Adsense

Dokter di Klinik “KATARAK CENTER” Purwokerto Diduga Lakukan Malpraktek Terhadap Pasien Sunarto

.
 
Purwokerto ,NUANSA POST

Seorang dokter yang bertugas di Klinik “Katarak Center” Purwokerto diduga melakukan tindak malpraktek, karena pasiennya bernama Sunarto warga Desa Tamansari Rt 03/02  Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas meninggal dunia, setelah disuntik sebelum dilakukan operasi. Keluarga korban mengakui menerima   kematian Sunarto meski merasa adanya kejanggalan dan tanda tanya besar

            “Sebelum dilakukan operasi katarak, bapak saya sempat disuntik dulu oleh dokter yang menangani. Namun beberapa menit setelah disuntik, badan bapak menggigil dan kejang kejang, tak berapa lama nyawa bapak tidak tertolong.”ungkap Yanti, anak almarhum.

            Yanti pun memaparkan kronologis kejadian yang menimpa almarhum bapaknya.  Sunarto adalah warga Desa Tamansari Rt 03/02  Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, yang telah berusaha untuk  penyembuhan sakit katarak di matanya, meski telah beberapa kali menjalani pengobatan di Klinik Katarak Center. Atas petunjuk dari dokter di Klinik Katarak Center, dianjurkan supaya dioperasi demi kesembuhan yang permanen.

             Setelah dinyatakan sehat oleh dokter Katarak Center dr Anas Anwari,  hari Jum.at ( 26 Oktober 2018) , Sunarto  yang didampingi putrinya Yanti bermaksud akan menjalani operasi di Klinik Katarak Center.

             Setelah sholat asyar, Sunarto mendapat urutan pertama dan masuk di ruang operasi. Setelah disuntik, ternyata tubuh Sunarto menjadi menggigil serta kejang kejang. Selanjutnya Sunarto dibawa ke ruang IGD  Rumah Sakit Bedah Jatiwinangun yang lokasinya tepat didepan Klinik Katarak Center Purwokerto sekitar 15 meter. Namun sayang, nyawa Sunarto tidak dapat tertolongkan lagi,dan malam hari itu juga jasad Sunarto dikebumikan TPU Cikethi  desa Tamansari.

              Sehari setelah kematian almarhum Sunarto, pihak Klinik Katarak Center Purwokerto mendatangi kediaman almarhum Sunarto untuk memberikan santunan  dan rasa bela sungkawa kepada keluarga almarhum Sunarto.

                “ Saya juga nggak habis pikir Mas,kenapa setelah di suntik bius tubuh bapak saya mendadak menggigil dan kejang kejang, bahkan  sampai meninggal. Padahal sebelumnya telah diperiksa oleh dokter, dan  dokter bilang kondisi bapak saya  sehat dan siap menjalani operasi. Kenapa bisa menjadi  demikian…..Pada akhirnya bapak saya  meninggal dunia” ungkap adik Yanti dengan meneteskan air mata.

              Ditempat yang sama, Ny. Ripah istri almarhum Sunarto mengatakan “ Kami sekeluarga sudah pasrah, mungkin ini sudah takdir suami saya harus meninggal lewat jalan itu. Padahal penyakitnya cuma begitu “ papar Ripah sambil menghapus air matanya.

             Sementara di tempat yang berbeda, penanggung jawab Klinik KCP,  dr Anas Anwadii saat di konfirmasi oleh  NUANSA POST  diruang kerjanya Selasa (  6/11 )  mengatakan “ Semua manusia pasti akan mati, dan pas kebetulan, saya yang menangani pasien tersebut. Tapi tidak ada unsur kesengjaan. Kami juga tidak tahu, kenapa hal tersebut sampai terjadi “ ungkap sang dokter.
            Dengan kejadian tersebut, maka dokter spesialis mata di Klinik “KATARAK CENTER” Purwokerto diduga telah melakukan malpraktek. Sebagaimana diketahui, bahwa yang dinamakan malpraktek adalah kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam melaksanakan profesinya yang tidak sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional, akibat kesalahan atau kelalaian tersebut pasien menderita luka berat, cacat bahkan meninggal dunia.  (TIM)***

0 komentar:

Posting Komentar

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA