Adsense

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Forbes Anton Charliyan Center

Forbes Anton Charliyan Center

Selasa, 19 Maret 2019

Wakil Bupati Kholil Jufri Harahap Menutup Resmi MTQ Ke-X dan FSQ Ke-XI Tingkat Kab.Labusel


Labusel, NUANSA POST
Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Drs. Kholil Jufri Harahap, MM menutup secara resmi MTQ X dan FSQ XI tingkat Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2019, Minggu malam kemarin di lapangan SBBK Kotapinang. Hadir pada acara penutupan MTQ X dan FSQ XI tersebut, Ketua DPRD Labuhanbatu Selatan H. Jabaluddin S. Sos, Kapolres Labuhanbatu AKBP. Frido Situmorang, SH, SIK, Kasdim 0209/LB Mayor. Inf. Ertico Cholifa, SH, unsur Muspida, Sekda Zulkifli, SIP, MM, anggota DPRD, pimpinan OPD Dan undangan lainnya.
            Wabup Drs. Kholil Jufri Harahap, MM dalam sambutannya mengajak untuk menjadikan kegiatan MTQ X dan FSQ XI sebagai media mempererat tali silaturrahmi dan kebersamaan antar umat beragama sehingga cita cita bersama mewujudkan Labuhanbatu Selatan yang mandiri, berdaya saing Dan sejahtera dapat segera terwujud.
            Lebih lanjut, Drs. Kholil Jufri Harahap, MM mengatakan, dari pelaksanaan MTQ X dan FSQ XI tercipta nilai-nilai silaturrahmi, kebersamaan dan persahabatan. "Kita bisa melihat bagaimana kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama yang semakin erat. Seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku dan agama bersama sama dan bergotong royong membantu suksesnya penyelenggaraan MTQ dan FSQ ini", kata Drs. Kholil Jufri Harahap, MM.
            Diakhir sambutannya, Drs. Kholil Jufri Harahap, MM berharap pelaksanaan MTQ X dan FSQ XI dapat melahirkan Qori dan Qori'ah, Hafiz dan Hafizah terbaik di Kabupaten labuhanbatu Selatan yang akan mengukir prestasi gemilang di tingkat yang lebih tinggi.
            Sementara itu, Ketua DPRD, H. Jabaluddin, S. Sos dalam sambutannya, mengatakan sangat mendukung pelaksanaan MTQ X dan FSQ XI tingkat kabupaten labuhanbatu Selatan tersebut."Mudah-mudahan gema dan syiar pada saat dan pasca MTQ X dan FSQ XI dapat memberikan barokah bagi jajaran dan seluruh masyarakat kabupaten labuhanbatu Selatan", kata H. Jabaluddin, S. Sos.
            "Saya juga berharap kegiatan MTQ X dan FSQ XI ini dapat memberikan manfaat dan pengaruh positif bagi pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat di kabupaten Labuhanbatu Selatan", kata H. Jabaluddin, S. Sos.
            Penutupan MTQ X dan FSQ XI tingkat kabupaten labuhanbatu Selatan ditutup secara resmi dengan penurunan bendera LPTQ dan Lasqi. Keluar sebagai juara umum MTQ X kafilah Kecamatan Torgamba dan juara umum FSQ XI kecamatan Kotapinang.
            Adapun penerima hadiah umroh putra an. Muhammad Alfi Syahri cabang Tilawah Dewasa Putra utusan kecamatan kotapinang dan penerima hadiah umroh Putri an Yusri Khairani Pulungan cabang Hifzil Qur'an 30 juz dewasa putri utusan kecamatan Kampung Rakyat. (SYAIFUL HARIS/ JONPITER/ HUMAS)***

Para Petinggi Sekretariat DPRD Lampura Tidak Dapat Jatah Makan Siang, Ini Sebabnya


Kotabumi,NUANSA POST
Meskipun telah memasuki bulan ketiga, ternyata anggaran makan dan minum harian pegawai di Sub Bagian Rumah Tangga Sekretariat DPRD Lampung Utara tak kunjung cair. Akibatnya, para petinggi Sekretariat DPRD tak lagi mendapat ‘jatah’ makan siang seperti tahun sebelumnya.
“Dari awal tahun hingga sore ini, kami (Sub bagian Rumah Tangga) belum pernah dapat anggaran sehingga makan dan minum (makan siang) pegawai belum dapat disediakan,” kata Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Sekretariat DPRD, Isron Bulhasan, Selasa (19/3/2019).
Padahal, menurut Isron, keberadaan anggaran ini sangat diperlukan oleh mereka. Sebab, pihaknya bertugas melayani dua kepentingan, yakni kepentingan para anggota DPRD dan para pegawai Sekretariat. ‎”Saya enggak tahu kenapa enggak turun.
Kemarin saja, anggaran Rp1,5 Miliar yang cair, semuanya lari ke (bagian) Persidangan,” terangnya. ‎Belum adanya anggaran yang mereka terima membuat mereka terpaksa berhutang ke sana – kemari khususnya dalam penyediaan makan dan minum para anggota DPRD.
            Sayangnya, banyak rumah makan yang kapok memberikan mereka hutangan lantaran hutang yang ada telah cukup menumpuk.Inilah alasannya kenapa ia tidak ingin mengupayakan untuk merealisasikan makan dan minum harian pegawai.
            “Sebagian rumah makan sudah enggak ngasi hutangan lagi,” kata dia.   
Jangankan anggaran makan dan minum pegawai, anggaran untuk membayar gaji para petugas kebersihan saja belum dapat mereka bayarkan selama tiga bulan. Semua ini dikarenakan bagiannya belum pernah mendapat ‘jatah’ pencairan anggaran. “Kami jadi enggak berani menegur mereka kalau kantor ini kotor. Belum ‎lagi, dua bulan gaji mereka di tahun lalu hangus alias tidak dibayarkan,” paparnya. Sementara mengenai akan dilarikan ke mana alokasi anggaran makan dan minum pegawai bulan Januari – Maret yang tidak terpakai jika anggaran itu cair, Isron mengaku belum dapat memikirkannya.(RIAN)***

DPRD Kab.Lamtim Menggelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Lamtim Tahun 2018


Lampung Timur ,NUANSA POST
Bertempat di Ruang Sidang  DPRD Kabupaten Lampung Timur, hari Senin (19/03/2019), telah berlangsung Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Timur dalam acara Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lampung Timur Tahun Anggaran 2018.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dan Hendri Nurhadi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junaidi, Asisten Bidang Administrasi Umum, Wan Ruslan, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, David Ariswandy, Forkopimda, serta para Kapala OPD, Kepala Bagian dan Camat Se-Kabupaten Lampung Timur.
Untuk diketahui, laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah kepada DPRD merupakan suatu kewajiban dan refleksi serta nilai-nilai demokrasi yang diwujudkan oleh Pemerintah Daerah kepada DPRD sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah dalam mengemban fungsi lembaga wakil rakyat. Selain itu LKPJ juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat obyektifitas dalam mengeveluasi kinerja Pemerintah Daerah yang dilandasi kemitraan, untuk saling melengkapi serta menterjemahkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Lampung Timur.
Dalam penyampaiannya, Chusnunia menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Nasional bahwa Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lampung Timur tahun 2017 mencapai 68,05, meningkat sebesar 37 basis poin dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 67,88. Sedangkan pada bidang perekonomian, nilai inflasi di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2018 sebesar 2,01 persen, atau lebih rendah disbanding inflasi nasional sebesar 3,13 persen. Dengan kondisi ini dapat disampaikan bahwa target RPJMD di bawah 4 - 4,5 persen dapat tercapai.
Chusnunia menambahkan, “Alhamdulillah, dengan berbagai program yang telah digulirkan oleh Pemerintah Daerah, persentase penduduk miskin di Kabupaten Lampung Timur terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018 persentase penduduk miskin kita telah berhasil ditekan menjadi 15,76%, menurun sebesar 59 basis poin dibandingkan tahun 2017”.
Lebih lanjut Bupati wanita pertama di Bumei Tuwah Beppadan tersebut menjelaskan, dengan kebijakan dan penyelenggaraan kalender event wisata daerah yang telah dilakukan sepanjang 2018 lalu, serta berkat dukungan dari seluruh stake holder maka jumlah pengunjung event dan destinasi wisata pada tahun 2018 mencapai 596.158 pengunjung (meningkat 17%).
Selain itu dengan berbagai inovasi dan upaya peningkatan kualitas pelayanan public yang telah dilakukan, pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga memperoleh berbagai apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Lembaga Resmi yang mana salah satunya ialah Penghargaan Sebagai Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama dan Juara Umum (Anjungan Terbaik) Lampung Fair 2018.
Mengakhiri penyampaiannya, Chusnunia mengucapkan terima kasih kepada segenap Pimpinan dan Anggota DPRD, jajaran Forkopimda, Pimpinan Instansi Vertikal dan pihak-pihak terkait yang telah mendukung dan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah sehingga berbagai capaian kinerja dan prestasi dapat diraih.(ASRIL)***


Rumah Sakit Umum Ryacudu Lampung Utara Sambut Tim Penilai Akeriditasi


Kotabumi, NUASA POST
Rumah Sakit (RS) Umum Ryacudu Kotabumi dilakukan penilaian oleh tim akreditasi Standar Akreditasi Rumah Sakit, Senin 18 Maret 2019.
Asisten II Pemkab Lampung Utara Toto Sumedi mengatakan, Pemkab Lampung Utara mendukung sepenuhnya penilaian akreditasi RSU Ryacudu Kotabumi, seperti pengadaan sarana dan prasarana.“Pemda mendukung pengadaan sarana dan prasarana, termasuk pengadaan tenaga medis, dari dokter hingga perawat,” katanya di sela penilaian.
Akreditasi, terang dia, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakatKepala Dinas Kesehatan Lampung Utara Maya Metissa mengatakan, pihaknya mendukung RSU Ryacudu sebagai salah satu unit pelayanan teknis daerah.
Ia berharap, RSU Ryacudu mendapatkan nilai akreditasi paripurna.Sebagai persiapan menghadapi penilaian akreditasi, diskes menyiapkan 14 kelompok kerja.
            Plt Direktur RSU Ryacudu Syah Indra Lubis menuturkan, persiapan dalam rangka penilaian akreditasi dilakukan satu hingga dua tahun terakhir. “Mudah-mudahan kita dapat memperoleh penilaian yang tertinggi yakni paripurna,” harapnya. Pihaknya juga mendapatkan masukan dari tim penilai agar RSU Ryacudu Kotabumi benar-benar mendapatkan nilai terbaik.
            Sandy Juwita, anggota DPRD Lampung Utara, mengapresiasi penilaian akreditasi RSU Ryacudu. “Saya yakin dalam waktu beberapa hari penilaian, rumah sakit mendapatkan penilaian yang terbaik,” jelasnya.(RIAN)***

Caleg DPRD Jawa Barat Hj.Ina Kartina,SH Sosialisasikan Capres-Cawapres Jokow-KH Ma’ruf

Garut,NUANSA POST
Karena sudah terbiasa blusukan ke pedesaan maupun ke pasar tradisional untuk belanja, maka tak heran bila Hj.Ina Kartina,SH yang kini Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari PDI Perjuangan untuk Dapil Kab.Garut ini, sehingga tidak canggung lagi berinteraksi dengan masyarakat kalangan bawah.
            Begitu pula yang dilakukan hari kemarin, Hj.Ina Kartina,SH menyapa masyarakat kalangan bawah, termasuk menyempatkan diri belanja ke Pasar Ciawi Tali untuk membeli kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). Begitu tiba di pasar ini, Hj.Ina Kartina disambut warga Pasar Ciawitali karena banyak yang mengenalinya, terutama adanya pendukung setia yang siap mengantarkannya ke DPRD Provinsi Jawa Barat.
            “Bagi saya sendiri, belanja di pasar tradisional sudah terbiasa, sehingga tidak canggung lagi. Saya bisa bertegur sapa dengan dengan para pembeli maupun pemilik kios yang sudah kenal lama,”ungkap Hj.Ina Kartina,SH .
            Apalagi di Pasar Ciawitali ini, kata Hj.Ina Kartina,SH, ada timses yang selalu mensosialisasikan dirinya menjadi Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat.” Kali ini, kedatangan saya sekaligus mensosialisasikan capres cawapres Pak Jokowi – Pak KH Ma’ruf Amin,’ katanya.
            Selain itu, kedatangannya ke Pasar Ciawitali sekaligus memantau perkembangan harga sembako juga menampung “aspirasi” keinginan warga Pasar Ciawitali maupun aspirasi masyarakat Kab.Garut. “Dengan mengetahui langsung aspirasi masyarakat, tentunya akan lebih mudah bagi saya untuk memperjuangkannya bila saya ditakdirkan menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, sehingga mohon do’a restu dan dukungannya,” kata wanita cantik yang ramah ini.
            Sebelum blusukan ke daerah lain, Hj.Ina Kartina,SH pun mengucapkan terima kasih kepada warga Pasar Ciawitali dan masyarakat sekitarnya yang telah menyambut kedatangannya dengan penuh antusias.(REDI MULYADI)***

Anggota DPRD Lampura Juga Menilai Spanduk di Gerbang Kantor Dewan Janggal


K
otabumi,NUANSA POST
Kejanggalan ‎spanduk “Rumah Aspirasi Rakyat” yang dipasang oleh Sekretariat DPRD Lampung Utara ternyata sempat dikeluhkan oleh anggota DPRD Lampura. Janggalnya spanduk ini dikarenakan foto yang terpasang yang mendampingi Bupati Agung Imu Mangkunegara di spanduk bukannya pimpinan DPRD melainkan pimpinan Sekretariat DPRD.
Memang benar yang tertulis di spanduk itu mengatasnamakan Sekretariat DPRD Lampung Utara‎, namun yang menjadi ‘persoalan’ itu ialah adanya tulisan ‘Rumah Aspirasi Rakyat’ tersebut. Lain hal kalau tulisan tersebut tidak ada di spanduk. Tulisan ini akrab dengan para wakil rakyat sehingga akan lebih elok jika foto yang terpasang di spanduk ialah unsur pimpinan DPRD khususnya Ketua DPRD Lampung Utara dan bukannya pimpinan Sekretariat DPRD.
“Saya pernah keluhkan persoalan spanduk ini dengan Sekretaris DPRD (Adrie) karena spanduk itu sungguh aneh,” terang Dedy Andrianto, salah seorang anggota DPRD Lampung Utara, Senin (18/3/2019).
Keluhan ini disampaikannya dalam pembahasan rapat DPRD belum lama ini. Saat itu, Adrie beralasan bahwa itu spanduk Sekretariat DPRD bukannya spanduk mengatasnamakan lembaga ‎DPRD. “Alasan beliau ialah spanduk itu spanduk sekretariat sehingga tidak menampilkan foto pimpinan DPRD,” jelasnya.
Di sisi lain, salah seorang pejabat di Sekretariat DPRD yang menolak disebutkan namanya membenarkan bahwa spanduk tersebut sempat disoal oleh pimpinan DPRD. Bahkan, spanduk itu sempat diinstrusikan untuk dicopot. “Kabarnya sih spanduk itu sempat diminta dicopot‎ oleh pimpinan DPRD,” kata dia.(RIAN)***


Pemkab Lampura Peringati HUT Ke-55 Provinsi Lampung


Lampung Utara,NUANSA POST
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Provinsi Lampung Tahun 2019, di Lapangan Pemda Kabupaten Lampung Utara, Selasa, (19/03/19). Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara peringatan hari ulang tahun Provinsi Lampung kali ini adalah Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono. Ini juga diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Utara.
            Dalam amanatnya, Kapolres Lampung Utara membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. “Melalui Hari Jadi ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk terus berjuang dan berkarya, mengukir sejarah membangun masyarakat Lampung yang semakin berdaya saing dan sejahtera dengan mengandalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan kearifan lokal yang dimiliki,” kata Budiman Sulaksono.
Peringatan Hari Jadi Provinsi Lampung ini juga merupakan wahana untuk melakukan refleksi atas kinerja pembangunan dan pemerintahan secara obyektif selama perjalanan kurun waktu tahun 2018. Oleh karena itu, segenap keberhasilan yang telah dicapai akan terus dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan program-program daerah yang belum dicapai, haruslah menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk terus bekerja keras dimasa yang akan datang,” ucap Kapolres saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.
            Beberapa program unggulan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Lampung yang disinergikan dengan Pemerintah Pusat, dari hari ke hari makin jelas realisasi pelaksanaannya dengan melibatkan berbagai pihak maupun (investor), diantaranya yaitu Jalan Tol dari Bakauheni menuju Terbanggi Besar yang telah diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 08 Maret 2019 yang lalu, Peningkatan status Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 2044 Tahun 2018 tentang Penetapan Bandar Udara Radin Inten II di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung sebagai Bandar Udara Internasional.
            Lanjut Kapolres, sebagaimana kita ketahui, tantangan, peluang serta hambatan selama perjalanan kurun waktu 55 (lima puluh lima) tahun Provinsi Lampung, sangatlah kompleks dan beragam.
            Di tahun 2019 ini sejumlah tugas berat menanti kita, antara lain pada tanggal 17 April 2019 bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Lampung akan melaksanakan Pemilihan Umum Presiden/ Wakil Presiden RI, DPR-RI, DPRD dan DPRD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Menyikapi hal tersebut, kepada Institusi terkait dan masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dilingkungannya, sehingga pelaksanaan Pilpres dan pemilihan anggota Legislatif tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
            Mari kita bangun terus komitmen untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan kekompakan, menciptakan suasana damai, membangun sinegritas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, dengan harapan seluruh lapisan masyarakat memberikan dukungan atas kebijakan dan program pemerintah. “Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan pribadi, saya mengucapkan selamat dan Dirgahayu kepada seluruh masyarakat Provinsi Lampung,” ujar Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono, S.I.K.  (RIAN)***

Senin, 18 Maret 2019

Ini di OKI, Dua Pemuda Diamankan Polisi Karena Mencuri Pompa Air


Kab.OKI, NUANSA POST
Dua orang pemuda asal Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang diamankan oleh jajaran Polsek setempat karena kepergok curi mesin pompa air WC umum milik Desa Terusan Laut Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (15/3).
            Informasi didapat menyebutkan, aksi yang dilakukan oleh Zakaria alias Jaka (22) bersama rekannya Mat Tegan alias Tegun (20) tersebut terjadi sekitar pukul 02.05 Wib dengan cara memotong pipa paralon, kemudian mengambil mesin pompa air.
Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kapolsek SP Padang, IPTU A Bahtiar melalui Paur Subbag Humas Bagops Polres OKI, IPDA M Nizar, Minggu (17/3) mengatakan, keduanya tertangkap tangan oleh warga setempat  yang kemudian menghubungi pihak kepolisian. “Sekitar pukul 01.00 Wib, pelaku Zakaria, Mat Tegan dan rekan sedesanya berinisial RH (20), merencanakan untuk melakukan pencurian atau mengambil mesin pompa air yang ada di dalam WC umum milik Desa Terusan Laut SP Padang,” ungkapnya.
            Setelah mereka menyusun rencana, katanya lagi, sekitar pukul 02.05 Wib pencurian pun dilakukan dengan cara membakar pipa paralon, kemudian pipa tersebut dipotong menggunakan pisau hingga terputus.“Pelaku Zakaria yang mengambil mesin dan rekannya, Mat Tegan bertugas mengawasi situasi dari dekat, berdiri depan pintu masuk WC. Sedangkan pelaku RH mengawasi dari atas jembatan,” ujarnya.
Namun pada saat mesin pompa air tersebut hendak dibawa pelaku Zakaria dan rekannya Mat Tegan, kata Nizar, aksi mereka diketahui oleh Faisal (25), pengurus WC umum tersebut dan langsung menangkap kedua pelaku. Sementara pelaku RH berhasil melarikan diri.
            “Adanya tangkapan itu, Kades Terusan Laut menghubungi Kapolsek SP Padang yang kemudian meluncur ke TKP bersama Kanit Reskrim dan anggotanya untuk menjemput kedua pelaku berikut barang bukti 1 unit mesin pompa air merk Shimizu Jet Power dan 1 bilah senjata tajam jenis pisau untuk diamankan,” pungkasnya. (Shd)

BS Miliki Shabu Diringkus Anggota Satres Narkoba Polres Rokan Hilir


Rokan Hilir, NUANSA POST
Karena diketahui memiliki narkotika jenis shabu, maka BS (43) warga Huta III Nagori Senio Pematang Siantar Kec.Gunung Malela Kab.Simalungun Prov.Sumatera Utara, diringkus jajaran Satres Narkoba Polres Rokan Hilir di TKP Jln.Lintas Riau-Sumut Km.39 Balam Kep.Pasir Putih Kota Kec.Balai Jaya Kab.Rokan Hilir Prov.Riau tepatnya didalam sebuah warung
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, ada hari Minggu tanggal 17 Maret 2019 sekira jam 02.30 WIB, tim Opsnal Sat Narkoba Polres Rokan Hilir yang sedang berada di wilayah Bagan Batu mendapatkan informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya tentang adanya orang yang melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu didalam sebuah warung di pinggir Jalan Lintas Riau-Sumut Km.39 Balam Kep.Pasir Putih Kec.Balai Jaya Kab.Rokan Hilir.
Selanjutnya setelah tim Opsnal pergi ke lokasi warung dimaksud yang disebutkan dalam informasi itu untuk melakukan penyelidikan, kemudian tim opsnal masuk kewarung tersebut untuk memastikannya lalu melihat ada orang yang duduk didalam salah satu kamar warung itu yang diduga kuat sedang melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, karena diatas lantai kamar tersebut ditemukan 1 (satu) bungkusan plastik bening berisikan butiran kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, sebuah botol minuman Lasegar disambung dengan pipet yang diduga alat hisap narkotika jenis sabu, beberapa benda lainnya seperti dompet warna hijau, mancis, tabung kaca kecil / kava pirex serta sebuah pipet yang ujungnya runcing, lalu saat diperiksa lebih lanjut, maka pada terlapor  . BS  yang ada didalam kamar itu, didapati 1 (satu) bungkus plastik bening lainnya yang berisikan butiran kristal yang diduga narkotika jenis sabu, maka tim opsnal mengamankan laki-laki itu, beserta barang buktinya yang ditemukan, lalu dibawa ke Polres Rokan Hilir guna pengusutan lebih lanjut.(SB)***

Polsek Bangko Tangani Tindak Pidana Curas Yang Sebabkan Korban Tewas


Rokan Hilir,NUANSA POST
Pada hari minggu tgl 17 Maret 2019 sekira Pkl. 21.30 WIB telah datang ke Polsek Bangko korban curas bernama Linda Rosdiana  warga Jln Pulau Baru gg.Fajar Kep.Bagan Jawa  untuk melaporkan prihal tindak pidana yang telah terjadi dengan rincian sbb :
            Pada hari minggu tgl. 17 maret 2019 sekira pkl. 20.00 WIB pada saat pelapor sedang mengandarai sepeda motor bersama saksi 1 Sdri.  Nur'ain ( MD ) di Jln. Perdagangan Kel. Bagan kota kec. Bangko Kab. Rohil, dan HP merk Vivo V5S warna gold milik pelapor di berikan untuk di pegang kepada saksi 1 di karenakan pelapor tidak membawa tas dan tidak memiliki kantong pada pakaiannya.
            Saat dalam perjalanan saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain mengatakan " Aduh " dan tiba tiba ada 1 unit sepeda motor jenis bebek dari arah belakang langsung menyenggol / memepet kendaraan yang di kendarai oleh pelapor dan saksi 1 sehingga menyebabkan mereka terjatuh.
            Setelah jatuh pelapor melihat saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain sudah tidak sadarkan diri begitu juga HP pelapor yang di titipkan kepada saksi 1 juga sudah tidak ada.
            Setelah kejadian tersebut pelapor segera membawa saksi 1 ke RSUD Dr. Pratomo dengan menggunakan becak motor.
            Sekira Pkl. 20.30 WiB pelapor dan juga saksi 1 tiba di RSUD Dr. Pratomo untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain.
Sekira Pkl. 21.00 WIB atas keterangan dari pihak RSUD Dr. Pratomo tingkat kesadaran saksi 1 yakni Sdri. Nur'ain mulai menurun.
            Sekira Pkl. 21.50 WIB berdasarkan keterangan dari pihak RSUD Dr. Pratomo di ketahui bahwa saksi 1 Sdri. Nur'ain telah meninggal dunia.
            Saat ini jenazah dari saksi 1 Sdri. Nur'ain telah di bawa ke rumah duka dan pelapor masih di mintai keterangan di Mapolsek Bangko.Dalam ini kasus masih dalam pengembangan Polsek Bangko untuk mendapatkan tersangka.(SB)***

Siap-Siap Bagi JCH, Pelunasan Haji Dimulai 19 Maret 2019


Bengkalis, NUANSA POST
Siap-siap bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis tahun 2019, jadwal pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) sudan ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia, yang dibagi dalam dua tahap.
Dijelaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Jumari, Senin 18 Maret 2019, jadwal pelunasan dibagi menjadi dua tahap. Untuk tahap pertama dimulai Selasa 19 Maret hingga Senin 15 April 2019. Kemudian tahap kedua Selasa 30 April hingga Rabu 10 Mei 2019.
Hal ini berdasarkan Surat Kemenag RI, nomor B-180767/DJ/Dt.II.II/KS.02/03.2019 tentang Pelunasan Haji Reguler tahun 1440 H/2019 M, tertanggal 18 Maret 2019 yang ditandatangani Plh Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri, Muhammad Khanif.
Sedangkan lokasi pelunasan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPS BPIH) pada pukul 08.00 sampai 15.00 WIB.
Dikatakan Jumari, total besarnya pelunasan haji pada tahun 2019 untuk embarkasi Batam sebesar Rp32.306.450,-, artinya kekurangan dana yang perlu dilunasi oleh JCH sebesar Rp7.306.450,-.
Pada saat pelunasan, ungkap Jumari, para JCH diminta untuk membawa buku rekening bank BPIH asli, pas poto 3x4 sebanyak 10 lembar dan kartu tanda penduduk (KTP). Setelah dilunasi, JCH akan mendapatkan bukti setoran lunas yagn ditempel poto dan tandatangan JCH.  
“Setelah mendapatkan lembaran pelunasan dari bank. Selanjutnya bukti setoran diantar ke kantor Kemenag Bengkalis dan potocopi sebanyak 2 lembar,” ujar Jumari.
Seperti diketahui, jumlah kouta haji reguler pada tahun 2019, sebanyak 202.487 orang dan Tim Pemandu Hajji Dearah sebanyak 1.513 orang. Pengisin kouta jamaah haji reguler dibagi dua tahap.
Siapakah JCH yang masuk dalam tahap pertama dan kedua. JCH yang masuk dalam tahap pertama, yakni JCH yang telah melunasi tahun sebelumnya, namun menunda keberangkatan.
Kemudian, JCH yang telah memiliki nomor porsi dan masuk dalam alokasi kouta provinsi atau kabupaten/kota yang belum pernah menunaikan ibadah haji dan telah berusia 18 tahun terhitung sejak tanggal 7 Juli 2019 atau sudah menikah.
Sedangkan untuk JCH yang masuk tahap kedua. Pertama, JCH yang masuk pada tahap pertama, atau seharusnya masuk tahap pertama pada saat proses pelunasan, namun mengalami kegagalan sistem.
Kedua, JCH yang nomor porsinya telah masuk alokasi tahun 2019, namun sudah berstatus haji.
Ketiga, JCH sebagai pendamping bagi lansia minimal 75 tahun yang telah melunasi pada tahap pertama (bukan status cadangan) terdaftar sebelum 1 Januari 2017.
Keempat, JCH gabungan sumai/isteri dan anak kandung/orang tua terpisah. Kelima, JCH lanjut usia minimal usia 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019.
Keenam, JCH nomor porsi berikutnya berdasarkan database siskohat yang masuk daftar tunggu pada tahun 1441 H/2019 M sebanyak 5 persen dari jumlah kouta provinsi dan kabupaten/kota yang berstatus belum haji. #DISKOMINFOTIK/AMIRUDIN)***

Bupati Amril Mukminin: “Pembangunan Infrastruktur Daerah Menjadi Domain dan Fokus Pemkab Bengkalis”


Bengkalis, NUANSA POST
Bertempat di halaman kantor Bupati Bengkalis, Senin pagi, 18 Maret 2019, dilaksanakan upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemkab Bengkalis.Sekretaris Daerah (Sekda) H Bustami HY bertindak selaku pembina upacara. Sedangkan petugas pelaksana upacara tersebut dari Inspektorat Kabupaten Bengkalis.
Ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Amril Mukminin, Sekda H Bustami menyampaikan beberapa informasi berkaitan dengan pembangunan infrastruktur daerah yang menjadi domain dan fokus Pemkab Bengkalis saat ini.
Tujuannya, agar dalam menjalankan fungsinya Pemkab Bengkalis dapat terlaksana dengan baik.“Terutama untuk memenuhi pelayanan dasar bagi masyarakat agar segera terealisasi dan dinikmati masyarakat,” jelasnya.
Kata Bupati Amril Mukminin, pada tahun anggaran 2019 ini, melalui Dinas PUPR, telah ditandatangani kontrak terhadap 13 kegiatan strategis Pemkab Bengkalis.Diantaranya adalah peningkatan jalan lingkar Duri Barat, peningkatan jalan lingkar Duri Timur dan peningkatan jalan di beberapa kecamatan lainnya.
“Dilanjutkan pula dengan pembangunan Duri Islamic Centre  (DIC) di Kecamatan Mandau sebagai pusat kegiatan keagamaan,” imbuhnya.
            Masih menurut Bupati Amril Mukminin, masih banyak lagi program dan kegiatan yang telah kita laksanakan selama ini sebagai komitmen Pemkab Bengkalis untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan bagi masyarakat di daerah ini. #DISKOMINFOTIK.


Bupati Amril Mukminin Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla


Bengkalis, NUANSA POST
Bupati Bengkalis Amril Mukminin ingatkan seluruh masyarakat di daerah ini waspada terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).Secara khusus, pesan itu disampaikannya kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis
“Kami ingatkan kembali kepada kita semua, agar tetap waspada terhadap bencana Karhutla,” pesan Bupati Amril.
Melalui sambutan tertulis, pesan mengingatkan itu dibacakan Sekretaris Daerah H Bustami HY saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemkab Bengkalis, Senin, 18 Maret 2019.
Upacara yang pelaksanaannya dikoordinir Inspektorat Kabupaten Bengkalis tersebut dilaksanakan di halaman kantor Bupati Bengkalis, jalan Jenderal Ahmad Yani No 070, Bengkalis.
Bupati Amril Mukminin juga mengatakan, Kabupaten bengkalis khususnya, telah menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional sebagai daerah yang paling banyak terdampak Karhutla.“Hindari kegiatan memicu kebakaran hutan, karena menimbulkan kerugian yang sangat besar dan dampaknya sangat luas terhadap ekosistem lingkungan dan terutama bagi diri kita sendiri,” jelasnya. #DISKOMINFOTIK/AMIRUDIN)***

Ibunda UAS Tutup Usia, Bupati Amril Mukminin Ucapkan Belasungkawa


Bengkalis, NUANSA POST
“Innalillahi wainnailaihi raji’un”. Hj Rohana, ibunda dari ustadz sejuta viewer Ustadz Abdul Somad, di Rumah Sakit Sansani, Pekanbaru, sekitar pukul 04.00 WIB Senin 18 Maret 2019, tutup usia.
            Berita duka tentang kepulangan Hj Rohana, tidak hanya menimbulkan kedukaan bagi ustad yang akrab dipanggil UAS ini, tapi juga mengundang simpati dan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Riau khususnya dan Indonesia serta umat Islam di Negeri Jiran Malaysia.
            Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang memperoleh kabar duka tentang meninggalkanya Ibunda tercinta UAS, mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya.“Atas atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ujarnya Bupati Amril seraya mengaku kehilangan atas berpulangnya almarhumah ke rahmatullah.
            Lebih lanjut mantan anggota DPRD Bengkalis ini mengatakan, agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar serta ikhlas menerima ketentuan dari Allah SWT. Bupati Amril Mukminin juga mengajak seluruh masyarakat Negeri Junjungan untuk mendoakan semoga ibunda UAS, wafat dalam keadaan husnul khotimah.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap sabar, tabah dan ikhlas. Mari kita doakan semoga almarhumah menghadap Sang Khalik dalam keadaan husnul khotimah,” ungkap suami dari Kasmarni ini.
Seperti diketahui, dari informasi yang dihimpun Hj Rohana, menghembuskan nafas terakhir di RS Sansani Pekanbaru sekitar pukul 04.00 WIB Senin 18 Maret 2019. Selanjutnya jenazah akan langsung dibawa ke kampung halamannya Sumatera Utara. #DISKOMINFOTIK/AMIRUIDN)***


Drs.H.Alfedri,M.Si “Si Bocah Penjala Ikan” Itupun Kini Jadi Bupati Siak


Siak, NUANSA POST
Hari ini Senin pagi (18/3/19), lelaki 52 tahun itu akhirnya resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Kabupaten Siak. Yang melantik dia adalah 'senior'nya yang beberapa waktu lalu naik kelas menjadi Gubernur Riau, Syamsuar.
Tak pernah terlintas dalam benak si 'kutu buku' ini bakal menjadi Bupati. Boro-boro untuk itu, jadi pamong pun tak pernah ada dalam mimpi masa kecilnya.
Sebab waktu itu yang jadi mimpi Alfedri cuma jadi tukang listrik yang kelak bisa menolong supaya rumah-rumah orang di kampung, supaya bisa terang benderang. Karena itu sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar (SD), Alfedri kecil pernah bilang sama emaknya, suatu saat ingin sekolah di STM.
Biar keinginannya itu kesampaian, Alfedri, tekun belajar. Ragam cara yang dia lakukan supaya suasana belajar menyenangkan.
Kalau belajar di rumah, dia suka menggongseng kacang biar ada camilan. Sebab kalau belajar, Alfedri sering sampai larut malam.
Pun kalau lagi di luar rumah, Alfedri selalu menenteng buku. Mau sedang di sawah, menjala ikan, bahkan sedang ngumpul dengan teman sebayanya pun, buku tak pernah ketinggalan.
Ridwan yang mendidik dia seperti itu, keras tapi terarah. Dan seperti kebiasaan melayu kampung pada umumnya, Alfedri adalah orang pengajian.
Di luar itu, sejak kecil dia sudah mandiri. Sudah bisa membikin kolam sendiri, menanam sawah sendiri dan bahkan mendayung sampan sambil menjala di sungai. Untuk yang satu ini, benar-benar menjadi hobi Alfedri, makanya dia sempat merengek kepada ayahnya untuk dibelikan jala.
Meski jadi hijrah ke Pekanbaru, anak Ridwan Dailami ini, bukan masuk STM, tapi SMPN 4 dan kemudian SMAN 1. Dan ke Pekanbaru pun dia diboyong dan tinggal di rumah Pak Ciknya.
Di sinilah cerita lain muncul. Ada getaran kecil di hati Alfedri saat menengok gadis cantik tetangga Pak Ciknya. Namanya Rasidah.
Alfedri tak berani berbuat banyak tentang perempuan itu, selain takut pada Pak Ciknya, lelaki ini juga belum punya cukup nyali untuk menatap yang namanya perempuan. Maklum, saat itu Alfedri masih kelas II SMP dan Rasidah kelas I SMP.
Lepas SMA, Alfedri diterima di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), persis tahun 1985. Cikal dia bakal jadi pamong mulai kelihatan.
Dan kemandiriannya sejak kecil makin tertempa di sini. Inilah yang membikin Alfedri juga menjadi mahasiswa yang dapat menyelesaikan studinya dengan baik di setiap jenjang pedidikan yang dilaluinya.
Pekanbaru TA 1985-1989. Kemudian melanjutkan S1 di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Tahun 1993-1995. Sementara S2 di Universitas Riau Pekanbaru  Tahun 2003-2005.
Mulai sibuk dengan karir membikin Alfedri sempat terlupa dengan Rasidah. Namun kenangan lama itu kembali bersemi saat Alfedri ketemu kembali dengan Rasidah di Sungai Apit.
Waktu itu Rasidah mulai menjalani karirnya sebagai guru berstatus pegawai negeri dan Alfedri pegawai di kantor Camat Sungai Apit.
Tahun 1993, lelaki ini memberanikan diri melamar Rasidah dan gayung bersambut.
Bersama Rasidah, karir lelaki ini terus melejit. Jadi Pjs. Kaur Kemasyarakatan Setwilcam Sungai Apit, masih di tempat yang sama jabatannya naik menjadi Kepala Seksi PMD. Selanjutnya menjadi Sekretaris Camat Minas hingga tahun 2000.
Lebih kurang satu tahun, sejak Juni 1998, Alfedri juga pernah 'rangkap jabatan' jadi kepala sekolah SMA Korpri yang sekarang berubah nama jadi SMAN 1 Minas. Kala itu Alfedri ditunjuk menjadi kepsek, karena dia salah satu pencetus berdirinya SMA pertama di Minas itu.
Masih di tahun yang sama, Alfedri dipercaya oleh almarhum Tengku Rafian (Bupati Siak kala itu) sebagai Kabag Pemerintahan Desa dan kemudian Kabag Penyusunan Program, masih di tahun yang sama.
Dimasa kepemimpanan Bupati Siak Arwin AS, Alfedri di percaya sebagai Camat Minas, Camat Tualang, Kabag Keuangan dan di tahun 2011 di angkat menjadi Kepala DPPKAD.
Tak hanya moncer menjadi pamong, Alfedri juga kemudian piawai menggawangi sederet organisasi Kepiawaiannya memimpin organisasi. Mulai dari Ketua Badan Amil Zakat kabupaten, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS, Ketua BNN Kab Siak, Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Siak (TKPK), Ketua Kwartir Cabag 09 Gerakan Pramuka Siak, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Siak, hingga kemudian menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Siak.
Bersama Syamsuar, sejak tahun 2011, Alfedri semakin matang. Dua kali menjadi wakil Syamsuar di pemerintahan Kabupaten Siak, membikin lelaki ini tertempa menjadi figur baru yang matang.
Sebab Syamsuar tidak sekadar menjadikan dia wakil, lebih dari itu, Alfedri sudah seperti seorang adik bagi Syamsuar. 
Itulah sebabnya, mereka berdua anteng maju dua periode, sejarah yang cukup langka bagi dunia politik, khususnya di Riau.
Tapi itulah Alfedri, lelaki yang santun dan tau menghormati yang lebih tua dan layak dihormati. Loyalitasnya, tidak hanya pada cinta pertamanya, Rasidah, tapi juga pada tanggungjawab dan pengabdian pada negara dan pimpinannya.
Loyalitas inilah yang membikin Syamsuar senang pada Alfedri. Dan mulai hari ini, tibalah giliran Alfedri dilantik Gubernur Riau Syamsuar, untuk memimpin Kabupaten Siak agar menjadi daerah yang lebih cemerlang, terbilang dan gemilang. (HANGTUAH/ HUMAS/ADVERTORIAL)***

Heintje Mandagi: “Lahirnya Dewan Pers Indonesia di Tengah Tantangan dan Peluang”


Jakarta ,NUANSA POST
Rapat pleno Anggota Dewan Pers Indonesia hasil Kongres Pers Indonesia 2019 di Hotel Grand Cempaka Jakarta, baru-baru ini telah memilih Heintje Mandagi sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia periode 2019-2022. Dua kandidat yang sebelumnya disebut-sebut menjadi calon kuat untuk menjabat Ketua Dewan Pers Indonesia yaitu Irjen (Purn) Pol Wisjnu Amat Sastro- mantan Kapolda Riau, dan Dr Emrus Sihombing- pakar Komunikasi, memilih mundur dan tidak bersedia dipilih. Mayoritas peserta rapat pleno Dewan Pers Indonesia kemudian memilih dan memutuskan Heintje Mandagi sebagai Ketua Dewan Pers. 
            Setelah resmi menahkodai Dewan Pers Indonesia, Heintje Mandagi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia dan Sekretaris Sekber Pers Indonesia, bersama-sama dengan anggota lainnya berhasil menyusun komposisi lengkap Struktur kepengurusan Dewan Pers Indonesia periode 2019-2022.
            Di jajaran pengurus inti, Mandagi didampingi Wakil Ketua Emrus Sihombing (Unsur Tokoh Masyarakat), dan Sekretaris Sugiharto Santoso (Unsur Pimpinan Perusahaan Pers), dan H Subaidi (Unsur Tokoh Pers dan Masyarakat) pada posisi Bendahara. 
Struktur Dewan Pers Indonesia adalah sebagai berikut :
Komisi Hukum dan Perlindungan Pers : Irjen (purn) Pol. Wisjnu Amat Sastro (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Sertifikasi Kompetensi : Lasman Siahaan, SH, MH (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Pengembangan Profesi : Suriyanto, SH,MH,MKn (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Pengaduan Masyarakat : Mustika Sani, SH,MH (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Verifikasi Perusahaan Pers : Drs. Maripin Munthe (Unsur pimpinan organisasi perusahaan pers)
Komisi Perwakilan Provinsi : Febryan Adhitya, SE,MSn (Unsur Pimpinan Perusahaan Pers)
Komisi Hubungan Antar Lembaga : Drs. Taufiq Effendi, MBA (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Pemberdayaan Media : Kasihhati (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Usaha : Drs. Yockie Hutagalung, MM (Unsur Tokoh Masyarakat)
Komisi Lembaga Sertifikasi Profesi : Salim Djati Mamma (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Penelitian dan Pengembangan : Frans P. Liwun, S.Sos,SPd (Unsur pimpinan organisasi pers)
Komisi Kemitraan Luar Negeri : Joseph Hutabarat, SE,SH,MH (Unsur wartawan)
Komisi Pemberdayaan Organisasi Pers : Dedik Sugianto (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Kesekretariatan : Feri Rusdiono (Unsur Wartawan/pimpinan organisasi pers)
Komisi Hubungan Masyarakat : Moris Hutasoit (Unsur wartawan/pimpinan organisasi pers)
Selain menetapkan Ketua Dewan Pers Terpilih, Rapat Pleno Dewan Pers Indonesia juga menetapkan Badan Pengawas Dewan Pers Indonesia (berada di luar struktur) yakni : Marlon Brando, Edi Anwar, dan Wesley Sihombing. Jajaran Badan Pengawas ini masih akan diisi oleh beberapa tokoh lagi yang dianggap memiliki kapasitas sebagai tokoh pers atau tokoh masyarakat.
Dengan terbentuknya susunan lengkap Struktur Kepengurusan Dewan Pers Indonesia, Ketua Dewan Pers Indonesia Heintje Mandagi mengatakan, langkah selanjutnya adalah seluruh Anggota Dewan Pers Indonesia harus segera bekerja menyusun program kerja sambil menunggu rekomendasi hasil Kongres Pers Indonesia diserahkan ke Presiden Republik Indonesia.
Ditengah ‘badai’ ancaman somasi Ketua Dewan Pers Joseph Adi Prasetyo terhadap Dewan Pers Indonesia hasil Kongres Pers Indonesia 2019, Mandagi menuturkan, masih ada lagi muncul penolakan dan cibiran dari kelompok yang menamakan Majelis Pers. Kelompok ini megaku sebagai pelaku sejarah dan mengklaim sebagai satu-satunya lembaga yang berhak memperjuangkan kemerdekaan pers.
“Yang pasti Dewan Pers Indonesia ini telah dilahirkan oleh 12 organisasi pers yang mana 6 di antaranya adalah organisasi pers yang telah ikut berjasa membentuk kembali Dewan Pers pasca dibubarkan dan disahkannya Undang-Undang Pers yang baru nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” terang Mandagi.
Mandagi dalam kapasitas selaku Sekretaris Sekber Pers Indonesia juga menambahkan, untuk menghadapi segala ancaman dan penolakan atas berdirinya Dewan Pers Indonesia maka Sekber Pers Indonesia akan segera membentuk Tim Advokasi yang terdiri dari para pengacara handal.
Sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia, Mandagi menegaskan, pihaknya akan berkonsentrasi melihat peluang  besar untuk mensejahterakan wartawan Indonesia sudah berada di depan mata. “Kita akan bekerja dengan membangun sistem yang perofesional dan modern untuk membawa pers Indonesia maju, mandiri, merdeka, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dijelaskan pula, bersama dengan Komisi Usaha yang dijabat Yockie Hutagalung, Dewan Pers Indonesia akan memperjuangkan belanja iklan nasional terdistribusi ke setiap provinsi agar ribuan media cetak lokal dan media online bisa mendapatkan peluang besar memperoleh pemasukan besar dari belanja iklan nasional tersebut. “Pers Indonesia harus sejahtera karena peluang itu sangat besar dan terbuka lebar, namun selama ini pemerintah diam saja karena tidak paham, begitupun dengan Dewan Pers yang ada sekarang tidak pernah melakukan upaya untuk memperjuangan belanja iklan nasional tersebut dishare ke media lokal untuk kesejahteraan wartawan,” terangnya. Yang ada sekarang ini, menurut Mandagi, Dewan Pers malah sibuk dengan proyek Uji Kompetensi Wartawan, Verifikasi Media, dan membentuk satgas untuk menakut-nakuti media-media online yang sesungguhnya sudah berjasa menciptakan puluhan ribu tenaga kerja wartawan dan pekerja pers. 
Selain itu, Dewan Pers Indonesia akan bekerja melayani masyarakat menyampaikan aduan terkait masalah pemberitaan melalui Komisi Pengaduan Masyarakat. “Masyarakat yang membutuhkan penyelesaian sengketa pers akan dilayani melalui Posko Layanan Pengaduan di setiap Perwakilan Provinsi di seluruh Indonesia, sehingga harapan kami tidak ada lagi wartawan yang dilaporkan ke polisi terkait sengketa pers, dan masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta untuk melapor ke Dewan Pers,” tuturnya.
“Peraturan-peraturan di bidang pers yang ditetapkan pada Kongres kemarin akan segera diimplementasi oleh seluruh organisasi pers, dan Dewan Pers akan memfasilitasi itu, terutama pengangkatan keanggotaan wartawan dan verifikasi media agar nantinya tidak ada lagi wartawan dan media yang disebut abal-abal oleh Dewan Pers,” urainya.
Sistem verifikasi media yang dibangun oleh Dewan Pers Indonesia adalah untuk menempatkan kemampuan media berdasarkan klasifikasi. Sebagai perbandingan, sistem yang dibuat Dewan Pers yang ada sekarang, misalnya media harian Kompas yang sudah berdiri puluhan tahun sama klasifikasinya dengan media lokal yang baru lolos verifikasi di dewan pers. Versi Dewan Pers Indonesia akan memberi rating sesuai kemampuan dan pengalaman media berdasarkan klasifikasi yaitu Perusahaan Pers kategori Kecil, Menengah, dan Besar. Dengan penetapan klasifikasi ini maka kebutuhan penyaluran belanja iklan akan menyesuaikan dengan kategori Perusahaan Pers. Sebagai contoh, tender belanja iklan yang ditawarkan senilai 100 Milyar Rupiah tentu hanya bisa diikuti oleh Perusahaan Pers dengan Klasifikasi B atau Besar. Begitupun jika nilai belanja iklan hanya 10 juta rupiah maka perusahaan pers yang berhak ikut hanya untuk klasifikasi K atau Kecil. Tidak wajar jika nilai belanja iklan hanya puluhan juta rupiah dan perusahaan Klasifikasi B ikut ambil bagian di dalamnya.  “Dengan sistem ini kami yakin belanja iklan nasional akan terdistribusi sampai ke daerah, dan akan berdampak positif bagi bertumbuh-kembangnya media lokal,” pungkasnya.
Sistem lain yang akan dibangun oleh Dewan Pers Indonesia adalah Sertifikasi Kompetensi Wartawan. Selama ini wartawan disodori program Uji Kompetensi Wartawan oleh Dewan Pers dengan bermodalkan Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP berlisensi Dewan Pers, kemudian melaksanakan uji kompetensi tanpa pernah melakukan pendidkan atau pembinaan terlebih dahulu. Ironisnya, setelah lulus UKW sertifikatnya tidak sah karena bukan produk Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.
“Sistem yang kami akan terapkan adalah wartawan mengikuti proses sertifikasi melalui LSP yang berlisensi BNSP, sehingga sertifikatnya berstandar internasional dan bisa digunakan melamar pekerjaan wartawan di perusahaan luar negeri,” ujar Mandagi.
            Sementara itu Peraturan Pers tentang Keanggotaan dan Sertifikasi Kompetensi Wartawan akan segera diterapkan oleh organisasi-organisasi pers. Pengangkatan keanggotaan wartawan dinyatakan sah bukan karena ikut UKW melainkan sah setelah ditetapkan secara resmi oleh organisasi pers berdasarkan rekomendasi dari pimpinan redaksi. (RED)***

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA