Adsense

Pada Pengujung Tahun 2018, Kejari Tasikmalaya Berhasil Ungkap Kasus Milyaran Rupiah

.


Kota Tasik, NUANSA POST
Hari Anti Korupsi Internasional yang serentak di laksanakan di seluruh Indonesia pada 9 Desember 2018 yang baru lalu, ternyata membawa pengalaman tersendiri khususnya bagi institusi Kejaksaan. Seperti halnya Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, dimana pada Hari Anti Korupsi Internasional, ada beberapa catatan penting capaian prestasi yang luar biasa diraih, dimana berhasil mengungkap beberapa kasus yang terbilang cukup fantastis bagi sebuah kantor kejaksaan untuk ukuran kejaksaan tingkat kota/kabupaten.
                "Rasanya untuk kejaksaan di wilayah Priangan, capaian prestasi kami dan rekan rekan di lingkungan Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, terbilang cukup berhasil. Kami telah mengungkap beberapa kasus korupsi  yang nilainya Milyaran rupiah," ungkap Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Selamat Simanjuntak SH,MH saat bincang bincang dengan NUANSA POST diruang kerjanya, Senin (10/12/2018) lalu.
                Menurut Selamat, capaian prestasi itu diantaranya,  mengungkap kasus lingkar Utara dan Penggeledahan kantor Bank BTN (Bank Tabungan Negara) Tasikmalaya terkait dugaan kredit fiktif.
"Hari Senin (11/9/2018) digelar sidang perdana kasus aliran dana lingkar Utara yang merugikan uang negara Rp.3,2 M dan baru baru ini berhasil  mengungkap kasus dugaan kredit fiktif di Bank BTN Tasikmalaya dengan kerugian uang negara ditaksir Rp.6 M. Ini semua tentunya berkat kerja keras rekan rekan dijajaran Kejaksaan, " ungkao Salamat yang ketika itu didampingi Kasie Intel Widi Wicaksono, SH.
                Terkait aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional di Kota Tasikmalaya, Salamat menilai aksi mahasiswa dari PMII yang digelar didepan kantornya, masih dianggap wajar dan pihaknya sangat memahami dan menghargai aksi mahasiswa. "Saya sangat apresiasi kehadiran teman teman dari PMII saat aksi demo barusan, karena dulu waktu saya masih mahasiswa, sama seperti mereka mereka dalam menyuarakan aspirasinya. Normatif dan sah sah saja di alam demokrasi ini,  asalkan aksi tersebut tidak anarkis serta masih dalam norma norma," ucapnya.
Namun demikian, Salamat berharap agar aksi mahasiswa di jaman milenial saat ini perlu memperhatikan beberapa aspek serta mainsate yang harus diperhatikan .
Ada tiga  hal yang harus diperhatikan terutama mainsatenya yang harus dirubah. Diantaranya, karakter budaya,  bertindak harus dirubah, dan yang terakhir  adalah perilaku, imbuhnya."Oleh karena itu kita bersama jajaran kejaksaan sebisa mungkin harus bisa berupaya  mengarahkan ke arah yg lebih profesional terhadap teman teman mahasiswa, apalagi kehadiran kita (kejaksaan) sama sama menginginkan Jangan Kotori Kota Tasikmalaya dengan Korupsi," tegasnya.
Yang terpenting Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya akan terus berkomitmen untuk membasmi bahkan tidak akan ada ruang sedikitpun bagi mereka mereka yang akan melakukan tindak korupsi di Kota Tasik. Jangan main main dengan Korupsi pokoknya kita akan sikat dan basmi sekecil apapun, pungkas nya. (TONO EFENDI)***

0 komentar:

Posting Komentar

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA