KPU Jawa Barat

KPU Jawa Barat
Peserta Pilgub Jabar 2018

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

HASANAH

HASANAH

Selasa, 19 Juni 2018

Inilah Jumlah Korban Hilang Tragedi KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba


Kab.Samosir, NUANSA POST
Perkembangan situasi pasca tenggelamnya Kapal pemumpang kayu KM. Sinar Bangun yang terjadi di Perairan Danau Toba dlm perjalanan dari Pelabuhan Simanindo Lab. Samosir menuju ke Pelabuhan Tiga Ras Kab. Samosir yang terjadi pada hari Senin  18 Juni 2018 sekira pkl. 17.15 WIB
            Korban yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut sebanyak 18 orang dan dinyatakan meninggal dunia sebanyak 1 orang an. Tri Suci Hadayani,   (24 thn), alamat Aceh Tamiang  ditangani Puskesmas Tigaras.
Untuk korban kapal yang dinyatakan hilang/beulm ditemukan hingga saat ini berjumlah sekitar 94 orang (sesuai data sementara pada papan aduan keluarga penumpang yang tertera pada Posko
Adapun sementara nama-nama korban hilang adaalh sbb :
1. Resmi Sinaga, PR, alamat perasmian Kec. Dolok silau Kab. Simalungun
2. Khayrani Handayani, PR, Medan Jl. SM raja Gg. Mandailing
3. Inksan Zulkarnaen, L, delitua
4. Bayu, L, delitua pasar 9
5. Nony Zoya, PR, Titikuning Medan
6. Ferry Sembiring, L, Brastagi
7. Novia Barus, P, Marindal Medan
8. Pandi, L, Delitua Gang Satria
9. Jandur Simarmata, L, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
10. Tiar Silaban, PR, Desa sihusapi Kec. Simanindo
11. Ami Elisabet Sitindaon, PR, Desa sihusapi Kec. Simanindo
12. Gresia Simarmata, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
13. Berliana Sipayung, PR, simpang bage Seribu Dolok
14. Demensis Purba Tambak, L, simpang bage saribu Dolok
15. Hotman Manik, L, Sidamanik parmahan
16. Hotman Nainggolan, L, sionggang parmahanan
17. Dorman Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
18. Ledak Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
19. Basaria Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
20. Bungaran Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
21. Jaya Sidauruk, L, Desa simanindo
22. Riani Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
23. Jonveldi Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
24. Nicholas Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
25. Astrid Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
26. Lilis Lubis, Pr, Sionggnang P. Siantar
27. Melinton Nainggolan, L, Sionggnang P. Siantar
28. Hasiolan Sidabutar, L, Sionggnang P. Siantar
29. Jornelin Andreas Purba, L, purba Saribu haranggaol
30. Nova Sulastri Sijabat, Pr, alamat Naga Pane tiga tunggu
31. Pardamean Purba, L
32. Gonggong Simarmata, L
33. Jonner Silalahi, L
34. Ader Nainggolan, L, Simpang haranggaol kab. Simalungun
35. Loncer Nainggolan, L, Simpang haranggaol kab. Simalungun
36. Selma Sinaga, P, salbe tiga ras kab. Simalungun
37. Atur Sinaga, Pr, salbe tiga ras kab. Simalungun
38. Ranto fajar Siregar, L, simantintolu Kab. Simalungun
39. Yeni, Pr, manik uluan Kab. Simalungun
40. Niko, L, manik uluan Kab. Simalungun
41. Doni, L, manik uluan Kab. Simalungun
42. Febri, Pr, manik uluan Kab. Simalungun
43. Maya, Pr, manik uluan Kab. Simalungun
44. No, L, manik uluan Kab. Simalungun
45. Riski, L, manik uluan
46. Obet Hutahuruk, L, kec. harian
47. Trisman renol Simarmata, L, jln. Puan gunung purba Depok
48. Juliana Suraida, Pr, jln. Puan gunung purba Depok
49. Manan Sitanggang, L, P. Siantar
50. Lusi Nurbayati Sitanggang, P, alamat Siantar
51. Lucky Pratama, L, alamat Siantar
52. Mei a. Siadari, Pr, Siantar
53. Fery Panggabean, L, Siantar
54. Halomoan Siagian, L, kec. Pardamean Kab. Simalungun
55. Wasinton Silalahi, L, Kec. Pardamean kab. Samosir
56. Toyan Bakkara, L, Bah Butong hutabayu Kab. Sima
57. Arifin Lubis (partuak), L, ambarisan Sidamanik Simalungun
58. Sahala Marbun, L, desa cinta dame (sinuan)
59. Mardingot Nainggolan L, Sidamanik
60. Joel Manurung, L, Sidamanik (bah birong)
61. Sinta Pakpahan, Pr, Medan
62. Berman Sitio, L, Medan
63. Poltak Sitio, L, Medan
64. Tuammin Sitio, Pr, Medan
65. Yudi Syamsudin, L, karang sari Siantar
66. Sri Wahyuni, Pr, Karang sari Siantar
67. Rahmansyah, L, Karang sari Siantar
68. Gusti, Pr, karang sari P. Siantar
69. M. Ali Imron Batu bara, L, Medan
70. Ade Fauzia, Pr, Medan Panglima Denai
71. Ramli Simbolon, L, Tebing tinggi
72. Peter Simbolon, L, Tebing tinggi
73. Dinda Fuji Lestari, Pr, Pematang Siantar
74. Yusuf, L, pematang Siantar
75. Dimas, L, pematang Siantar
76. Fitri, Pr, Pematang Siantar
77. Ayu Safitri, Pr, kota pinang
78. Nisa Hastari, Pr, tanjung Medan
79. Bayu Saputra, L, Marelan
80. Muhamad nursaid Sinaga, L, kampung duren Medan
81. Jonathan Tampubolon, L, lubuk pakam
82. Akmal Nainggolan, L, Sidamanik
83. Siti arbiah, Pr, P. Siantar
84. Richat Sianturi, L, P. Siantar
85. Alfaruk Siahaan, L, P. Siantar
86. Muhammad Aldiansyah, L, P. Siantar
87. Yugo Alfiano, L, P. Siantar
88. Ifan, L, Kuala Tanjung
89. Wawan, L, negeri Bayu P. Siantar
90. Rusmadi, L, tebing tinggi
91. Rudy Anto Siboro, L, Simpang Raya P. Siantar
92. Marsinta Sijabat, Pr, Simpang Raya P. Siantar
93. Anak dari ibu marsinta Sijabat, Pr, umur 7 tahun, Simpang Raya P. Siantar
94. Roy Sirait, L, Panei Tonga Simalungun.
Bahwa sampai saat ini upaya pencarian terhadap penumpang Kapal yang hilang masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan TNI/Polri, Basarnas BPBD Kab. Samosir dan Kab. Simalungun dan dari Pemkab Samosir dgn menggunakan kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) sbnyk 3 unit dan KMP Sumut I.
            Sekitar pukul. 10.00 WIB personil Polres Samosir beserta tim dari Satpol PP Kab. Samosir berhasil menemukan 1 (satu) buah tas berwarna hitam berikut 1 unit telfon genggam beserta KTP an. MAYA OKTAVIANTI asal Binjai yang diduga sebag ai salah seorang penumpang Kapal.
Sekitar pukul. 11.15 WIB personil Polres Samosir beserta tim dari Satpol PP Kab. Samosir berhasil menemukan 3 buah tas (kuning, hitam, abu abu), tali sepanjang 10 m,1 helm berwarna coklat, 2 jaket hitam dan abu abu, 2 jerigen berwarna biru, 1 topi, 1 tempat sampah dan 1 buah ember berwarna biru beserta potongan jerigen bekas oli diduga dari kapal yang tenggelam.
            Turut juga dalam pencarian korban hilang tsb antara lain Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM, Bupati Simalungun DR. JR. Saragih dan anggota DPD R.I Parlindungan Purba,
Saat ini juga di Pelabuhan penyeberangan Simanindo Kab. Samosir telah didirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) yg dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes dr. Sahat Harianja dan Karumkit Bhayangkara Tingkat II Medan dr. A. Nyoman Purnama Wirawan, DFM, S.pF serta Tim.
            Pada pukul. 11. 50 WIB,  Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon didampingi Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol. dr. Sahat Harianja menyampaikan himbauan kpd seluruh pihak terutama keluarga korban agar tetap tenang dan berdoa serta menyampaikan bhwa pencarian tetap dilakukan dan direncanakan bhwa Tim Penyelam dari TNI AL akan tiba untuk melakukan pencarian korban yg hilang.
Sekitar pukul . 12.15 wib Plh. Gubsu Dr. Ir. Hj. Sabrina, M.Si, Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, Bupati Simalungun DR. JR. Saragih, Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol. dr. Sahat Harianja, Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat, SH, S.iK, anggota DPD R.I  Parlindungan Purba  serta mantan Wakil Gubernur Sumut DR. Hj. Nurhajizah Marpaung, SH, MH menjenguk korban yang selamat di Puskesmas Simarmata Kec. Simanindo Kab. Samosir.
            Saat ini di Pelabuhan Simanindo juga telah didirikan Dapur Umum oleh Dinas Sosial Kab. Samosir untuk menerima sumbangan dalam bentuk barang/bahan makanan dan uang serta mendirikan Posko Kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kab. Samosir dan Posko Bara JP (relawan Djoss).
Catatan :
1. Bahwa sampai saat ini jmlh data korban yg valid msh belum dpt dipastikan;
2. Bahwa tidak adanya daftar manifest penumpang kapal KM. Sinar Bangun menjadi kendala dlm menentukan jumlah penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan tsb;
3. Diperkirakan bhwa pihak keluarga korban akan terus bertambah dalam menyampaikan laporannya ke Posko DVI Propsu.
4. Bahwa cuaca dan ombak menjadi kendala dalam pencarian para korban yang hilang.(SYAIPUL BAHRI/ SIARAN PERS DIVISI HUMAS POLRI)***

Polres Lampura Berhasil Ringkus 2 Pelaku Curas Yang Sadis


Lampung Utara, NUANSA POST
Tim gabungan Tekab 308 Sat Reskrim dan Polsek Abung Timur Polres Lampung Utara berhasil meringkus dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang di kenal sadis saat melakukan aksinya di beberapa lokasi di Kab. Lampung Utara.
            Kedua pelaku berinisial Rozali (27) yang diketahui warga di Dusun Andatu Pakuon Agung Kecamatan Muara Sungkai, dan Leman (23) warga Dusun Kenyanyan Desa Bumi Agung Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara.
            Kapolres Lampung Utara AKBP Eka mulyana, S.I.K didampingi Wakapolres Kompol Yutam Dwi Heno, S.I.K, M.H, Kabag Ops Kompol Handak Prakasa Qalbi, S.T, M.H dan Kasat Reskrim AKP H. Syahrial, M.H. mengatakan, kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda. Rozali dibekuk saat berada di Bandar Lampung dan Leman diamankan dirumahnya. Kedua pelaku terpaksa diberi tindakan tegas dan terukur tembakan di kakinya karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap.
            Aksi kawanan ini terbilang sadis, sebab mereka tak segan-segan melukai bahkan menembak mati korbannya. "Mereka ini yang menembak hingga tewas korban Saprudin dan melukai kakanya Siti Patimah, warga Desa Bandar Kagungan Raya Abung Selatan Lampura pada 26 April 2018 lalu termasuk kasus curas tahun 2013 di Abung Semuli dengan korban meninggal dunia", kata Kapolres.
Dijelaskan dari hasil penyidikan sementara pihaknya, mereka telah lebih dari delapan kali melakukan aksi pembegalan diberbagai tempat. Yakni di Dusun Bumi Rahayu/ Talang Padang Desa Bumi Agung Abung Timur, dengan hasil satu motor TVS. Lalu di Umbul Jambu, Kotabumi Utara dengan hasil satu unit motor Virza.
            Kemudian di Tulung Mili, Kotabumi Ilir, Kotabumi dengan hasil satu unit motor Supra X 125. Di Desa Bojong, Kotabumi Udik, Kotabumi, para pelaku berhasil merampas motor Beat warna merah putih. Di Simpang Limus, Abung Barat kawanan ini juga berhasil membawa lari motor Beat putih. Kemudian di Jangkar Bumi, Kotabumi Utara para pelaku menggasak motor Supra X 125, serta di Dusun Kudus Desa Abung Jayo, Abung Selatan, dengan hasil motor Beat. Salah satu modus operandi pelaku, yakni dengan memasang kayu balok ditengah jalan yang akan dilintasi korban. Saat korban berhenti, para pelaku keluar dari semak-semak pinggir jalan dan langsung menodongkan senjata dan merampas motor korban. "Kami akan terus lakukan penyelidikan, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak yang menjadi korban ulah para pelaku", jelas Kapolres Lampung Utara AKBP Eka mulyana, S.I.K saat Press Conference, Selasa (19/6/2018).(RIAN)***




Kang Anton Charliyan Sambangi Pedagang Kios Lingkar Nagreg dan Berikan Solusi Permodalan


Bandung,NUANSA POST
Memasuki lebaran H+4 ini, Cawagub Nomor Urut 2  Anton Charliyan tidak hanya berleha leha di kediaman nya, seperti yang dilansir oleh redaksi LINTAS PENA, Anton Charliyan mengunjungi beberapa posko mudik di seputaran Lingkar Nagreg,dan berbincang dengan para penjual dagangan/warung disekitar posko mudik. (18/4)
            Ketika memasuki salah satu warung,yang dijaga oleh seorang ibu paruh baya,yaitu Entin (72 th)  dia "mengadu" kepada Cawagub no. 2 ini soal modal untuk usaha."Aduh pak,saya ini pengen buka usaha yang lebih besar tapi gak punya modal." Ucapnya
            Anton Charliyan pun memberikan solusi dari pasangan HASANAH yaitu akan membuat BankDes untuk pedagang dan Bank Agro untuk petani. "Nanti kita buatkan BankDes untuk pedagang dan Bank Agro untuk petani,boleh meminjam tanpa agunan sepeser pun,jika pembayaran nya lancar boleh meminjam lebih besar lagi dan tetap tanpa agunan sepeser pun." sahut Anton Charliyan dengan senyum.
            Ketika mendengar ucapan sang Cawagub nomor urut 2 ini, Entin langsung sumringah dan menyalami Anton Charliyan berkali kali sembari mengucapkan banyak terimakasih.(PRADILA/ADVERTORIAL/REDI.M)***

Abah Anton Charliyan Kunjungi Posko Banser NU di Ruas Jalan Cileunyi dan Berikan Semangat



Bandung, NUANSA POST
Menjelang maghrib, Cawagub Nomor Urut 2 Abah Anton Charliyan beserta istrinya Ajeng Anton Charliyan secara spontan menyambangi Pos Mudik yang diadakan oleh Bantuan Serbaguna Nadhlatul Ulama (BANSER NU) bertempat di ruas jalan Cileunyi,Kab. Bandung (18/6).
            Dalam kesempatan ini, Abah Anton menyampaikan bahwa merasa senang melihat semangat pemuda pemuda yang mau untuk bergotong royong dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan khususnya pemudik. "Insya Allah jika kita ikhlas,ganti nya pahala..." ungkap Abah Anton.
            Arif ,salah seorang  anggota Banser  NU yang berjaga mengatakan bersyukur dan senang atas kehadiran Abah Anton,apalagi beliau pun dekat dengan keluarga alim uama, sehingga seperti "dilongok oleh ayah sendiri".
            Abah Anton pun telah mempersiapkan beberapa dus makanan ringan untuk dikonsumsi selama berjaga,dan disambut dengan baik oleh anggota Banser  NU yang berjaga.
“Tetap semangat, “itulah kalimat yang diucapkan oleh Abah Anton sebelum meninggalkan lokasi.(PRADILA/ ADVERTORIAL)***

Senin, 18 Juni 2018

Polres Rokan Hilir Periksa Kesehatan dan Urine Pengemudi Mini Bus yang Diduga Mengendarai dengan Kecepatan Tinggi


Rokan Hilir, NUANSA POST
Pada hari   senin  (18/6/ 2018) sekitar  pukul 16.45 WIB di depan Pos Pam Rantau Bais Ops Ketupat Muara Takus 2018 Polres Rokan Hilir, telah dilakukan pemeriksaan Kesehatan dan Urine Pengemudi Mini Bus yang Diduga Mengendarai dengan Kecepatan Tinggi.
Adapun yang hadir dalam Pengecekan kesehatan dan urine pengemudi mini bus tersebut di Pimpin oleh Kabag ops Polres Rokan Hilir Kompol Antoni L Gaol, SH, MH di dampingi oleh Kabag Ren Polres Rokan Hilir, Kasat Lantas Polres Rokan Hilir, Urkes Polres Rokan Hilir dan seluruh anggota Pos Pam Rantau Bais kemudian telah melaksanakan pengecekan kesehatan dan urine pengemudi mini bus yang mana bus yang dilakukan pengecekan sebanyak 5 orang mengemudi bus sbb:
Parluhutan Sitompul, supir Duri indah, hasil pengecekan urine negatif metampetamine.
Ramali Simanjuntak, supir Duri Indah, hasil pengecekan urine negatif metampetamine.
Sugeng Arianto, supir Kubu indah, hasil pengecekan urine negatif (-) metampetamine.
Roy Ronald, supir Duri Indah, hasil pengecekan urine negatif(-) metampetamine.
Saman, supir Sarah Transport, hasil pengecekan urine negatif (-) metampetamine.
Kegiatan dilakukan guna untuk memberikan kenyamanan terhadap pemudik lebaran yang menggunakan jasa angkutan umum bus dan memeriksa kesehatan jasmani dan rohani supir angkutan bus.(SB)***

Jalur Jalan Singaparna Macet


Tasikmalaya, NUANSA POST
Sejak hari kedua Idul Fitri 1439-H hingga hari keempat, arus kendaraan roda empat dan roda dua yang masuk ke Kota Tasikmalaya, baik melalui jalur Ciawi maupun Singaparna mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tak mengherankan bila mengalami kemacetan di beberapa ruas jalan hingga beberapa kilometer.
            Seperti halnya pada hari keempat (H+4) Lebaran, arus kendaraan roda empat dan dua yang melalui jalur Jln.Raya Singaparna macet, padat merayap hingga beberapa kilometer. Laju kendaraan roda empat  tidak bisa bergerak cepat.
            “Kalau hari hari biasa, dari Singaparna ke Kota Tasikmalaya hanya membutuhkan waktu 30 menit, sekarang bisa 1 jam lebih meski menggunakan sepeda motor. Kalau pakai kendaraan bisa satu jam setengah hingga 2 jam,”ungkap Wartono, warga Singaparna.
            Untuk mengatur arus kendaraan supaya tidak macet, terutama di kawasan Jln Raya Singaparna tepatnya di Kampung Cikadongdong yang berdekatan dengan belokan Jl.Mangin, para pemuda yang tergabung dalam wadah Karang Taruna Desa Cikadongdong turun tangan secara sukarela mengatur arus lalulintas.(DEDE HERDIAWAN)***

Ribuan Pengunjung Padati Kawasan Objek Wisata Pantai Pengandaran


Pangandaran,NUANSA POST
Pada H+2 dan H+3 Hari Raya Idul Fitri 1439 H, ribuan pengunjung dari berbagai kota dan umumnya para pemudik memadati kawasan objek wisata Pantai Pangandaran dan objek wisata lainnya. Pemkab Pengandaran melalui dinas terkait meraup keuntungan dari jumlah pengunjung yang membludak tersebut. Juga para pemilik hotel dan restorant maupun pegadang lainnya “marema” dengan adanya para pemudik yang bereakreasi ke objek wisata andalan di kabupaten.
            Berdasarkan pantauan NUANSA POST, antrean kendaraan roda empat dan roda dua pun hingga beberapa kilometer, sehingga membuat sibuk aparat keamanan terutama petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan.
            “Jumlah ribuan pengunjung yang memadati Pantai Pangandaran biasanya berlangsung selama seminggu pasca Lebaran. Apalagi libur lebaran tahun ini cukup lama, sehingga para pmudik pun memanfaatkan waktunya untuk berlibur di Pantai Pangandaran,”ujar seorang petugas.(DEDE HERDIAWAN)***

Mangandar Tua Haloho Tewas Bersimbah Darah di Halaman Rumahnya


Rokan Hilir, NUANSA POST
Penemuan mayat seorang laki-laki an. Mangandar Tua Haloho (41) tewas bersimbah darah  di halaman rumahnya Jl. Lintas Riau-Sumut Simpang Simaholder Bagan Batu Barat Kec. Bagan Sinembah. Saksi saksi Martha Br Nababan (34)istri korban  dan Poster Simarmata (59) tetangga korban.
            Kronologisnya yakni pada hari Senin tgl 18 Juni 2018, sekira Pkl 01.00 wib korban dan istri korban keluar dari rumahnya karena mendengar suara gonggongan anjing disekitar rumah, lalu korban memeriksa ke sekitar rumah untuk mengecek keadaan sekitar rumah.
Setelah memeriksa sekitar rumah, korban dan istrinya kembali masuk kedalam rumah dan menonton tv lalu tidur. 
            Pada pukul 05.00 WIB  istri korban bangun dan tidak melihat korban di dlm kamar, lalu istri korban mencari korban didalam rumah namun tidak menemukan korban.
 aKemudian istri korban mencari korban diluar rumah dan tidak berapa lama istri korban melihat korban sudah tergeletak dipinggir jalan yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah korban.
 aKemudian istri korban mengangkat tubuh korban dan menyeretnya sampai ke depan rumah korban / teras rumah dan setelah itu istri korban memanggil saksi an. Poster Simarmata dan segera melaporkan kejadian tsb ke Polsek Bagan Sinembah.
            Dari kondisi tubuh korban terdapat luka pada dagu bagian bawah sebelah kanan diduga akibat kekerasan.(SB)***


Cawagub Kang Anton Charliyan Sempatkan Diri Kunjungi Posko P2 Jabar-Mitra Polisi di Kawasan Nagreg


Bandung, NUANSA POST
Pada H+4 Lebaran Idul Fitri 2018 kali ini, Cawagub Nomor Urut 2 Anton Charliyan atau yang lebih akrab disapa Abah Anton ini mengunjungi beberapa posko mudik yang diadakan oleh P2  JABAR - MITRA POLRI (Paguyuban Pengemudi dan Pengusaha Jawa Barat) di lingkar Nagreg Jawa Barat. (18/6)
            Anton Charliyan mengunjungi posko sembari mengecek keadaan para penjaga posko, baik dari segi kesehatan,keamanan,serta kualitas pelayanan yang diberikan posko itu sendiri."Ya alhamdulillah,banyak sekali relawan relawan kemanusiaan yang rela bersusah payah dan ikhlas menjaga serta mengawasi saudara-saudara nya yang melaksanakan mudik lebaran" pungkas Jendral Purnawirawan Polri ini.
            Disisi lain,penjaga posko pun merasakan kebahagiaan ketika dikunjungi oleh Abah Anton,"Senang,bisa dikunjungi oleh Pembina sendiri" ucap salah satu Anggota P2 Jabar yang berjaga.
            Seperti yang diketahui bahwa Anton Charliyan merupakan Dewan Pembina P2 JAWA BARAT - MITRA POLRI. (PRADILA/ RILIS/ ADVERTORIAL)***

Dukungan KH. Asep Moushul Affandi dan Anak Kandungnya Terhadap TB Hasanuddin - Anton Charliyan pada Pilgub Jabar 2018


Kab.Tasikmalaya, NUANSA POST
Pada Idul Fitri  1439-H / 2018 ini, Abah Anton Charliyan banyak sekali mengunjungi para alim ulama di kota kelahirannya Tasikmalaya dan sekitarnya. Setidaknya, di antara banyak tempat yang dikunjungi beliau, salah satunya adalah Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya  pimpinan KH. Asep Moushul Affandi,
            "Senang sekali bisa berkumpul dengan keluarga seperti ini.." ucap KH. Asep Moushul di kediamannya, di Ponpes Miftahul Huda Jl. Miftahul Huda, RT.05 / RW.02, Pasir Panjang, Kalimanggis, Manonjaya, Kalimanggis, Tasikmalaya. (15/6)
KH. Asep Moushul Affandi bercengkrama dengan Abah Anton Charliyan ketika bertemu,dan sempat mengatakan bahwa anak kandung nya Indra Ahmad Mustafa juga merupakan Tim Sukses Pemenangan HASANAH.
            "Putra kandung saya juga menjadi salah satu ketua Tim Pemenangan HASANAH di daerahnya. Karena dia merasa harus dan wajib untuk mendukung keluarganya sendiri demi kemajuan pembangunan Jawa Barat." ucap KH. Asep Moushul.(PRADILA/ RILIS/ ADVERTORIAL)***

Kang Anton Charliyan Sering Berkunjung ke Miftahul Huda Manonjaya


Kab.Tasikmalaya, NUANSA POST
Sosok Anton Charliyan merupakan jendral bintang dua yang berprestasi di institusi Polri, dibalik seragam coklatnya yang gagah, ternyata beliau dari dulu sering berkunjung ke pondok pondok pesantren, tempat-tempat keramaian, dan terkenal dekat dengan para ulama dan masyarakat.
            Masih pada momen Idul Fitri,Anton Charliyan menyempatkan diri hadir ke Pondok Pesantren Miftahul Huda untuk melaksanakan Shalat Maghrib sekaligus bersilaturahmi dengan KH. Asep Moushul Affandi di Ponpes Miftahul Huda Jl. Miftahul Huda, RT.05 / RW.02, Pasir Panjang, Kalimanggis, Manonjaya, Kalimanggis, Tasikmalaya. (15/6)
            Selepas melaksanakan Ibadah Shalat Maghrib, Anton Charliyan langsung bercengkrama di kediaman KH. Asep Moushul Affandi,sembari tertawa ringan mengingat momen-momen ketika Anton Charliyan menjabat sebagai Kapolwil Priangan dulu,
Seperti yang dikatakan pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, KH. Asep Moushul Affandi "Abah Anton itu,dari zaman dia menjadi Kapolwil Priangan, sering sekali berkunjung kesini,bahkan beliau juga ikut meresmikan Resimen Santri (Resan) Miftahul Huda. Jadi Bukan hanya ketika maju menjadi Calon Wakil Gubernur. Hingga saya tau betul bagaimana sifat beliau,sangat dekat dengan Ulama,bisa dikatakan Sahabat para Ulama " Ucapnya.
            "Saya dengan KH. Asep Moushul ini sudah seperti saudara,sering diskusi bersama" pungkas Anton Charliyan. (PRADILA/ ADVERTORIAL)***

Benteng Berkarya Apresiasi Positif Pelantikan Komjen Pol M Iriawan sebagai PJ Gubernur Jabar


Bandung, NUANSA POST
Pengurus DPW Benteng Berkarya Jawa Barat hadiri acara Pelantikan Komjen Pol M Iriawan selaku Penjabat Gubernur Jabar pada Senin, 18/06 di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika Bandung. Perwakilan Benteng Berkarya Jabar yaitu Ketua DPW R. Tjetjep Saefulloh dan Sekretaris Rakhmat T Sujarwo serta beberapa pengurus lainnya tampak hadir.
            “DPW Benteng Berkarya Jawa Barat mengapresiasi positif dilantiknya Komjen
Pol M. Iriawan atau akrab dikenal "Iwan Bule" yang pernah menjabat Kapolda Metro Jaya dan mantan Kapolda Jawa Barat. “jelas R.Tjetjep Saefulloh kepada LINTAS PENA MEDIA Group
            R. Tjetjep menilai Komjen Pol M Iriawan adalah sosok yang memiliki kompeten dan profesional serta kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat adat Sunda. Olehnya, Tjetjep optimis di bawah kepemimpinan Pj Gubernur yang baru dilantik ini Jawa Barat akan Kondusif, aman terkendali terutama dalam perhelatan demokrasi Pilkada Serentak Jabar akhir bulan ini.
            "Kami mengapresiasi positif atas pelantikan Pa Komjen Pol M. Iriawan (Kang Iwan Bule) selaku Pj Gubernur Jabar. Beliau adalah sosok yang memiliki kompetensi dan dikenal dekat dengan masyarakat Jabar. Olehnya saya optimis Jawa Barat dapat kondusif, Aman terkendali, utamanya di perhelatan demokrasi Pilkada Serentak (Pilgub) Jabar 2018" kata Tjetjep.
            Seperti diketahui, Jawa Barat dikenal sebagai daerah intoleran tertinggi di
Indonesia saat ini. Sesuai dengan hasil penelitian Wahid Foundation yang dilakukan akhir 2017 lalu, Jawa Barat itu sebagai provinsi dengan tingkat intoleransi tertinggi di Indonesia, olehnya butuh sosok pemimpin yang memiliki kecerdasan spritual yang baik untuk membangun sikap toleransi agar Jawa Barat tumbuh menjadi daerah yang aman dan nyaman.
Komitmen Dukung Hasanah
            Dalam kesempatan itu, pengurus DPW Benteng Berkarya (BB) Jawa Barat
menegaskan kembali bahwa pihaknya tetap konsisten mendukung dan memenangkan Hasanah (Hasanudin - Anton Amanah) sebagai Gubernur- Wakil Gubernur Jabar Periode 2018-2023.
            Menurut Rakhmat, Sekretaris DPW BB Jabar, hal ini dilandasi dengan pemikiran bahwa Pasangan Hasanah memiliki kriteria yang ideal dalam rangka terjaminnya masyarakat Jawa Barat yang aman dan nyaman lima tahun ke depan. "Kami tetap konsisten dan optimis memenangkan "Hasanah" sebagai Cagub-Cawagub yang ideal dalam rangka terciptanya daerah yang aman dan nyaman." tegas.(REDI MULYADI/ADV)***



Minggu, 17 Juni 2018

Didepan Alumni Nepatas 95, Hendra S.IP Mengaku Maju di Pileg Hanya Untuk Ibadah


Tasikmalaya, NUANSA POST
Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Kota Tasikmalaya Periode 2019-2024, Hendra S.IP rasanya tak henti hentinya memanfaatkan moment reuni di sekolahnya untuk mensosialisasikan dan memperoleh dukungannya maju dalam parlemen di Kota Tasikmalaya pada 2019 mendatang.
            Kedatangan Hendra S.IP yang sengaja datang langsung dalam acara reuni alumni SMP Negeri 4 Tasikmalaya (Nepatas) angkatan 1995, Senin (18/6/2018) pagi tadi tampak berbeda. Kehadiran Bacaleg PAN dari Dapil 1 Tawang-Cihideung itu  disambut meriah para alumni dan adik adik kelas Nepatas yang hadir di kampus Nepatas Jl.RE Martadinata depan alun alun Kota Tasikmalaya.
            "Suatu kebanggaan dan kehormatan ada rekan saudara  Alumni Nepatas 95 maju di Pileg 2019 ( Hendra , S.IP ), beliau sosok yang aktif,  sabar serta tawakal saat masih duduk di SMP Nepatas 95 kala itu. Kayaknya Kang Hendra layak untuk duduk di parlemen 2019," ungkap H .Novall Luftie  Panitia Reuni SMP Nepatas 95 kepada NUANSA POST, Senin (18/6/2018) pagi.
            Bahkan Noval menyampaikan pesan kepada Alumni Hendra S.IP, jika nanti menjadi wak Rakyat di parlemen, untuk tidak jumawa dan harus Amanah . Insya Alloh akan rekan Alumni Nepatas 95 akan habis-habisan  mendukung serta Mendoakan sosok Hendra, S.IP for Pileg 2019.
            Menanggapi dukungan dan doa dari rekan rekan     alumni Nepatas 95, Hendra hanya bisa mengucapkan rasa terima kasih kepada rekan Alumni beserta guru guru Nepatas yang begitu berjasa mendidik dan memberi ilmu pengetahuan yang sangat berarti selama ini.
            "Dukungan ini merupakan modal penyemangat kami untuk selalu berjuang dan berikhtiar. Saya merasa bersyukur dan bangga atas dukungan ini, Insya Alloh kami maju menjadi wakil Rakyat ini semata mata hanya untuk beribadah," pungkasnya.(TONO)***

Kang Anton Charliyan Meminta Nasihat KH Basyuni Kanali di Hari Raya Idul Fitri


Tasikmalaya, NUANSA POST
Masih dalam  “momen” suasana Hari Raya  Idul Fitri 1439 H, Cawagub Jabar Nomor Urut 2 Kang Anton Charliyan mengunjungi salah satu pesantren di Kabupaten tasikmalaya,yaitu Pondok Pesantren Miftahul Jannah Pimpinan  KH. Basyuni Kanali yang berada di Desa Sindangraja Kec. Jamanis, Kab. Tasikmalaya. (17/6)
            Seperti yang diketahui KH. Basyuni Kanali juga merupakan salah satu Mutassar/Dewan Penasehat Nadhlatul Ulama Jawa Barat "Di sisa waktu yang tinggal beberapa hari lagi,niatkan membela Agama,niatkan membela Pancasila,pokoknya semua niat yang baik. Insha Allah jika di niat kan yang baik maka hasilnya pun baik. Saya doakan yang terbaik untuk Pasangan HASANAH semoga berhasil pada Pilgub Jabar tahun ini." ucap KH. Basyuni Kanali pada kesempatan ini.
            Kang Anton pun "ngobrol santai" dengan gurunya tersebut,membahas persoalan persoalan di Jawa Barat sembari meminta saran kepada KH. Basyuni Kanali. "Ya namanya juga seorang Murid,tidak ada salah nya meminta nasihat kepada guru sendiri,terutama kan beliau adalah salah satu Ulama di Jawa Barat." tutup Kang Anton Charliyan. (DEA/ RILIS/ ADVERTORIAL)***

Sabtu, 16 Juni 2018

Ibunda Tercinta Direktur Utama PT.LINTAS PENA MEDIA Meninggal Dunia


Innalilahi wa Innaillahi roji'un telah pulang ke Rahmatullah ibunda tercinta kami Mimih Wakiah Sri Wahyuni hari ini,Sabtu 16 Juni 2018 atau 2 Syawal 1439 H pada pukul 11.00 WIB . Zenajah almarhumah dikebumikan di belakang Desa Sukagalih kecamatan Sukaratu kabupaten Tasikmalaya. Semoga amal ibadahdan iman Islam  almarhumah diterima oleh Allah SWT. Amiin YRA
                Almarhumah adalah ibu kandung Direktur Utama PT LINTAS PENA MEDIA Redi Mulyadi dan Direktur Ade Bachtiar Alief. “Kami mengucapkan terima kasih kepada sanak keluarga, saudara dan rekan rekan yang telah melayat almarhumah ibunda tercinta kami,”ungkap Redi Mulyadi disela sela pemakaman. (IRENIA SAKINAH)***  

Jurnalis Dikriminalisasi, Dewan Pers Tak Berguna dan Harus Dibubarkan



Oleh: Wilson Lalengke

Pers adalah Hak Azasi Manusia

"BAHWA dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki, yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejateraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa". Demikian bunyi konsideran poin (b) Undang-Undang (UU) RI Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Statemen UU ini jelas menggariskan bahwa menyatakan pendapat/pikiran dan hak memperoleh informasi adalah Hak Azasi Manusia (HAM) yang paling hakiki. Merujuk kepada daftar HAM yang harus dihormati negara (Pemerintah dan aparatnya, termasuk warga masyarakat), maka HAM menyatakan pendapat/pikiran dan HAM memperoleh informasi sama derajat-nya dengan HAM beragama dan HAM untuk hidup. Keempatnya sama-sama didudukkan sebagai HAM yang sangat hakiki.
Pengertian HAM yang sangat hakiki, atau biasanya juga dibahasakan sebagai HAM yang paling azasi adalah hak-hak azasi setiap orang yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun juga, termasuk oleh pemerintah/aparat. HAM yang sangat hakiki ini asalnya dari pencipta manusia, yakni Tuhan Yang Maha Esa, HAM yang dibawa sejak seseorang lahir ke dunia ini. Oleh karena itu, HAM-HAM ini ditempatkan pada posisi paling tinggi, yang wajib untuk dihormati tanpa pengecualian.
Informasi adalah kebutuhan paling dasar dari setiap manusia di bumi ini, di zaman apapun dia hidup. Informasi adalah "makanan" manusia sejak ia lahir hingga nanti ia kembali ke alam baka. Banyak orang terbukti mampu bertahan hidup berhari-hari tanpa makan dan minum. Namun, tiada seorangpun yang mampu bertahan hidup tanpa asupan informasi walau hanya sehari saja. Kitab suci agama-agama telah menyatakan dengan tegas, informasi adalah fundamental pemberi kehidupan bagi setiap mahluk manusia. Islam mengajarkan "Iqra" (Bacalah - red) sebagai ayat pertama dan utama yang diturunkan Allah SWT bagi umatnya. Inti ajaran tersebut adalah "carilah dan milikilah informasi" agar kamu bertumbuh menjadi manusia yang sholeh dan sholeha, manusia yang diridhoi oleh Allah SWT. Dalam kalimat yang berbeda namun substansinya sama, kristen mengajarkan "manusia hidup bukan dari roti sahaja, tapi juga dari firman...". Firman adalah informasi itu sendiri, yang diperlukan manusia beriman untuk tumbuh menjadi manusia yang berkenan bagi Tuhan.
            Jadi, amat tepatlah jika perundang-undangan di republik ini menetapkan dengan tegas bahwa menyatakan pikiran/pendapat dan hak memperoleh informasi adalah HAM yang paling hakiki bagi setiap warga negara Indonesia. Implementasi HAM yang sangat hakiki ini berwujud pada pola memberi-menerima informasi yang dikerjakan dalam sebuah sistem bernama jurnalisme. Kegiatan jurnalistik yang dikerjakan secara terorganisasi dengan baik disebut pers. Melalui kegiatan jurnalistik yang dikerjakan oleh lembaga pers, para pekerja pers (wartawan/jurnalis) mencari, mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan mempublikasikan/menyiarkan informasi kepada publik. Kerja-kerja pers inilah yang kemudian memenuhi kebutuhan HAM yang sangat hakiki masyarakat, yakni memperoleh informasi.

Perlindungan Hukum
Sebagai HAM yang sangat hakiki, maka menyatakan pendapat dan pikiran, dan memperoleh informasi yang terwujudkan melalui pola jurnalisme dalam bentuk kerja-kerja pers perlu dilindungi secara hukum oleh negara. Hanya dengan perlindungan hukum yang kuat dan ditegakkan dengan benar, kehidupan jurnalisme dan pers Indonesia bisa mendapatkan ruang semai dan bertumbuh yang baik dan kondusif.
            Jaminan perlindungan hukum terhadap pers dituangkan pada konsideran poin (c) UU Pers yang menyatakan: "bahwa pers nasional sebagai wahana komunikasi massa, penyebar informasi, dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional, sehingga harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum, serta bebas dari campur tangan dan paksaan dari manapun". Produk pers adalah kreativitas budi-daya manusia dengan menggunakan segala akal-pikiran, ide, dan olah pikir berbentuk perenungan manusia. Sebagai sebuah kreativitas, maka pers tidak hanya harus bebas dari intervensi atau campur tangan dari pihak manapun tetapi juga harus terlepas dari kungkungan pakem tertentu yang akan menghambat kreativitas seseorang. Kebebasan berkarya-kreatif tersebut sangat perlu dijamin secara hukum agar tidak membelenggu proses jurnalisme yang sedang dijalankan oleh setiap warga masyarakat.
            Penegasan perundangan tentang perlindungan hukum atas kegiatan jurnalisme dan pers dipertegas dalam pasal 4 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers, yang terdiri atas 4 ayat. Secara rinci, keempat ayat perlindungan hukum pers adalah:
(1) Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.
(2) Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.
(3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.
(4) Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.
Sanksi hukum atas pelanggaran terhadap pasal 4 UU Pers ini telah juga cukup jelas, seperti tertuang dalam pasal 18. Sanksi pidana denda dapat dikenakan kepada setiap pihak yang menghambat kerja pers. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2), yakni melakukan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). Pidana denda lima ratus juta rupiah ini juga dikenakan kepada setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pers dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi kepada publik.
Tujuan dan Fungsi Pers
Tujuan jurnalistik menurut Komite Peduli Jurnalis adalah untuk menyediakan informasi yang cukup kepada pembaca (publik) agar mampu mengambil keputusan sendiri dengan baik (to present the reader with enough information to make up his or her own mind. CCJ – Committee of Concerned Journalists). Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang jurnalis atau pekerja pers berkewajiban untuk mencari dan memberikan informasi sebanyak-banyaknya, sedetil-detilnya, seakurat-akuratnya dan secepat-cepatnya kepada masyarakat.Ketersediaan informasi diperlukan di semua bidang kehidupan manusia. Kealpaan seorang pekerja pers dalam memberikan informasi kepada masyarakat akan berakibat fatal. Ketiadaan informasi tentang program-program pemerintah, misalnya, akan menjadikan masyarakat apatis dan bersikap tidak peduli dengan pelaksanaan pembangunan di komunitasnya. Di bidang politik seperti dalam pelaksanaan Pilkada serentak, juga Pileg dan Pilpres mendatang, ketersediaan informasi tentang orang-per-orang para pasangan kontestan Pilkada menjadi kunci sukses bagi terpilihnya sosok pemimpin daerah yang ideal sesuai harapan bangsa. Ketidak-cukupan informasi yang disajikan ke publik oleh para pekerja pers akan menjadi salah satu faktor kegagalan Pilkada di suatu daerah.
Pers berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Terkait dengan hal ini, berdasarkan Pasal 6 UU Pers, pers nasional berperan untuk beberapa hal, yakni:
a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;
b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan;
c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar;
d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Dari ketentuan perundangan tersebut, amat jelas terlihat bahwa tugas dan fungsi para pekerja pers mencakup berbagai hal, termasuk melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Adalah mustahil melakukan tugas pengawasan, kritik dan koreksi terhadap badan-badan publik dan pejabat publik jika kegiatan publikasi atau penyiaran informasi dibelenggu oleh pihak tertentu. Hal ini sejalan dengan UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Keterbukaan Informasi Publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik.
Dewan Pers Malfungsi
Peraturan perundangan RI di bidang Pers juga mengatur tentang pembentukan sebuah lembaga khusus untuk mengelola kehidupan dan perkembangan pers secara nasional agar berkembang dengan baik dan sesuai dengan cita-cita bangsa. “Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen.” (pasal 15 ayat (1) UU Nomor 40/1999). Berdasarkan ketentuan pasal ini, maka dibentuklah suatu lembaga yang diberi nama Dewan Pers.
            Dewan Pers telah ada sejak tahun 1966, berdiri berdasarkan UU Nomor 11 tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers, yang saat itu berfungsi sebagai penasehat Pemerintah dan secara struktural berada di bawah Departemen Penerangan. Sesuai tuntutan reformasi, lembaga Dewan Pers yang dibentuk berdasarkan UU No 40/1999 kemudian berada di luar sistem pemerintahan alias independen. Secara substansif, keberadaan lembaga Dewan Pers dimaksudkan untuk menjamin terpenuhinya HAM yang sangat hakiki setiap warga negara Indonesia.
Sesuai ketentuan UU, Dewan Pers diwajibkan melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
a. melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers;
b. menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik;
c. memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers;
d. mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat, dan pemerintah;
e. memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan;
f. mendata perusahaan pers.
            Singkat kata, dari uraian fungsi-fungsi yang harus dijalankan Dewan Pers di atas, khususnya poin (c) dan (d), penyelesaian persoalan-persoalan pers terkait pengaduan masyarakat atas pemberitaan dan publikasi informasi di media massa harus ditangani oleh Dewan Pers. Lembaga ini berkewajiban untuk melakukan usaha pendidikan melek media kepada seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah (lebih khusus pejabat negara di semua level) dalam rangka mengembangkan paradigma komunikasi yang baik, konstruktif dan produktif bagi kemajuan bangsa dan negara ini. Dewan Pers perlu melaksanakan “pendidikan pers” kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kriminalisasi jurnalis yang banyak terjadi selama ini akibat karya jurnalistik mereka yang dipublikasikan di media-media massa sangat memprihatinkan, sebab pola pemenjaraan jurnalis karena tulisannya adalah bentuk pelanggaran berat HAM yang sangat hakiki terhadap seorang jurnalis. Pemidanaan pekerja pers akibat produk pers yang dihasilkan dan dipublikasikannya oleh penegak hukum adalah sama derajatnya dengan pembunuhan seorang manusia. Pelanggaran berat tidak berhenti pada sang jurnalis yang dikriminalisasi saja, tetapi secara bersamaan juga telah dilanggar HAM yang sangat hakiki masyarakat, karena HAM mereka untuk memperoleh informasi menjadi terabaikan akibat sang jurnalis pemberi informasi telah “dibunuh” aparat penegak hukum. Ini artinya, kriminalisasi jurnalis akibat karyanya adalah pembunuhan sang jurnalis dan masyarakat secara bersamaan.
Untuk menghindari adanya kriminalisasi pers tersebutlah, diperlukan lembaga independen yang akan menjadi wadah penyelesaian sengketa pers antara para pekerja pers dengan masyarakat, termasuk pejabat pemerintah. Sebagai sebuah kasus delik aduan, Dewan Pers harus berinisiatif untuk melakukan mediasi-mediasi antar pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers. Amat jelas tersurat bahwa fungsi lembaga ini adalah untuk “mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers”. Oleh karena itu, penting sekali bagi masyarakat untuk mempertanyakan pelaksanaan fungsi Dewan Pers tersebut ketika jurnalis (termasuk para penulis lepas dan pewarta warga) dikerangkeng karena informasi yang mereka berikan kepada masyarakat melalui publikasi media massa. Jika Dewan Pers tidak sanggup melaksanakan fungsi itu, dan beberagai fungsi lainnya, maka itu berarti lembaga ini tidak berguna dan perlu dibubarkan segera.
Masih mengacu kepada UU Pers, keanggotaan Dewan Pers terdiri dari: (a) wartawan yang dipilih oleh organisasi wartawan; (b) pimpinan perusahaan pers yang dipilih oleh organisasi perusahaan pers; (c) tokoh masyarakat, ahli di bidang pers dan atau komunikasi, dan bidang lainnya yang dipilih oleh organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. Menjadi menarik untuk mempertanyakan keberadaan Ketua Dewan Pers sejak tahun 2010, yang dijabat oleh Prof. Dr. Bagir Manan. Sebagai seorang pakar hukum tata negara, mungkin dengan mudah setiap orang terpesona dan beranggapan bahwa beliau adalah orang yang mumpuni dalam pengembangan pers nasional. Lagipula, guru besar Universitas Pajajaran Bandung berusia 74 tahun tersebut adalah mantan Hakim Agung RI, yang oleh karena itu pasti memiliki pengalaman dan wawasan luas tentang penanganan pers. Namun, dari sisi perundangan yang ada, sesungguhnya penunjukkan Bagir Manan sebagai anggota Dewan Pers adalah sebuah pelanggaran UU. Ditilik dari sisi kinerja seorang Bagir Manan sebagai Ketua Dewan Pers, publik dengan mudah dapat menilai bahwa selama ini negara telah kehilangan miliaran, bahkan triliunan rupiah, uang dari pajak rakyat hanya untuk membiayai lembaga malfungsi (gagal fungsi) yang menjadi tempat parkir pensiunan pejabat negara tersebut.
Pemikiran dan Usulan Alternatif
Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan canggih telah melahirkan berbagai perubahan dan pergeseran pola, bentuk, dan sistem dalam dunia jurnalisme, pers, dan publikasi, baik di tingkat lokal, nasional, regional, maupun global. Indonesia termasuk negara yang tergolong dalam daftar konsumen terbesar produk teknologi informasi, cenderung hanya sebagai konsumen kemajuan teknologi belaka. Pada kondisi ini, antisipasi terhadap perkembangan dunia informasi-komunikasi dan implikasinya selalu terlambat. Hal ini juga terlihat dari cepatnya produk UU terkait informasi dan komunikasi, jurnalistik dan pers, yang cepat usang. UU No. 40 tahun 1999 terlihat tidak mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat pers Indonesia beberapa tahun terakhir.
Hal ini diperburuk dengan masih suburnya pola hidup koruptif, kolusif, dan nepotisme di kalangan masyarakat dan birokrasi pemerintahan, termasuk aparat. Pendidikan masyarakat umum yang masih jauh terkebelakang menyebabkan kecerdasan dan melek informasi masih menjadi persoalan bangsa hingga saat ini. Akibatnya, persoalan pers yang dihadapi oleh para pemangku kepentingan, terutama para wartawan masih menjadi mimpi buruk siang dan malam. Kriminalisasi pekerja pers terjadi dari tahun ke tahun, dan cenderung meningkat. Lembaga-lembaga terkait, termasuk organisasi wartawan yang jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu tidak mampu berbuat banyak untuk mengadvokasi dan memperjuangkan, baik HAM jurnalis pemberi berita maupun HAM masyarakat penerima informasi.
Berdasarkan uraian dan gejala faktual di lapangan belakangan ini, berikut beberapa alternatif pemikiran yang kiranya dapat dikembangkan menjadi wacana bersama untuk dilakukan, yakni:
Amandemen UU Nomor 40 Tahun 1999
Langkah ini amat penting untuk menetapkan peraturan pelaksanaan Pasal 28E dan 28F UUD 1945 tentang kebebasan berpikir, kebebasan menyatakan pendapat, dan berkomunikasi serta menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Pada banyak kasus, sengketa pers justru dipaksakan menggunakan peraturan selain UU Pers. Selain itu, penyaluran dan publikasi informasi melalui media-media online yang demikian marak beberapa tahun terakhir nyaris tidak mampu dilindungi oleh UU Pers. Kehadiran pewarta masyarakat yang mewabah meniadakan sekat-sekat sosial, ekonomi, profesi, pendidikan, bahkan melintas batas bangsa dan teritorial negara, belum terakomodir dalam UU Pers. Lagi, pengertian dari beragam hal terkait jurnalisme telah bergeser dari makna semula, memisal penulis lepas di jaman dulu, saat ini lebih populer sebagai kontributor yang juga menyertakan hasil foto atau video sebagai pendukung tulisannya; juga munculnya terminologi baru dalam dunia pers, seperti citizen journalist, jurnalis back-packer, media sosial, dan lain-lain. Hal-hal ini perlu diatur dalam perundangan yang baru nanti.
Pembubaran Dewan Pers
Pembubaran dapat juga (minimal) berbentuk restrukturisasi kelembagaan Dewan Pers agar benar-benar mampu mengakomodasi kebutuhan penyelesaian masalah delik pers, dan pengembangan pendidikan pers bagi masyarakat banyak. Dunia pers ibarat sekolah maha luas. Masyarakat dari belahan dunia manapun dapat belajar setiap saat melalui media massa, terutama karena ditunjang oleh ketersediaan teknologi informasi dengan beragam perangkat, vitur, maupun sistemnya. Dalam tubuh lembaga Dewan Pers harus mencerminkan berbagai bidang terkait peningkatan kecerdasan pers masyarakat, mediasi dan advokasi jurnalis, serta tidak kalah pentingnya bagian Dewan Pers yang melakukan program pemberdayaan wartawan, baik peningkatan kapasitas dan kapabilitas kerja maupun dari sisi kesejahteraan wartawan.
Pendidikan Jurnalistik Masuk Kurikulum Sekolah
Menulis adalah esensi kemajuan peradaban. Demikian juga pendokumentasian segala budaya dan hasil produk kebudayaan menjadi bagian teramat penting bagi perkembangan sebuah bangsa. Tiada satupun bangsa yang menjadi besar tanpa ditunjang oleh pertumbuhan pengetahuan dan pengembangan teknologi di dalam bangsa tersebut. Pada tataran teknis, kemajuan demi kemajuan di bidang apapun, terutama ilmu pengetahuan dan teknologi hanya dapat dicapai berkat ketersediaan tulisan, data, dan dokumentasi audio-visual yang secara terus-menerus menjadi dasar pengembangan dan sumber inspirasi dari generasi ke generasi. Proses pengembangan kemampuan menulis dan dokumentasi audio-visual yang merupakan bagian dari kemampuan jurnalisme seseorang harus dibina sejak dini, bahkan sejak seorang anak masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Pemberian materi pendidikan jurnalistik bagi setiap warga negara secara pasti juga akan meningkatkan kecerdasannya di bidang informasi, komunikasi, dan media massa. Lebih daripada itu, paradigma yang baik dalam berbagi informasi via media sosial (yang merupakan salah satu bentuk publikasi media massa modern) dapat dibentuk, yakni dengan menekankan etika dan moralitas dalam setiap karya “jurnalistik” para siswa. Kementrian Pendidikan amat penting melakukan kajian teknis tentang pola, bentuk dan sistem pengembangan pendidikan jurnalistik bagi siswa sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. (WIL/Red)***
Jakarta, 7 September 2015
Penulis adalah Ketua Umum PPWI Nasional, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, trainer jurnalistik warga bagi ribuan anggota TNI, Polri, PNS, guru, dosen, mahasiswa, wartawan, karang taruna, dan masyarakat umum.

Iklan Humas Bengkalis "Hentikan Menebar Hoax"

Iklan Humas Bengkalis "Hentikan Menebar Hoax"

Iklan Pemkab Bengkalis

Iklan Pemkab Bengkalis
Sukseskan Asean Games

Iklan Pemkab Bengkalis

Iklan Pemkab Bengkalis
Sukseskan Pilgubri

Iklan Musi Rawas

Iklan Musi Rawas

Hari Pers Nasional 2018

Hari Pers Nasional 2018