Adsense

Gedung Sasono Utomo TMII, Jadi Sejarah Lahirnya Dewan Pers Independen

.

Jakarta, NUANSA POST
 Musyawarah Besar (MUBES) Pers Indonesia se Indonesia berlangsung semarak dihadiri ribuan para jurnalis dan praktisi pers dari Sabang sampai Merauke, hari Selasa (18/12/2018) pagi di Gedung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Tato Suwarto mantan anggota DPR MPR-RI, anggota senat DPD RI Fachru Rozi dari Aceh, Egi Sujana SH MH tokoh nasional dan para Ketua Organisasi Profesi wartawan serta para pemimpin redaksi surat kabar yang ada di Indonesia.
            Dalam acara tersebut sepakati untuk menyatukan  persepsi seluruh insan pers tanah air untuk membentuk Dewan Pers Independen demi mewujidkan profesionalisme independensi pers Indonesia sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999.
            Acara yang digagas oleh Sekretariat bersama Pers Indonesia itu merupakan salah satu agenda  kegiatan Akbar  Musyawarah Besar Pers  Indonesia, yang merupakan cikal bakal dan sejarah kebangkitan Pers Indonesia.
            Salah satu anggota senat dari DPD RI dari Provinsi Aceh, memaparkan, bahwa aturan Dewan Pers Indonesia telah mendzolimi wartawan Indonesia. Dasar hukum yang digunakan Dewan Pers dianggap aturan dengan gaya orde baru. Seperti UKW merupakan kriminalitas terhadap wartawan. "Oleh karena itu kita akan membentuk Dewan Pers Independen untuk menaungi seluruh wartawan/wartawati Indonesia yang merasa terdzolimi oleh aturan aturan Dewan Pers Indonesia yang sangat merugikan profesi jurnalis saat ini,", ungkapnya.
            Sementara itu penggagas acara MUBES Pers Indonesia , Wilson Lalengke mengaku bangga dengan kehadiran para peserta dari wilayah yang ada di Indonesia untuk datang ke Jakarta.Menurutnya dalam acara tersebut akan dilakukan pembacaan deklarasi dan penyampaian Tuntutan Pers Indonesia, termasuk mendeklarasikan  terbentuknya Dewan Pers Independen."Kita pun menyampaikan aspirasi dan tuntutan Pers Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan pers dan kehadiran negara dalam pemberdayaan masyarakat Pers Indonesia," ujar Wilson penggagas  yang juga Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).
            Sementara itu tokoh pers dan tokoh hukum Indonesia Egi Sudjana SH,MH menegaskan, masih ada insan pers yang memberitakan malah dikriminalisasi dengan hukuman pidana. "oleh karena itu saya mendukung pembentukan Dewan Pers Independen, untuk menjadi kekuatan wartawan Indonesia,", katanya.
Pers sebagai penyuplai informasi, maka dari itu perawatan harus jujur, benar dan adil."Jadi kalau kita ingin besar dan menjadi kekuatan langkah langkah dan nilai nilai tadi. Selanjutnya kita harus melahirkan calon pemimpin yang berani dan cerdas," tegas Egi.
            Oleh karena itu, masih kata dia, pertemuan Jurnalis se Indonesia ini dalam  pertemuan mendatang harus  ditambah waktunya dua hari. Apalagi para jurnalis yang hadir ini datang dari Sabang sampai Merauke, pungkasnya. (TONO)***

0 komentar:

Posting Komentar

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA