Adsense

Hakim MA Tolak Permohonan Kasasi Dari Penuntut Umum Ahmad Tohar Usman Lepas dari Segala Tuntutan Hukum

.

Dumai ,NUANSA POST
Proses perkara A Tohar Usman dengan perjuangan yang sangat panjang akibat ulah Sumidjan melaporkan “menggunakan surat tanah palsu” hingga berlanjut di vonis PN Dumai A Tohar Usman selaku terdakwa 3 tahun penjara namun putusan PN Dumai kandas dipengadilan tinggi Riau. Terdakwa bebas dari segala tuntutan hukum. Namun pihak penuntut umum dari kejari Dumai mengajukan KASASI ke MA tetapi Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia akhirnya menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Dumai dalam perkara nomor: 305/Pid.B/2018/PN.Dum atas nama terdakwa Ahmad Tohar Usman dugaan tindak pidana memakai surat palsu.
 “Permohonan kasasi dari Penuntut Umum ditolak dalam rapat musyawarah hakim di Mahkamah Agung, pada tanggal 19 September 2019. Hakim menyatakan perbuatan Ahmad Tohar itu bukan merupakan suatu perbuatan tindak pidana. Jadi Klien saya harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum dan memulihkan haknya dalam kemampuan, harkat dan martabatnya, ”ujar Pendi Lubis. Advokat, kuasa hukum terdakwa A Tohar Usman kepada wartawan Harianfikiransumut.com pada Kamis (14/11/2019) Lalu.
            Sangat Ironis memang, sebab dari kenyataan proses hukum terhadap terdakwa, Seperti diberitakan sejumlah media pada sebelumnya, bahwa hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun terhadap terdakwa Ahmad Tohar Usman dalam perkara dugaan memakai surat palsu yang dituduhkan tersebut, sebagaimana diatur di dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dalam pasal 263 ayat 2 dan pasal 266.
Cukup menarik perhatian, masyarakat tentang perjalanan proses perkara yang menerpa A Tohar Usman (Ahmad Tohar Usman-red) sebab hasil  Sidang sebelumnya di Pengadilan Negeri Dumai, Jaksa penuntut umum (JPU), Yopentinu Adinugroho,SH, menuntut terdakwa A.Tohar Usman dengan pidana penjara selama 8 bulan. Sementara majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut memvonis terdakwa 3 tahun pula lamanya, sehingga masyarakat banyak terperangah.
Adapun aparat penegak hukum, Hakim Pengadilan Negeri Dumai Kelas 1A yang memeriksa perkara A Tohar Usman, dipimpin Firman Khadafi Tjindar Bumi, S.H dibantu hakim anggota, Irwansyah,SH dan Liena, dalam amar putusannya, menyatakan terdakwa A Tohar Usman terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana memakai surat palsu dan, Menjatuhkan pidana penjara terhadap A.Tohar Usman selama 3 tahun. Putusan ini membuat pihak terdakwa sangat terpukul dan menilai bahwa pihak majelis hakim yang menjatuhkan vonis “Kurang adil”. Yang akhirnya terdakwa melalui kuasa hukumnya memutuskan banding ke pengadilan tinggi Riau.
Langkah upaya banding ke pengadilan tinggi (PT) Riau di Pekanbaru berjalan dengan baik  dimana Penasihat Hukum (PH), Pendi Lubis SH, Raja Junaidi, SH, Indrayadi SH, Daulat Indra, SH dan Mustakim, SH, bahwa pasalnya menurut penasihat hukum ini, bahwa putusan majelis hakim dinilai “tidak adil”, maka terdakwa tidak menerima putusan tersebut dan banding ke pengadilan tinggi Riau di Pekanbaru terang kuasa hukum terdakwa memperjelas pada awak media ini. Dimana penanganan langkah hukum yang dilakukan oleh pengacara terdakwa adalah Berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 12 November 2018 telah didaftarkan di kepaniteraan PN Dumai, dengan register nomor. 222/SK/2018/PN Dumai.
Ketua Pengadilan Tinggi Riau di Pekanbaru telah menerima permintaan banding dari terdakwa  A.Tohar Usman dan mengeluarkan surat penetapan pada tanggal 19 Februari 2019 dengan nomor : 51/PID. B/PT. PBR, tentang penunjukan majelis hakim yang memeriksa tersebut yaitu sebagai Hakim Ketua, Yomisman SH. MH, hakim angggota, H Jalaluddin S.H. M. Hum dan H Heri Sutanto SH. MH.
Dalam amar putusan Hakim Pengadilan Tinggi Riau menyatakan terdakwa A Tohar Usman alias Somad tidak terbukti secara sah dan meyakinkan tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum.
Membebaskan terdakwa A.Tohar Usman dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Dumai nomor: 305/PID B/2018/PN DUM, tanggal 25 Januari 2019.Hakim memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan dan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.
Sesuai dengan sidang permusyawaratan majelis hakim pengadilan tinggi riau Pekanbaru pada tanggal 10 April 2019, maka hakim Pengadilan Tinggi menyepakati putusan tersebut diucapkan pada hari kamis tanggal 11 April 2019 dalam sidang terbuka untuk umum yang juga di hadiri panitera pengganti Hj. Rosviati, SH.
Terkait permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dari pemohon kasasi/penuntut umum pada KEJARI Dumai, bahwa Majelis Hakim Agung yang memeriksa perkara kasasi tersebut menyatakan bahwa A Tohar Usman lepas dari segala tuntutan hukum, karena perbuatan yang didakwakan pada terdakwa, bukan merupakan suatu tindak pidana. Demikian diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada kamis 19/09/2019 oleh Prof, Dr Surya Jaya SH, M.Hum Hakim Agung yang ditetapkan oleh ketua MA sebagai Ketua Majelis. Dan Dr H. Eddy Army SH, MH dan Dr Desnayati M, SH., MH Hakim Hakim Agung sebagai Hakim Hakim anggota. Dimana Putusan Majelis Hakim MA menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Dumai tersebut. Memperbaiki putusan Pengadila Tinggi Pekanbaru Nomor 21/PID.B/2019/PT.PBR tanggal 11 April 2019 yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Dumai Nomor 305/Pid.B/2018/PN Dum. Tanggal 25 Januari 2019 mengenai tidak terbuktinya perbuatan terdakwa. Diputuskan melepaskan terdakwa tersebut oleh karena itu dari segala tuntutan hukum (onstlag van alle rechtsvervolging). Intinya perbuatan terdakwa itu bukan suatu tindak pidana. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya. Membebankan biaya perkara pada seluruh tingkat peradilan dan pada tingkat kasasi kepada Negara. Demikian putusan Mahkamah Agung Nomor 753 K/Pid/2019. Petikan putusan Pasal 226 juncto Pasal 257 KUHAP (AMIRUDIN)****.

0 komentar:

Posting Komentar

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA