Adsense

Objek Wisata Cipanas Galunggung Sepi Pengunjung, Ada Apakah Gerangan?

.

Kab.Tasik, NUANSA POST
Pada hari Minggu (4/8/2019) pukul 11.00 WIB, NUANSA POST menyambangi kawasan Objek Wisata Cipanas Gunung Galunggung yang selama ini dikenal sebagai objek wisata favorit di Kabupaten Tasikmalaya, karena setiap minggunya selalu banyak dikunjungi wisatawan lokal. Terutama pada hari libur Tahun Baru dan bahkan selama seminggu Idul Fitri bisa mencapai puluhan ribu pengunjung.
            Namun pada hari Minggu (4/8/2019) pukul 11.00 WIB tersebut, suasana di kawasan Objek Wisata Cipanas Gunung Galunggung justru sangat sepi dari pengunjung, dan ini bisa dilihat dari pintu masuk yang biasanya membuat sibuk petugas dari Dinas Pariwisata Kab.Tasikmalaya dibantu sejumlah elemen masyarakat. Juga biasanya banyak rekan rekan awak media dan LSM yang berkumpul.
Kali ini benar-benar sepi. Ini yang membuat heran NUANSA POST dan penasaran untuk mencari tahu serta bertanya kesana kemari. Alhasil, ada banyak informasi “miring” terkait sepinya jumlah pengunjung ke objek  wisata Cipanas Gunung Galunggung sejak beberapa minggu terakhir. “Informasi yang saya peroleh, pengunjung sepi setelah terjadinya “gap” pengelolaan retribusi karcis masuk antara piak Pemkab Tasikmalaya dengan Perhutani, sehingga tarif karcis masuk jadi lebih mahal.”ungkap Andri, salah seorang aktivis sebuah LSM
Kabar burung yang beredar, lanjut Andri didampingi Yohan, pihak Perhutani yang konon ingin menguasai sepenuhnya dari retribusi karcis tersebut.”Jika itu terjadi, maka Pemkab Tasikmalaya akan kehilangan PAD sangat besar dari sektor pariwisata.”ungkapnya.
Ketika hendak konfirmasi ke pihak Perhutani, seorang petugas yang berada di pintu masuk menyuruh NUANSA POST menghubungi orang yang berwenang di kantornya, tetapi sayangnya tidak ada hingga berita ini ditulis.
Sementara itu, Cecep petugas di pintu masuk dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Tasikmalaya sedang tidak ada. Walau demikian, salah seorang petugas lain yang enggan ditulis namanya hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan mulai sepinya pengunjung hingga pendapatan yang diperoleh dari penjualan tiket masuk. “Ya,gimana lagi....Kita hanya petugas lapangan saja. Tidak bisa berbuat apa apa.Namun yang jelas, kondisi seperti sekarang ini, pendapatan dari penjualan tiket masuk sangat minim. Praktis, setoran ke dinas juga akan sangat minim.”katanya.
Hal menarik perhatian, kini pun tidak banyak rekan rekan awak media,  aktivis LSM, karang taruna maupun petugas keamanan yang biasanya membantu mengamankan arus pengunjung yang membludak setiap minggunya.”Jadi males nongkrong di sini...”tutur rekan wartawan media online sambil ngeloyor pulang.(REDI MULYADI)***


0 komentar:

Posting Komentar

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA