Kepala Desa Sifaoroasi Diduga Kuat Korupsi Dana Desa TA 2017, Pemkab Nias Selatan dan Kejari Nias Selatan Seolah Tutup Mata

.

Nias Selatan, NUANSA POST
Oknum mantan kepala desa bernama Sokhihaogo Zebua dan kini terpilih kembali menjadi Kepala Desa Sifaoroasi Kec.Ulususua Kab. Nias Selatan diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi penggunaan anggaran bantuan pemerintah pusat melalui program Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2017. Warga masyarakat Desa Sifaoroasi merasa kesal, karena Pemkab Nias Selatan (Bupati, Inspektorat hingga Kepala Dinas PMD Kab.Nias Selatan), bahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan seolah tutup mata tutup telinga.
            “Kami merasa heran, karena tidak ada tindakan apa apa dari pihak berwajib, termasuk Pemkab Nias Selatan. Padahal, yang melaporkan dugaan korupsi Dana Desa TA 2017 itu bukan hanya warga, tapi hasil pemeriksaan keuangan secara resmi oleh pihak Pemerintahan Kecamatan Ulususua yang ditanda tangan oleh Camat Teoli Ndruru,SH dilaporkan kepada Bupati,Inspektorat dan Kadis PMD. Laporan Pak Camat itu dikop surat resmi dan distempel” ungkap seorang warga.
            Dia memperlihatkan surat dari Camat Ulususua No.140/63/US/2018 perihal Tindak Lanjut Hasil Verifikasi Penggunaan Keuangan Desa Sifaoroasi Tahao I Tahun 2017 ditujukan kepada mantan Kepala Desa Sifaoroasi (Sokhihaogo Zebua) dilaporkan kepada Bupati Nias Selatan ditembuskan ke Inspektorat Kab.Nias Selatan, Kadis PMD Kab.Nias Selatan,Pj Kades Sifaoroasi (Tulusan Laia) dan Ketua BPD Sifaoroasi. Adapun isi surat resmi tersebut sbb: “Berdasarkan hasil verifikasi dan pembobotan penggunaan keuangan Desa Sifaoroasi Tahap I Tahun 2017 oleh pihak Kantor Camat Ulususa, PD dan PLD Kec.Ulususua. Sehubungan hal itu disampaikan bahwa 1) Jumlah anggaran untuk pelaksanaan pembangunan perkerasan jalan/onderlag sebasar Rp.395.145.306 dengan ukuran Panjang 955 meter dan lebar 3 meter; 2) Sesuai dengan Laporan Realisasi Penyerupan Dana Desa Tahap I tahun 2017, jumlah anggaran yang digunakan untuk pembangunan perkeasan jalan/onderlag sebesar Rp.339.039.000; 3) Ukuran perkerasan jalan seseuai poin (2) di atas, semestinya yang terlaksana berdasarkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya adalah Panjang 819 meter x lebar 3 meter, namun kenyatannya yang terlaksana di lapangan adalah Panjang 237 meter x lebar 3 meter; 4) Berdasarkan point  (3) di atas, maka ditemukan kekurangan pelaksanaan perkelasan jalan/onderlag sepanjang 582 meter x lebar 3 meter, dengan biaya Rp.240.810.658.
            Karena itu, Camat Ulususua Teolindruru,SH meminta kepada mantan Kepala Desa Sifaoroasi a/n Sokhihaogo Zebua untuk segera menyelesaikan kekurangan pembangunan perkerasan jalan tersebut atau segera mengembalikan keuangan desa tersebut ke rekening kas desa.
            Namun, karena tidak ada tindakan apa apa dari Pemkab Nias Selatan maupun pihak berwajib, Sokhihaogo Zebua pun melenggang maju pada Pilkades Serentak 2019 belum lama ini dan ternyata dia terpilih kembali menjadi Kepala Desa Sifaoroasi.”Kami tetap berharap kepada Bupati Nias Selatan dan atau Inspektorat maupun Kejaksaan Negeri Nias Selatan untuk tidak tutup mata-tutup telinga terhadap kasus dugaan kuat korupsi Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2017 di Desa Sifaoroasi,”pungkas warga. (TIM)***

4 komentar:

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA