Membongkar Dugaan Penggelembungan Anggaran Proyek-Proyek Dinas PUPR Provinsi Lampung Yang Berada di Kab. Lampung Utara

.

Lampura, NUANSA POST
Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang ( PUPR) Provinsi Lampung dinilai tempat  ajang untuk memperkaya diri sendiri,pasalnya banyak di temukan proyek-proyek  bermasalah dengan anggaran yang cukup besar.
            Proyek  tersebut diantaranya, program pembangunan ruas jalan dan jembatan tahun anngran 2017, Negara Ratu -Sopoyono di miliki Oleh PT. Gunung jaya Mandiri,Kotabumi-ketapang di Miliki oleh PT. Mitra Muda Kontruksi,Bandar Abung - Bandar Sakti di Miliki oleh CV. Sukma Utama,Bandar Abung - Bandar Sakti di Miliki oleh CV. Panji Sebuai ,Bandar Abung-Simpang Tujok di Miliki oleh PT. Gunung jaya Madiri  Bandar Abung - Simpang Tujok di Miliki oleh CV.Makmur Mandiri, saat ini kondisinya sudah rusak,sudah banyak berlubang dan aspal mengelupas,dan kondisi ini di nilai seolah di biarkan oleh dinas PUPR Provinsi.
            Hingga saat ini Dinas PUPR belum bisa dikonfirmasi .Sebagaimana diberitakan kemarin ,carut marutnya proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, tahun anggaran 2017, mengindikasikan adanya penyimpangan dalam proses pelaksanaannya. 
            Kualitas pekerjaan yang buruk jelas terlihat dari kondisi fisik pekerjaan yang baru rampung namun sudah mulai rusak. Diduga, pekerjaan tersebut dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
            Pekerjaan Dinas PUPR Provinsi Lampung tahun 2017, yang diduga bermasalah diantaranya pembangunan ruas jalan dan jembatan di Negara Ratu - Sopoyono, Kotabumi - Ketapang, Bandar Abung - Bandar Sakti, dan Bandar Abung - Simpang Tujok.
            Saat ini, kondisi fisik dari pekerjaan - pekerjaan itu sudah hancur, bolong - bolong dan aspalnya mengelupas. Bobroknya proyek tersebut, diduga pengerjaan yang tak sesuai RAB. Hal ini lantaran tidak ada pengawasan dari Dinas PUPR Provinsi Lampung.
            Ketua LSM Reformasi Nopriyanto, Senin (18/12) melaporkan sejumlah pekerjaan Dinas PUPR Provinsi Lampung tersebut ke Polres Lampung Utara dan Kejaksaan Negeri Lampung Utara. “Ya, hari ini (kemarin, red) saya dan tim gabungan LSM dan media melaporkan carut marutnya proyek - proyek Dinas PUPR Provinsi Lampung tersebut,” kata dia. 
            Dia mengaku miris melihat kondisi proyek tersebut, yang baru beberapa bulan dikerjakan dan rampung tapi sudah banyak yang hancur dan berlubang. “Saya berharap Kapolres dan Kajari dapat cepat merespon laporan kami hari ini, dan apabila lambat dalam penanganannya maka akan saya laporkan kembali di tingkat penegak hukum yang lebih tinggi, karena saya tahu anggarannya cukup besar dan fantastis," bebernya.
            Salah seorang anggota Tim Investigasi, Tjikmet membenarkan jika sejumlah proyek yang ia tinjau bersama tim ke lapangan, kondisinya rusak. “Saat kami lihat kerjaan tersebut terkesan asal - asalan, kami selaku putra daerah merasa dirugikan melihat proyek - proyek hanya hitungan bulan sudah hancur, kami sudah lama menyoroti proyek - proyek yang berasal dari Dinas PU Provinsi Lampung, memang dari tahun 2015 hingga saat ini terkesa asal," ungkapnya.(RIAN)***


0 komentar:

Posting Komentar

Iklan Musi Rawas

Iklan Musi Rawas

Hari Pers Nasional 2018

Hari Pers Nasional 2018