Adsense

Kades Pambang Pesisir Khawatir Terjadinya Abrasi

.

Bengkalis, NUANSA POST
Abrasi yang menerjang pantai timur Pulau Bengkalis, sudah sejak lama berlangsung, tetapi dalam dalam dua tahun terakhir ini dampak dirasakan semakin membesar. Ratusan meter daratan yang dulunya perkebunan warga kini telah berubah menjadi hamparan pantai. Salah satu Desa yang terkena dampak tersebut adalah Desa Pambang Pesisir yang kini abrasinya sudah hampir mendekati pemukiman warga.
            "Abrasi sudah sangat dekat sekali hanya hitungan puluhan meter saja ke  pemukiman warga," ungkap Kades Pambang Pesisir Pasla saat ditemui media ini. Senin (15/07/19).
Dikatakan oleh orang nomor satu Desa Pambang Pesisir itu bahwa saat ini yang paling dikhawatirkan oleh masyarakatnya adalah belum maksimalnya penanganan dari pemerintah untuk meredam abrasi di Desanya itu dan mengakibatkan banyak perkebunan warga yang sudah hilang dan sudah menjadi hamparan pantai hingga abrasi itu sudah semakin dekat dengan pemukiman warga.
"Baru-baru ini sudah ada tinjauan langsung dari team Menko Kemaritiman untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di bagian timur pulau Bengkalis tersebut, ini merupakan angin segar bagi kami dan mudah-mudahan tidak sekedar wacana tapi benar akan terlaksana," ungkap Pasla.
Lebih lanjut Pasla menceritakan saat ini yang menjadi fokus bagi desanya adalah menyelamatkan Lapangan Bola yang kini telah mulai terkikis oleh amukan gelombang yang terus menerpa wilayah tersebut.
"Untuk saat ini masyarakat secara bergotong royong untuk membuat pemecah gelombang dengan bahan seadanya untuk menyelamatkan Lapangan bola kaki di Desa kami, karena lapangan bola tersebut merupakan tempat dimana aktifitas bagi masyarakat khususnya pemuda dalam melakukan kegiatan olah raga yang merupakan kegiatan positif bagi para generasi muda di desa kami, jadi ini penting bagi kami untuk menyelamatkannya terlebih dahulu," jelas mantan aktifis itu.
Pasla juga menjelaskan bahwa dari Pemerintah Daerah memang pernah membuat tanggul pemecah gelombang namun itu sudah hancur akibat gelombang yang terus menerus menerpa bibir pantai tersebut.
"Pemecah gelombang memang pernah dibangun pada tahun 2013 lalu, namun kini sudah rusak dan selanjutnya dibangun lagi pada tahun 2016 dan kini masih bertahan dan hasilnya pun bagus pantai yang dulu terkikis kini pelahan-lahan tertimbun dengan sendirinya, namun pembangunannya hanya sebagian kecil saja, jika pembangunan ini dilanjut mudah-mudahan abrasi yang mengancam di Desa kami bisa segera dicegah," ungkap Kades Pambang Pesisir itu penuh harap.
"Semoga apa yang akan dijanjikan pemerintah bisa segera terlaksana, karena jika ini berlarut bukan tidak mungkin 2 atau 3 tahun mendatang pemukiman warga yang ada saat ini bisa sirna akibat abrasi,"tutup Pasla. (AMIRUDIN)***

0 komentar:

Posting Komentar

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA