Warga Rt. 08 Sukamaju Kelurahan Kampung Baru Tidak Setuju dengan Harga Yang Diterbitkan Tim Apresial dan Kini Ada Yang Kasak Kusuk

.

Dumai .NUANSA POST
Terkait  nominal harga ganti rugi tanah, bangunan maupun konpensasi yang terkena usaha warga Rt. 08 Sukamaju Kelurahan Kampung Baru tidak dapat diterima sebagian warga bahkan sepakat membuat pernyataan tidak setuju. Selain itu pada pertemuan yang dilakukan di kantor camat Bukit kapur 12 Maret lalu 10 KK anggota warga yang terkena dampak pembangunan pelebaran jalan menyatakan tidak setuju  dan berita acara tidak setuju di tanda tangani.
          Penolakan warga terhadap nominal harga ganti rugi yang diterbitkan Tim Apresial itu karena dinilai dan dicermati warga belum sesuai dengan  kondisi bangunan rumah,  tanah, maupun usaha mereka yang terkena dampak pembangunan pelebaran jalan tersebut. Kami belum dapat menerima nominal harga tersebut karena belum sesuai dengan kondisi banguna dan rumah sebut Nursemi, Mindi Sarmaulina Malau, Supartik dan  Bambang Irawan saat di konfirmasi wartawan media ini.
          Sementara dengan adanya rasa keberatan anggota warga RT. 08 Sukamaju Kelurahan Kampung baru kecamatan Bukit Kapur hal ini merupakan pertanda bahwa nominal harga ganti rugi yang diterbitkan Tim Apresial diduga tidak sesuai dengan kondisi bangunan rumah, tanah, maupun usaha warga yang terkena dampak. Informasi diperoleh dilapangan bahwa nominal harga ganti rugi tersebut “diduga kurang transparan”. Sebab bahwa berdasarkan keterangan warga ada tanahnya yang telah sertifikat tetapi setelah di analisa nominal harga ganti rugi yang akan diterima belum sesuai. Hal ini juga disampaikan Mendi Sarmaulina Malau ketika dikonfimasi wartawan Nuansapost Minggu 22 Maret 2020 Pekan lalu.
          Harapan anggota warga RT. 08 Sukamaju Kelurahan Kampung Baru yang 10 KK tidak setuju nominal harga yang diterbitkan Tim Aprisial sudah mencoba menghubungi kelurahan kampung baru dengan mangajukan surat pernyataan tidak setuju nominal harga yang diterbitkan Tim Apresial  namun tidak ada mendapat respon, “Diduga pihak kelurahan tidak mau campur tangan terkait masalah urusan uang ganti rugi sebab bisa-bisa belakang hari kalau ada masalah akan di audit BPK RI. sebab uang tersebut adalah uang negara.” Terkait sikap Kelurahan Kampung Baru terhadap masalah rumah Japiter Marbun yang retak-retak,  juga lurah kampung baru tidak mau campur tangan sebab urusan itu adalah urusan pihak Perusahaan PT. HKI ujarnya saat ditanyai Tim kerja DPC Projamin Dumai dan anggota wartawan media ini tiga pekan yang lalu.
          Terpisah, ketua RT. 08 Kelurahan Kampung Baru Sumini ketika dikonfirmasi  wartawan media ini, mendukung langkah upaya anggota warganya yang 10 KK memohon dan meminta kepada Tim Apresial untuk meninjau kembali nominal harga ganti rugi yang diterbitkan tim Apresial tersebut. Kita berharap warga agar tenang dan tertip  ujar Sumini. Sementara Pihak BPN Riau di Pekanbaru dan di Dumai belum dapat dikonfirmasi termasuk tim Apresial belum dapat di konfirmasi wartawan media ini. Tetapi setelah penolakan anggota warga yang 10 KK tidak setuju nominal harga yang diterbitkan Tim Apresial  diberitakan media, di duga ada pihak yang kasak-kusuk dan mencoba mempengaruhi warga  agar tidak keberatan dan menyetujui nominal harga tersebut. Sebab menurut informasi dilapangan salah seorang anggota warga yang rumahnya terkena dampak pelebaran jalan diJumpai Oleh Oknum tertentu diduga merayu agar setuju dengan nominal harga yang diterbitkan tim Apresial tersebut. Sampai berita ini di ekspos, siapa   oknum yang diduga kasak-kusuk tersebut masih dalam penelusuran untuk segera bisa di ketahui identitasnnya oleh LSM maupun wartawan.  . ( DS ).


0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA