Adsense

AWPI Bersama Kadis Kominfo Lampura, Beri Bantuan Kepada Fatimah Seorang Nenek Tua Renta dan Buta

.

Lampung Utara, NUANSA POST
Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian, Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) bersama Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Utara (Lampura), memberikan tali asih kepada Fatimah (95), seorang nenek tua renta dan buta yang merupakan warga Dusun Tanjung Sari Desa Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampura. Jumat (12/7/2019).
Adapun tali asih yang diberikan berbentuk sembako tersebut, diserahkan langsung oleh Ketua AWPI Lampura - Deferi Zan dan Kepala Dinas Kominfo Lampura - Sanny Lumy dikediaman nenek Fatmah."Bantuan ini, juga sebagai ajang silaturahmi sekaligus wujud kepedulian AWPI kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ungkap Deferi, usai memberikan paket sembako didampingi para anggota AWPI Lampura.
Defri juga berharap, dengan adanya bantuan yang diberikan semoga dapat sedikit meringankan kehidupan nenek Fatmah beserta anak dan cucunya."InsyaAlloh, mudah-mudahan sedikit bantuan ini dapat bermanfaat untuk nenek beserta keluarganya," ucapnya.
Senada juga disampaikan Kadis Kominfo - Sanny Lumy, sebagai sesama manusia alangkah indahnya bila saling berbagi.“Ya kita sebagai manusia, alangkah baiknya bisa saling membantu, itu akan membuat hidup kita terasa lebih berarti, dan ini juga merupakan bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kami khususnya yang berada di Kabupaten Lampung Utara," tutur Sanny.
Sanny juga berjanji secepatnya akan menghubungi SKPD terkait, agar nenek Fatmah mendapatkan bantuan, baik bedah rumah, pembuatan KTP dan KK, juga bantuan bersifat berkontinu dari Pemerintah."Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, supaya nenek Fatmah mendapatkan bantuan seperti anaknya yang terlebih dahulu telah mendapatkan PKH (Program Keluarga Harapan," janji Kadis Kominfo.
Berita sebelumnya, Fatmah (95), seorang nenek tua renta dan buta, kehidupan kesehariannya jauh dari kata layak. Apalagi rumah yang ditempati kondisinya sangat memprihatinkan. Dinding rumah hanya terbuat dari bambu yang sudah tampak rapuh dan genting bagian atapnya porak poranda. Kalau hujan turun bagian dalam rumahnya menjadi becek dan tergenang air. Sebab lantai kamar sang nenek hanya beralaskan tanah tanpa keramik.
Sedangkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, nenek Fatmah tinggal bersama anaknya, Imawati (60) yang juga sudah berusia senja namun masih mampu mengambil upahan bila dibutuhkan oleh para tetangganya, dan Rahadi (33) cucu nenek Fatmah yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu. (RIAN)****

0 komentar:

Posting Komentar

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA