Adsense

Konsultan Hukum

Konsultan Hukum

Sabtu, 19 Januari 2019

Sat Lantas Polres Rokan Hilir Akan Laksanakan Pagelaran Millenial Road Safety Festival


Rokan Hilir, NUANSA POST
Pada hari Jumat 18 jan 2019 telah dilaksanakan Giat rapat persiapan pegelaran millenial road safety festival di ruangan Sekda Kab. Rokan Hilir, rapat tersebut di pimpin oleh bapak Sekda, dan di dampingi oleh Kabag Ops Polres Rokan Hilir, Kasat Lantas Polres rokan Hilir, Ka Dishum, Ka Jasa raharja.
Kegiatan tersebut membahas tentang acara Lounching ,"Rohil Milenial Road Safety Featifal yang akan di rencanakan pada pertengahan bulan depan tepatnya pada tanggal 24 Februari 2019 di Lapangan sepak bola gubung jati Bagan sinembah (Prumnas).
Kapolres Rokan Hilir AKBP  Sigit Adiwuryanto, SIK, MH yang di wakili oleh Kasat Lantas Polres Rokan Hilir AKP Jusli, SH mengatakan nantiknya kegiatan ini akan banyak animo masyarakat yang akan turut hadir karena nantiknya babyak nya perlombaan perlombaan antara lain Jalan sehat milineal, Lomba senam kolosal, Lomba milineal inter per expo, Safety reding milineal dan Deklarasi keselamatan  milineal.
            “Adapun tema nantiknya adalah "mMenfujudkan Generasi Milenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang, "pungkas AKP Jusli, (SB)***

Irson Hendri Ansyah Caleg Generasi Minenial Asal Kec.Batanghari Nuban



Lampung Timur~ NUANSA POST
Irson Hendri Ansyah,SKM   merupakan salah satu calon legeslatif milenial dengan nomer urut calon 4 dari Partai Demokrat  berlambangkan Bintang dengan nomer urut partai 14 Dapil 7 dengan daerah pilih Kecamatan Batanghari Nuban, Kecamatan Raman Utara dan Kecamatan Pekalongan dengan jumlah keseluruhan 37 desa dari tiga kecamatan tersebut.Sosok bapak muda anak satu ini generasi milenial yang muncul dari masyarakat Desa Negara Ratu Kecamatan Batanghari Nuban
            Irson Hendri Ansyah,SKM ketika pemasangan baligo oleh tim suksesnya pada hari Sabtu (19/1/2019) mengatakan "Ya bang kebeneran ni cuaca lagi ga hujan dan juga ga begitu panas,ya sambari silaturahmi dengan masyarakat sekitar sini,di awali  dengan niat baik alhamdullillah dengan melewati proses penyelesaian administrasi data yang cukup lama ahirnya saya lolos dalam hal ini dan sudah mendapatkan nomer urut calon no 4, saya dari Partai Demokrat ini juga atas doa dari keluarga dan masyarakat,yang mudah - mudahan bisa terpilih oleh masarakat". Ucap Hendri panggilan akrabnya.
            Irson Hendri Ansyah,SKM tumbuh dalam keluarga politik jadi sangatlah wajar kalau dia memahami politik dan apa yang harus dilakukan dalam persiapan menghadapi kontestasi tahun 2019 serta tahun depan.   " Saya maju   dalam calon legeslatif ini dengan ketulusan dan keiklasan atau dalam bahasa jawa nya nothing to lose aja lah,cuma harapan saya,ketika saya ada dan menjadi bagian langsung dari masyarakat bersuara,saya berharap akan terjadi  perubahan yang lebih baik" Tutup Hendri dengan senyumnya.(ASRIL/ IKLAN)***

Pemkab Mesuji Serahkan Bantuan Hibah Rp 200 Juta Bantu Korban Tsunami Lampung Selatan


Kab.Mesuji, NUANSA POST
Pemerintah Kabupaten Mesuji menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp 200 juta untuk korban bencana tsunami di Lampung Selatan.Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Mesuji Khamami didampingi Wakil Bupati Mesuji Saply TH, Penjabat Sekretaris Daerah Adi Sukamto, beserta seluruh jajaran pejabat Pemkab Mesuji dan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto di Posko Logistik Penanggulangan Darurat Bencana Tsunami yang berlokasi di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Kalianda, Sabtu (19/01/2019).
Selain itu, Pemkab Mesuji menyerahkan bantuan yang diperoleh dari sumbangan dan penggalangan dana dari masyarakat Kabupaten Mesuji senilai total Rp 273 juta berupa 300 buah tabung gas 5,5 kg, 300 peralatan masak, 300 buah kasur, bantal, guling, dan bantuan baju.
Khamami pada kesempatan itu mewakili Pemkab Mesuji dan masyarakat Mesuji menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas bencana tsunami yang terjadi di wilayah Lampung Selatan beberapa waktu lalu.“Mungkin bantuan yang kami berikan ini tidak ada artinya, tetapi mudah-mudahan mampu mengurangi beban dari masyarakat korban bencana tsunami,” ujar Khamami saat menyerahkan bantuan.
Sementara itu, Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Nanang mengaku bangga atas kepedulian Pemkab Mesuji dan masyarakat Mesuji terhadap masyarakat Kabupaten Lamsel yang terkena musibah tsunami.“Kehadiran Pak Bupati Mesuji beserta jajarannya ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Atas nama pemerintah dan masyarakat, sekali lagi kami sampaikan ribuan terima kasih dan hanya Allah SWT yang bisa membalasnya,” ucap Nanang.
Usai memberikan bantuan secara simbolis, Bupati Khamami beserta jajaran Pemkab Mesuji mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Kunjir dan Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa(RANDI)***

Tim Opsnal Polsek Rimbo Melintang Ciduk Pelaku Curanmor di Kebun


Rokan Hilir, NUANSA POST
Tim Opsnal Polsek Rimbo Lintang telah berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Kebun Sawit pada hari Kamis 17/01/2019,sekira Pukul 08.00 Wib.Adapun korban dari curanmor tersebut yaitu,Jamsari (44) yang beralamat di Jalan Rimba Utama Rt 020 Rw 008 Kel. Rimba Melintang Kec. Rimba Melintang Kab. Rohil Prov. Riau.
            Sementara pelaku curanmor tersebut merupakan warga Kel.Rimba Melintang SR (31), yang beralamat di Jalan Jauhari Mais Kel.Rimba Melintang, Kec.Rimba Melintang, Kab.Rohil. Saksi-saksi yang berada di tempat kejadian perkara (tkp) yaitu Tarponi (48) yang beralamat di Jalan Jauhari Mais Rt 008 Kel. Rimba Melintang Kec. Rimba Melintang,Ellawati (37) yang beralamat di Jalan Rimba Utama Rt 08  Kel. Rimba Melintang Kec. Rimba Melintang Kab. Rohil Prov. Riau
            Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH saat dikonfirmasi melalui Kaur Humas Polres Rohil AKP  Juliandi SH mengatakan,kronologis penangkapan pelaku curanmor tersebut terjadi pada hari Senin 24/12/2018 sekira Pukul 08.00 Wib, Jamsari bersama istri pergi ke Kebun sayuran miliknya yang berlokasi disamping lapangan sepak bola jalan Jauhari Mais.
Kemudian Jamsari memarkirkan sepeda motor diantara lapangan sepak bola dan kebun sayuran tersebut,selanjutnya Jamsari meninggalkan sepeda motornya, lalu menuju kekebun sayuran miliknya, yang berjarak lebih kurang (15) meter dari sepeda motor tersebut. Sesampainya didalam kebun sayuran tersebut, Jamsari bertemu dengan dengan Joni yang terlebih dahulu berada dikebun miliknya yang saat itu berbatas dengab kebun sayur miliknya.
Setelah kurang lebih tiga puluh (30) menit memanen sayuran, saat itu Joni bertanya kepada Jamsari dengan bekata "apakah istrinya sudah pulang terlebih dahulu" dan dijawab Jamsari,"belum ini masih bersama saya juga sedang memanen sayuran" mendengar hal tersebut Joni curiga melihat sepeda motor Yamaha Vega Zr milik Jamsari  yang terparkir ditempat semula sudah tidak ada lagi.
Selanjutnya Jamsari bersama istrinya serta Jonu mencoba mencari ke arah jejak alur ban motor miliknya, sesampainya sesampainya disuatu tempat mereka bertemu dengan saudara Tarponi dan Eliwati, lalu menanyakan perihal kehilangan sepeda motor itu, lalu Taproni dan Eluwati berkata bahwa ada melihat langsung seorang laki-laki bernama  A baru saja melintas dengan mengenderai sepeda motor dengan ciri yang sama dengan sepeda motor yang hilang tersebut.
Atas kejadian tersebut Jamsari merasa dirugikan dan melaporkan perkara tersebut ke Polsek Rimba Melintang, selanjutnya berdasar hasil penyelidikan dan keterangan saksi - saksi diketahui yang menjadi pelaku pencurian sepeda motor pelapor tersebut yiatu SR, selanjutnya terhadap pelaku dilakukan penangkapan guna pengusutan lebih lanjut.(SB)***

Pantaskah Bahasa Arab di Indonesia?


Oleh: Eghy Farhan Nugraha
Kekaguman bangsa Indonesia terutama di kalangan ulama membuat bahasa Arab dapat tumbuh dan  berkembang  di  Indonesia.  Para  ulama  yang  notabene  berpendidikan  agama  tertarik  untuk mempelajari bahasa Arab hingga kekaguman bangsa Arab terhadap ulama yang jauh datang untuk mempelajari  bahasanya  di  negara  Arab  terus  tumbuh.  Menurut  para  pakar  sejarah,  bahwa  ada sejumlah ulama yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah mereka. Sebagai contohnya Kyai Nawawi Al-Bantanie yang berasal dari Banten. Selain beliau berhasil dalam menuntut ilmu, beliau  diangkat menjadi pengajar dan imam di Masjidil Haram. Pengaruhnya sangat besar untuk jemaah haji  Nusantara kala itu.
            Setelah  ulama  berhasil  menguasai  bahasa  Arab,  mereka  pulang  ke  tanah  airnya  untuk  mengamalkannya  kepada  masyarakat  Indonesia.  Oleh  sebab  itu,  pesantren  pesantren  mulai  bermunculan. Terutama di pulau jawa, pesantren sangatlah masyhur. Disinilah, ulama menajamkan  ilmunya yang kemudian diamalkan kepada masyarakat. 
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki umat islam terbanyak di dunia. Hal itu merupakan  tolak ukur yang patut dibanggakan. Bahkan, Arab Saudi sebagai kelahiran Nabi pun dapat dikalahkan oleh Indonesia. Selain itu, Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia dengan mengungguli agama Kristen, Hindu, dan Budha. Betapa tidak, sejak perdagangan di Indonesia dilewati oleh pedagang Arab yang masih dikuasai oleh sistem kerajaan. Sejak berkembangnya kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7  perkembangan  Islam  melonjak  pesat.  Gerbang  awal  masuknya  Islam  dengan  melewati  wilayah Samudra Pasai. Kemudian Islam melebarkan sayapnya hingga menelusuri pulau Jawa.
            Islam tak dapat dipisahkan dengan Bahasa Arab sebagai akses spiritual nya. Tanpa berbahasa Arab, Islam  tidak  dapat  dipahami.  Sebab,  pedoman  dalam  beragama  Islam  diatur  menggunakan  bahasa Arab. Oleh karena itu, bahasa Arab haruslah dikuasai oleh setiap umat Islam. Seperti dikatakan oleh Sayyidina Umar bahwasanya Bahasa Arab merupakan bagian dari agama Islam, oleh karena itu wajib untuk dipahami.
            Dalam  sejarahnya,  bahasa  Arab  digunakan  oleh  banyak  negara.  Menurut  survey,  bahasa  arab  ditetapkan  sebagai  bahasa  nasional  di  25  negara,  salah  satunya  adalah  Arab  Saudi.   Bahasa  Arab merupakan bahasa terkaya dalam kosa katanya. Dalam satu kata bisa memiliki berpuluh puluh makna.
Akan tetapi, dibalik kekayaan kosa kata tersebut, bahasa Arab masih dipandang sebelah mata oleh  negara  lain.  Dalam  PBB,  Bahasa  Arab  bukan  merupakan  bahasa  Internasional  yang  pertama.  akan tetapi, bahasa Inggris menjadi bahasa yang merakyat di seluruh dunia. Inilah kekurangan bahasa Arab di  mata  negara  lain.  Menurut  saya,  bahasa  Arab  identik  dengan  Islam,  sedangkan  negara  yang berpotensi untuk mengubah dunia sangatlah membenci Islam. Oleh karena itu, bahasa Inggrislah yang dipakai sebagai bahasa Internasional.
            Akhir akhir ini masyarakat dunia digemparkan oleh program televisi Arab yang menayangkan seorang anak kecil ditanya oleh juri dalam sebuah lomba. Anak kecil tersebut merupakan seorang keturunan China yang beragama muslim. Ketika ia ditanya, mengapa kamu belajar bahasa Arab?’ kemudian dia menjawab, Sebab saya muslim’. Dari kutipan ini, tak perlu kita tanyakan kembali mengapa bahasa arab
sangat diharuskan untuk dipelajari, tidak memandang ras dan etnis. Bahasa arab adalah bahasa yang harus mendarah daging dalam diri kita dibandingkan bahasa lainnya.  
            Jadi, dapat disimpulkan bahwasanya bahasa Arab dan ibadah umat muslim berbanding lurus. Artinya,  bila  bahasa Arab  tidak dipelajari, maka  ibadah  pun tidak  bisa sempurna. Apalagi, Indonesia adalah  masyarakat yang mayoritas beragama islam. Sudah sepatutnya bagi kita untuk mempelajarinya dan mengaplikasikannya ke dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari. (Penulis dalah Mahasiswa Bahasa dan Sastra  Arab 2016 UIN Sunan Gunung Djati Bandung)***

IPMKBP Pekanbaru Kini Berganti Nakhoda


Rokan Hilir, NUANSA POST
Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bangko Pusako (IPMKBP) Pekanbaru, secara resmi dinakhodai oleh Sukma Alfalah Ketua Umum dan Refno Wakil Ketua Umum setelah resmi dilantik untuk periode 2019-2020 oleh Camat Bangko Pusako H. Bakhori, S.Ag pada hari Kamis (17/01) di Gedung Aula Kantor Camat Bangko Pusako.Pelantikan pengurus ini dilaksanakan selama satu tahun sekali setelah sebelumnya dipimpin oleh Alfarisil Munir Ketua Umum dan Umi Kalsum Wakil Ketua Umum untuk periode 2018-2019.
            Acara dihadiri oleh Kepala Kapolsek Bangko Pusako, Penghulu dan Lurah se-Kecamatan Bangko Pusako, Pembina IPMKBP, tokoh masyarakat serta Siswa/I dari perwakilan sekolah tingkat SMA/SMK se-Bangko Pusako.
            Pembacaan Surat Keputusan (SK) Camat Bangko Pusako yang dibacakan oleh Tommy Pradana dan dilanjutkan ikar jabatan yang diucapkan oleh seluruh pengurus IPMKBP Pekanbaru periode 2019-2020 dengan dipandu oleh Camat Bangko Pusako.
            Alfarisil Munir yang telah resmi menjadi Demisioner IPMKBP Pekanbaru menyampaikan harapannya dalam sabutan, bahwa pengurus baru harus tetap menjaga semangatnya dalam menjalankan kepengurusan dan tetap menjalin komunikasi dengan Demisioner untuk tetap menjaga alur koordinasi agar tidak terdapat kekeliruan dalam menjalankan roda organisasi.“Selamat kepada pengurus yang telah dilantik, tetap jaga semangat dan tetap mencintai IPMKBP agar IPMKBP kedepannya lebih baik lagi dan mampu membesarkan nama Bangko Pusako di Pekanbaru, kita patut berbangga dengan IPMKBP yang telah banyak kemajuan dan dikenal di Pekanbaru”. ucap Faris.
            Senior dan Alumni IPMKBP Pekanbaru Almizan, S.H menyampaikan bahwa pihak Kecamatan dan Kepala Desa se-Bangko Pusako harus selalu mendukung IPMKBP Pekanbaru dalam berbagai kegiatan dan juga memberikan arahan kepada Mahasiswa/I Bangko Pusako untuk tetap bersinergi dalam upaya pembangunan Bangko Pusako.“Majunya suatu daerah didukung oleh tingkat pendidikan, oleh sebab kami meminta pihak Kecamatan dan Kepala Desa agar selalu memberikan dukungan dan arahan demi meningkatkan pembangunan di Kecamatan Bangko Pusako”. tutur Almizan.
            Dia juga menambahkan bahwasanya di tahun politik ini, mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam IPMKBP Pekanbaru dituntut untuk menjaga netralitas demi menjaga Marwah dan Nama baik Organisasi.
              Camat Bangko Pusako H. Bakhori, S.Ag. Camat Bangko Pusako menyampaikan dengan adanya Paguyuban Mahasiswa Bangko Pusako maka ada suatu kekutan lain yang dapat membatu kemajuan Bangko Pusako.“Dengan adanya Paguyuban Mahasiswa Bangko Pusako maka kita seperti punya satu kekuatan lain untuk kemajuan Bangko Pusako, oleh sebab itu dengan adanya paguyuban ini maka harus lebih menunjukan kontribusinya lagi di tengah-tengah masyarakat”.ujarnya.(SB)***


Jumat, 18 Januari 2019

Kasus Kriminalisasi Wartawan M. Reza, PPWI Nasional: Semoga Kasus Ini Segera Selesai


Bireuen,NUANSA POST
Sekretaris Jenderal PPWI, H. Fachrul Razi, MIP mengharapkan agar kasus kriminalisasi wartawan atas nama M. Reza atau sering disapa Epong Reza segera selesai. Hal tersebut dikatakan Fachrul, yang juga menjabat sebagai Wakil Pimpinan Komite I DPD RI, saat membesuk Epong Reza (30) di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Bireuen, Aceh.
            Pada kunjungannya, Kamis (17/1/2019), Senator asal Aceh Fachrul Razi memberikan semangat kepada Epong Reza, wartawan salah satu media online tersebut agar tetap tegar dalam menghadapi kasus yang menimpanya.
Fachrul Razi mengaku, ia pulang ke Aceh dalam rangka menjenguk dan silaturrahmi dengan Epong Reza yang tersandung kasus pencemaran nama baik di media sosial (medsos)."Saya datang menjenguk Epong, selain untuk bersilaturrahmi, juga memberinya semangat dan dukungan moril. Kita berharap kasus ini bisa selesai secepatnya,” kata Fachrul.
Dikatakannya, sebagaimana diketahui, Epong Reza ditahan Polres Bireuen pada Jumat (21/12/2018) karena diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial lewat akun Facebooknya, pada 25 Agustus 2018.
Kemudian dilaporkan H Mukhlis, A.Md melalui kuasa hukumnya Guntur Rambe, SH, MH pada 4 September 2018 lalu.
Dalam kasus ini, M. Reza atau yang akrab disapa Epong Reza dianggap melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 45A Ayat (1) dan UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Epong Reza yang sebelumnya ditahan di sel Mapolres Bireuen kemudian dipindahkan ke Rutan Bireuen pada 13 Januari 2019.
Disebabkan alasan untuk kepentingan penyelidikan yang belum selesai, masa penahanannya yang telah berakhir pada 9 Januari 2019 kemudian diperpanjang selama 40 hari kedepan, mulai 10 Januari sampai 18 Februari 2019.
Sementara itu, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA menyatakan sangat prihatin dengan banyaknya kasus kriminalisasi terhadap penyampaian aspirasi warga, baik wartawan, pewarta warga, maupun masyarakat umum yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kriminalisasi wartawan di Aceh tergolong cukup sering terjadi dibandingkan dengan daerah lain.
Wilson berpendapat bahwa, semestinya segala informasi yang disampaikan oleh warga masyarakat melalui media massa, termasuk di media sosial dan jejaring sosial WhatsApp group, Line, telegram, dan segala saluran yang tersedia, hendaknya dipandang sebagai “laporan” bagi semua pihak, teristimewa kepada pihak terkait, seperti aparat kepolisian, kejaksaan, dan lain-lain.
“Oleh karena itu, pihak polisi semestinya memandang tulisan atau berita dari wartawan, pewarta warga, dan masyarakat yang disampaikan melalui media, sebagai informasi awal yang perlu disikapi dan ditindak-lanjuti. Seperti halnya tentang pemberitaan M. Reza yang menyoroti penggunaan BBM bersubsidi oleh perusahaan Takabeya group di Bireuen itu. Polisi seharusnya menelusuri dan menyelidiki hal tersebut dan menindak sesuai hukum yang berlaku. Bukan sebaliknya, malah menangkap wartawan yang memberitakannya,” jelas Wilson yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini. (SR/Red)

Pemdes Temiang Pertahankan Budaya Gotong Royong Bersama Masyarakat


Bengkalis, NUANSA POST
Pada hari Jum’at (18/1/2019)  pukul 07.30 WIB sebelum  melaksanakan kegiatan gotong royong Kepala Desa Temiang Masdar mengtakan, bahwa kegiatan gotong royong dan olahraga bersama ibu ibu kader PKK,berserta anggota,staf pemdes, kepala dusun, ketua RT/RW, Satlinmas dan masyarakat. Tujuannya  kegiatan gotong royong untuk tujuan mempererat silaturahmi kepada masyarakat.
            “Setiap minggu akan dilaksanakan olah raga tersebut dan dilanjutkan gotong royong bersama-sama untuk membersih lingkugan dan penanaman pepohonan dan kelapa,untuk menjaga lingkungan lebih baik,”jelas Masdar
Sementara itu, kegiatan olahraga senam goyang dumang dipimpin  oleh Ketua TP  PKK Buryani ,untuk kesehatan tubuh,dipandu oleh Marlina SPd,dari Kecamatan Bandar Laksamana Acara tersebut berjalan lancar dengan harapan gotong ruyong dan senam pagi setiap hari Jumat dapat dipertahankan/ berkesinambungan . (AMIRUDIN/UJE)***

Ketua DPP LSM LAKI Minta Kapolda dan Kejati Lampung Segera Ambil Sikap


Lampura, NUANSA POST
Banyaknya kasus korupsi yg terjadi di Lampung Utara terkesan mandek membuat Alian Arsil   Ketua Umum  (LSM-LAKI) Lembaga Anti Korupsi Indonesia, angkat bicara. “Terutama kasus dana sertifikasi 2013 yang sudah 6 tahun berjalan tidak ada ketuntasan pembayaran. Dalam arti katanya begini, dari Uang milyaran lebih itu di dalam satu tahun itu masuk ke rekening Siapa, itu kalau masuk di dalam deposito, kan sudah jadi berapa milyar uang itu. Dan lebih gila nya lagi, ini harus dipertanggung jawabkan,”kata Alian.
“Sampai dengan saat ini, aparat penegak hukum khususnya wilayah Lampung dari Lampung Utara, Kajari ataupun Kapolres sampai dengan Kajati sampai ke Polda Lampung,menyangkut masalah tindak pidana korupsi mereka tidur semua,”ketusnya.
Masih kata Alian, Sampai dengan saat ini kasus korupsi Lampung Utara tidak ada yang berjalan, beberapa kasus yang sudah dilaporkan pun tidak ada tindak lanjut. Sekali lagi saya minta kepada aparatur penegak hukum sikap tegas kalau memang pengen membuat negara ini bersih dan berwibawa, karena kondisi Lampung Utara sudah dari tahun pertahun makin terpuruk dan terpuruk sekali, tidak lain itu karena perlakuan Pejabat itu melakukan tindak pidana korupsi tetapi oleh aparatur penegak hukum terjadi pembiaran. Seakan mereka ini sudah bergandengan, mereka korupsi berjamaah.
“Sekali lagi saya minta kepada Kapolda Lampung dan Kejati Lampung segera menyikapi kasus tindak pidana korupsi terutama menyangkut masalah dana sertifikasi guru tahun 2013 yang sampai saat ini belum dibayarkan itu saja makasih”tegas Alian.  (RIAN)***

Kamis, 17 Januari 2019

Pembangunan USB SMA Negeri 2 Sidomulyo Labuhanbatu Diduga Tidak Sesuai Bestek


Labuhanbatu,NUANSA POST
Pembangunan unit sekolah baru SMAN 2 Sidomulyo yang berada di Desa Sidomulyo Kec. Bilih Hilir Kab.Labuhanbatu senilai Rp.3.532.582.900 dan dikerjakan oleh PR Raja Oloan tersebut diduga tidak sesuai bestek, baik dalam pengadaan bahan materialnya maupun pengerjaannya.
            “Kami sudah turun ke lapangan dan penemukan, bahwa pembangunan gedung USB SMAN 2 Sidomulyo di Desa Sidomulyo itu diduga tidak sesuai dengan bestek atau RAB (Rencana Anggaran Biaya), sehingga kualitasnya dipertanyakan,”ungkap Apdi Tuah, Wakil Koordinator LSM Tipan RI Pesisir Pantai kepada NUANSA POST.
            Karena itu, Apdi Tuah meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk segera turun ke lapangan untuk membuktikannya, karena bahan material dan pengerjaannya tidak sesuai bestek.”Jika melihat hasil pengerjaannya, jelas kualitasnya kurang bagus dan tak akan tahan lama, juga tentunya merugikan keuangan negara,”pungkasnya. (ABED NEGO SIMBOLON)***
           

Sidang Mediasi Deadlock, Perkara Proyek 2018 Dinas PUPR Segera Lanjut ke Persidangan


Lampung Utara.,NUANSA POST
Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) akhirnya memutuskan untuk melanjutkan sidang gugatan terkait tuntutan para rekanan terhadap pemerintah daerah kabupaten Lampung Utara.Dimana sidang tersebut dilakukan setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Lampung Utara telah melakukan sidang mediasi sebanyak dua kali namun tidak dapat membuahkan hasil atau keputusan terkait pembayaran uang muka proyek di dinas PUPR kabupaten Lampura.
Kuasa hukum rekanan atau kontraktor kabupaten Lampung Utara, JojoSuharjo, SH, MH didampingi Usep Lala Sopandi, SH, MH mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya adalah tidak lain untuk menuntut hak rekanan yang menjadi kewajiban pemerintah daerah kabuptaen Lampura.
Menurut Jojo, pada saat sidang mediasi dilakukan apa yang disampaikan oleh kuasa hukum pemkab Lampura tidak masuk akal. Karena, lanjut Jojo, yang disampiakan itu adalah masalah mutasi yang dilakukan oleh Plt Bupati Sri Widodo
“ Sebenarnya itu sudah selesai ketika kemendagri mengirim surat yang isinya mencabut keputusan yang diambil oleh Plt bupati, dengan bahasa mencabut artinya produk hukum yang dibuat oleh Plt itu sah demi hukum,” kata Jojo usai sidang mediasi.  Kamis (17/1/2019).
Kemudian, lanjut Jojo, anggaran yang ada di KPPN yang diperuntukan untuk proyek dinas PUPR tahun 2018 sudah dialirkan ke kas daerah. Tentunya pemindahan anggaran tersebut sudah melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku. Artinya salah satu prosedur itu adalah telah digelarnya lelang proyek tersebut“ Jadi kenapa ini menjadi permasalahan, ketika uang sudah ada di kas daerah, jadi kami selaku kuasa hukum rekanan meminta kepada pemkab Lampura untuk memenuhi kewajibannya, karena ini adalah masalah wanprestasi,” katanya.\
            Usep Lala Sopandi, SH, MH (kuasa hukum rekanan) menambahkan, bahwa di dalam sidang mediasi tahap kedua ini kuasa hukum pemkab Lampura mengatakan akan siap membayarkan akan tetapi menunggu rekomendasi dari kemendagri.“ Rekomendasi itulah yang di jadikan tolak ukur mereka tadi dalam sidang mediasi tadi. Kami meminta pertanggung jawaban sesuai dengan hak klien kami sebagai pencari keadilan dengan bukti-bukti dan fakta-fakta yang ada kami minta untuk segera hak klien kami dibayarkan,” kata Usep kepada sejumlah awak media.\
Usep menegaskan, bahwa pihaknya menyayangkan kepada pihak tergugat tidak biasa menghadirkan perwakilan dari pemerintah daerah. Sementara argumentasi yang disampaikan oleh kuasa hukum pemkab Lampura itu-itu saja.“ Tidak ada pernyataan pertanggung jawaban yang jelas, kesimpulan yang jelas yang ditunggu-tunggu oleh kami selaku kuasa hukum rekanan, yang nasibnya menjadi taruhan, “ tukasnya.
Lebih lanjut Usep mengatakan, sebelumnya sidang mediasi ini dilakukan pihaknya telah melakukan tahapan-tahapan diantaraya yakni telah melayangkan surat somasi yang ditujukan kepada bupati Lampung Utara H. Agung Ilmu Mangkunegara pada tanggal 24 Agustus 2018 yang lalu.“ Namun somasi tersebut sampai hari ini tidak ditanggapi,” jelasnya.
Ditegaskan, bahwa sidang mediasi ini dianggap sudah selesai, selanjutnya akan dilanjutkan dipersidangan yang akan dilakukan pada tanggal 29 Januari 2019 mendatang.“ Gugatan ini dilakukan dalam rangka langkah terakhir untuk mencari keadilan bagi para rekanan. Dan kami berharap selama proses hukum ini dilakukan adanya win win sulotion serta mendapat kepastian yang jelas dari pemkab Lampura,” pungkasnya. (RIAN)***


Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Lampung Utara bersama Pemkab dan Apdesi Membahas Seputar ADD 2018 dan ADD 2019


Kotabumi, NUANSA POST
Pemkab Lampung Utara menargetkan seluruh tunggakan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018 dan pembayaran ADD 2019 akan rampung pada tahun 2019.
            “Rapat kali ini membahas persoalan ADD 2018 dan ADD 2019 dan menghasilkan sejumlah keputusan,” kata Sofyan Pelaksana Harian Sekretaris Kabupaten, usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPRD dan perwakilan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), di ruang rapat komisi, Kamis pagi (17/1/2019).
            Pelbagai keputusan itu, yakni keputusan seputar waktu pencairan tunggakan ADD tahun 2018 dan pembayaran ADD tahun 2019.
            Pencairan tunggakan ADD tahun 2018 akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Namun, pihaknya menargetkan seluruh tunggakan itu akan terbayarkan pada bulan Agustus “Kita targetkan seluruh tunggakan ADD selesai pada bulan Agustus mendatang,” jelasnya.
            Adapun persoalan ADD tahun 2019, Sofyan mengatakan, diperkirakan akan segera direalisasikan mulai dari bulan September hingga Desember mendatang. Dengan demikian, tak akan ada lagi tunggakan – tunggakan ADD di masa mendatang. “Harapannya, tidak akan ada lagi tunggakan ADD di awal tahun 2020 mendatang,” harap dia.
            Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Lampung Utara, Wansori mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi aspirasi dari Apdesi terkait ADD 2018 dan 2019. Untungnya, RDP yang diinisiasi oleh mereka menghasilkan keputusan yang cukup penting dalam persoalan ini. “Sifatnya, kami hanya memfasilitasi saja. Ahamdulillah, RDP ini akhirnya menghasilkan keputusan penting terkait ADD 2018 dan 2019,” kata kader Partai Demokrat ini. (RIAN)***



Sosialisasi Peremajaan Lahan Kelapa Sawit di Desa Pangkalan Pinang


Bengkalis,  NUANSA POST
Pada hari Sabtu (14/1/2019) telah berlangsung sosialisasi peremajaan kepala sawit dari UPTD dan PPL Kec.Rupat kepada para petani terutama kelompok masyarakat mualaf di Desa Pangkalan Pinang, bertempat di aula Pemdes Pangkalan pinang dan mendapat respon positif dari para petani.
            Pada acara sosialisasi peremajaan sawit tersebut, Saherman,SP menjelaskan, beberapa tanaman yang dipilih masyarakat yakni padi tanah kering (padi gogo) dan tanaman lain serta kebutuhan pengelolaan lahan seluas 180 hektar yang digarap anggota kelompok tani mualaf sebanyak 48 orang.
            Kepala Desa Pangkalan Pinang Bahari,S.Hum menyambut baik adanya sosialisasi peremajaan sawit di desanya, terutama yang dihadap lelompok masyarakat mualaf, sehngga diharapkan dapat mengurangi jumlah kemiskinan di desanya.”Semoga sosialisasi ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat petani yang ada di desa kami,”ungkapnya.
            Kelompok tani masyarakat mualaf di Desa Pangkalan Pinang ini diketui oleh Samsiah, Sekretaris Fauziah dan bendahara Muhammad Syopri berharap bantuan pemerintah terkait lahan garapan untuk anggota kelompok tani, terutama untuk peremajaan sawit di Desa Pangkalan Pinang yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka.” Semua berkas termasuk SPT sudah kita serahkan ke Pak Arif Santoso untuk prosesnya,”jelas Samsiah, (M.SYOPRI)***

Realisasi Dana Desa 2018 Optimal di Desa Kali Bening


Lampung Timur , NUANSA POST
Wujud nyata membangun Desa gunakan Anggaran Dana Desa tahun 2018 di Desa Kali Bening Kecamatan Pekalongan sudah dioptimalkan.Pasalnya sudah  ada  bentuk bangunan fisik yang terbagi di beberapa dusun desa setempat.
Kepala Desa Kali Bening   Swarti    mengatakan bahwa di desa Kali Bening sudah mengoptimalkan pembangunan dari kucuran Dana Desa 2018. "Untuk di Desa Kali Bening kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Saya sebagai kepala Desanya,bersama masyarakat sudah mengoptimalkan bentuk fisik bangunan yang pada saat ini sudah selesai 100%"ungkapnya
            Untuk diketahui Pagu anggaran dana desa(DD) di desa Kali Bening Kecamatan Pekalongan Kabupaten lampung Timur berjumlah Rp: 631.399.000 dan sudah di wujudkan dalam bentuk fisik bangunan Sarana jalan Lapen (Lapis penetresi Makadam) dengan volume  panjang 1200 M nilai Anggaran Rp: 294.573.500. Membangaun sarana buangan air drainase  dengan volume panjang 1.170 M nilai anggaran Rp: 312.905.500 membanguan galian parit  dengan volume panjang 750 M nilai anggaran Rp: 23.920.000.
            "Untuk tenaga kerja dalam pembangunan di desa Kali Bening saya mengutamakan masyarakat sendiri, yang menjalankan pembangunan saya serahkan pada Tim pengelola kegiatan (Tpk)beserta pld dan juga pendamping Desa (pD),mutu dan kwalitas ini kami utamakan sebagai kepala desa saya penanggung jawab    dalam pengunaan anggaran dalam membangun desa kali bening, pembangun di desa kami sudah saat ini sudah mencapai 100% dan memunggu waktu serah terima dengan Dinas Pmd kabupaten lampung Timur" pungkas swarti.(ASRIL)***

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Hari Pers Nasional 2018

Hari Pers Nasional 2018

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA