor membuka daun pisang tersebut dan pelapor melihat orang yang tergeletak dijalan adalah anak pelapor Dedi Gunawan Nasution  (Alm) sudah berumuran darah,banyak bekas bacokan dan sudah tidak bernyawa.
Dengankejadian tersebut, Ny.Butet Salimunte  merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut kepolsek sinaboi guna pengusutan lebih lanjut .
Sekira pukul 18.30 WIB ,  DD menyerahkan diri ke Polsek Sinaboi dengan membawa parang yang digunakan pada saat melakukan penganiayan terhadap korban Dedi Gunawan Nasution   hingga meninggal dunia.
Pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 sekira jam 18. 00 WIB, pelaku DD pulang dari ladang dan ketika di perjalanan korban memanggil pelaku. Namun pelaku tidak berhenti dan korban mengejar pelaku sampai ke rumah. Ketika sampai dirumah pelaku,korban langsung mengatakan "Ambilkan rokok sebungkus”,  lalu pelaku mengatakan "Tidak adda, yang kemarin aja belum kau bayar,”
Kemudian korban Dedi Gunawan langsung memegang tangan pelaku dan memutarnya selanjutnya pelaku mengeluarkan parang yang berada di pinggang pelaku,Kemudian korban lansung melarikan diri sambil mengatakan menuju arah kerumahnya.Setalah lebih kurang 15 (lima belas menit ) korban datang kembali kerumah pelaku sambil membawa kampak dan pisau 
Ketika sampai dirumah pelaku korban mengatakan "SINI KAU BIAR KU HABISI KAU BIAR KENAL KAU SAMA EDI" mendengarkan hal tersebut pelaku mengambil parang babat dan langsung menuju kedepan rumah dan ketika sampai kedepan rumah korban langsung mengayunkan kampaknya kepada pelaku Selanjutnya pelaku menangkis kampak tersebut dengan parang babat yang dibawanya sehingga kampak korban terlepas dari tanganya selanjutnya pelaku lansung membacok bagian kepala korban sehingga terjatuh dan pelaku lansung membacok bagian badan korban sehinga korban meninggal dunia.(SB)***

DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Menggelar Rapat Konsolidasi dan Koordinator Saksi Dihadiri Caleg DPR RI Anton Charliyan


Kota Tasik, NUANSA POST
Pelaksanaan “pesta demokrasi” Pileg dan Pilpres 2019 sudah berada di pelepuk mata, bahkan tinggal menghitung hari, karenanya DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya menggelar konsolidasi dan koordinasi saksi se-Kota Tasikmalaya, hari Minggu (17/3/2019 diikuti para para koordinator saksi dari tiap kecamatan dan kelutahan.
            Dalam rapat koordinasi ini para peserta juga diperkenalkan kepada para calon anggota legislatif baik DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat atau DPRD Kota Tasikmalaya. Juga tampak hadir Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN caleg DPR RI untuk Dapil Kota/Kab.Tasikmalaya dan Kab.Garut.
Pada rapat konsolidasi dan koordinator saksi tersebut, Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN memberikan arahan mengenai kepada para caleg PDI Perjuangan dan kepada koordinator saksi maupun saksi dari PDI Perjuangan untuk kemanangan para caleg maupun pasangan capres cawapres Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang.”Rapat  ini sebagai sarana sosialisasi sekaligus pemantapan akan strategi pemenangan di Pemilu Serentak 2019. Juga bertujuan untuk mengurai kembali apa yang telah diputuskan dan rakornas di mana pemenangan pemilu legislatif harus sejalan dengan pemenangan pemilihan presiden, pasangan capres cawapres Jokowi-KH.Ma’ruf Amin dapat memimpin Indonesia,”jelasnya
            Karena itu, lanjut mantan Kapolda Jabar, meminta kepada seluruh kader PDI Perjuangan agar bulatkan tekad dan rapatkan barisan serta bekerja keras untuk kemenangan pasangan capres cawapres Jokowi-KH.Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. “Saya mendapat arahan dari Ibu (Megawati Soekarnoputri), agar seluruh kader PDI-P bekerja dan bekerja, berjuang untuk kemenangan pasangan  Pak Jokowi dan Pak KH Mar’ruf dengan cara cara yang santun, tidak melanggar aturan. Ibu juga meminta agar banyak membantu masyarakat, misalnya ikut kegiatan gotong royong bersama masyarakat, dan kegiatan sosial lainnya,”pungkas Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan.
            Demikian pula, Anton Charliyan meminta kepada koordinator saksi dan para saksi di tiap TPS nanti harus bekerja maksimal, terutama mengawal perolehan suara di masing masing TPS. “Sebelum pelaksanaan Pileg dan Pilpres, seluruh kader PDI P, relawan, koordinator saksi, para saksi dan simpatisan agar maksimal dalam mensosialisasikan calegnya, juga pasangan capres cawapres Jokowi-KH.Ma’ruf Amin,”pungkasnya.(REDI MULYADI)***

Bupati Amril Mukminin: Jadikan MTQ Media Dakwah dan Syiar Keagamaan


Bukit Batu, NUANSA POST
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) merupakan media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan terutama dari segi keagamaan atau pencerahan rohani dan cahaya kedamaian serta mewarnai akhlakul karimah.Hal tersebut dikatakan Bupati Amril pada pembukaan MTQ ke-XXX tingkat Kecamatan Bukit Batu Kamis 14 Maret 2019 malam, di halaman Kantor Camat Bukit Batu.
Melalui momentum MTQ ini, tambah Amril, lebih jauh diharapkan menjadi barometer untuk mengukur hasil atau outcome dari kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang berlangsung di masyarakat yang tersebar di Kecamatan Bukit Batu selama ini."Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji, yang oleh Al-Qur'an mengisyaratkan walaupun seluruh air laut dijadikan tinta ditambah dengan laut yang serupa dan seluruh pohon menjadi pena, pastilah tidak akan cukup untuk menuliskan kalimat-kalimat hikmah keagungan tuhan dan karunia yang diberikannya kepada umat manusia,"kata Amril.
Selanjutnya Bupati mengatakan Al-Qur’an juga mengandung sumber ilmu pengetahuan yang diperuntukkan bagi umat manusia."Al-Qur'an juga berisi kisah-kisah sejarah, falsafah hidup, kemuliaan dan keteladanan, serta pesan-pesan moral yang luhur dan agung,ungkap Bupati.
Hadir pada acara tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni, Anggota DPRD Bengkalis Febriza Luwu dan Aisyah, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bengkalis H.  Heri Indra Putra, Ketua LAM Bengkalis H. Zainuddin Yusuf, Ketua BAZNAS Bengkalis H. Ali Ambar, Camat Bukit Batu, sejumlah Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.##DISKOMINFOTIK/AMIRUDIN

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA