Terkesan Warga Terkena Dampak Pelebaran Jalan, Diduga “Dipermainkan dan Dibodoh-Bodohi”

.

Dumai, NUANSA POST
Warga masyarakat yang berada di RT 08 Kelurahan Kampung Baru menegaskan Tidak setuju harga nominalnya yang diterbitkan tim Appritiare, KJPP. Bahkan data yang kurang sesuai dengan fakta, ada yang tidak ditulis, membuat warga bertanya-tanya. Selain itu, bangunan rumah yang permanen nilai ganti ruginya belum sesuai.
          Hal tersebut disampaikan Ramli suami Nursiti, pemilik rumah permanen yang terkena dampak pelebaran jalan. Bukan Ramli sendiri yang tidak setuju, bahwasanya  bangunan rumahnya terkena dampak pelebaran jalan juga sama halnya dengan rumah milik Mindi Sarmaulina Malau. Bangunan rumahnya permanen tetapi nilai penggantian yang tertulis didata KJPP nilai penggantian wajar, bidang perbidang tanah belum setimpal dan berdampak merugikan sekali ,kata Sarmaulina malau.
          Untuk bangunan rumah ramli yang permanen dengan ukuran panjang bangunan 15Meter lebar 13 Meter. Isi bangunan Ruko 3 Pintu dan juga bangunan dapur permanen ukuran 3 meter X 3 Meter. Selain itu juga ada sumur bor dengan kedalaman kurang lebih 18 meter dan juga ada bangunan septi tank serta bangunan doorsmer mobil berlantai cor. Menurut Ramli, terkait bangunan rumahnya ada usaha serta tanaman. Setelah dicermati, data dari KJPP yang kami terima 12 Maret 2020 saat pertemuan dikantor camat bukit kapur, bahwa nominal harga yang diberikan KJPP tim Appresial belum sesuai, ujar Ramli  saat di hubungi wartawan media ini dirumah nya RT 08 Sukamaju Kelurahan kampong baru. Selasa (21 April 2020).
          Lebih lanjut dikatakan Ramli bahwa  bangunan rumah tetangganya juga bangunan permanen tapi nominal harga yang diberikan pihak KJPP jauh lebih tinggi ketimbang harga nominal bangunan rumah dan tanah saya, terang Ramli dengan nada sedih. Sebab bangunan rumah yang saya tepati tersebut tidak lengkap dimasukan dalam data KJPP seperti bangunan dapur, septi tank dan bangunan doorsmeer serta Konpensasi usaha saya yang ada didalam rumah tegas ramli. Seraya menyebut, sebaiknya bangunan rumah saya agar didata ulang dan diukur kembali terangnya.
          Terkait nominal harga untuk bangunan rumah saya yang diterbitkan tim Appresial sebesar Rp. 740.958.922,- uang sebesar ini, kalua membangun rumah baru sama dengan bangunan rumah saya sekarang tidak cukup tentu saya merugi kata ramli memperjelas. Lanjutnya lagi, kita merasa heran dan penuh pertanyaan sebab bangunan rumah tetangga yang sama-sama terkena dampak pelebaran jalan yang hanya semi permanen tetapi nilai nominal ganti ruginya tinggisebut ramli menjawab pertanyaan wartawan media ini. Bahkan diungkapkan, ramli lagi, sementara ada rumah tetangganya juga permanen tetapi nominal harga bangunannya Rp. 1 miliyar lebih ujarnya.
          Terkait nominal harga ganti rugi bangunan rumah, tanah tanaman, dan kompensasi usaha untuk warga yang terkena dampak proyek pelebaran jalan di RT. 8 Sukamaju Kelurahan kampung Baru , Kecamatan Bukit Kapur,jelas ada 10 kk tidak setuju nominal harga yang diterbitkan tim Appriatiare tersebut. Seperti hal nya juga bangunan rumah Sri supiyatun yang juga bangunan permanen, ada usaha permanen serta teras permanen. tetapi dalam data dari KJPP tidak ada ditulis ujar waldi suami sri supiyatun ketika dikonfirmasi wartawan media ini. Sementara nursiti bangunan rumahnya semi permanen ada usaha tetapi nominal harga yang diberikan tim Appritiare jauh dari kata sesuai. Terkait yang ada usaha seperti usaha supartik, bahwa pihak tim Appritiare, KJPP memberi nominal harga konpensasi usaha belum sesuai. Saya tidak setuju nominal harga yang diberikan tim Appritiare tersebut, saya berharap nominal harga tersebut dipertimbangkan agar setimpal tegas supartik.
          Masalah ini sudah di laporkan warga masyarakat Rt 08 kelurahan kampung baru khususnya yang 10 kk yang terkena dampak pembangunan pelebaran jalan. Sebab warga merasa dipermainkan dan dibodoh-bodohi. masalah bangunan rumah, tanah dan konpensasi usaha terkena dampak pelebaran jalan tetapi nilai ganti ruginya tidak sesuai resmi kami laporkan  kepada Walikota Dumai dan Wakil wali kota Dumai Eko Suharjo. SE serta kepada camat bukit kapur tegas munir dan supartik didampingi mindi sarmaulina memperjelas kepada wartawan media ini. Lain lagi pihak lurah kampung baru kami sudah melaporkan masalah ini kata munir dan supartik tetapi kurang ditanggapi, jadi kamipun bingung sebab terkesan tidak memperhatikan masyarakatnya tegas supartik dengan nada serius.
          Setelah masalah ini kami laporkan kecamat bukit kapur sudah 1 minggu lebih tetapi belum ada reaksi ujar waldi dan supartik. Terkesan permasalahan yang menerpa warga yang 10 kk yang tidak setuju nominal harga dari Appritiare itu hingga kini belum ada tanggapan dari camat Bukit Kapur dan juga dari kelurahan Kampung Baru, tegas Munir dan Supartik serta bambang, nursiti maupun nursemi menuturkan masalah nominal harga dari tim Appritiare tersebut tidak sesuai maka kami tidak setuju terang warga masyarakat tersebut.
          Sementara menurut Mindi Sarmaulina Malau, bangunan rumahnya yang permanen Panjang kebelakang 28 meter, lebar 7,8 meter, lantai keramik, 3 kamar, 1 sepitank dan pelapon sebagian besar gypsum dan sebagian lagi triplek. namun nominal harga yang diberikan tim Appritiare Rp. 581.446.158,- tegas mindi sarmaulina malau. Sama halnya diungkapkan Munir bangunan rumahnya permanen panjang 14 meter lantai semen, 1 sumur bor serta ada usaha dan juga ada gudang barang. Sempadannya bambang bangunan permanen dan juga ada usaha tetapi tidak dituliskan didalam data, karena itu munir dan bambang merasa tidak setimpal nominal harga dari tim Appritiare tersebut dibandingkan dengan bangunan rumah dan konpensasi usahanya. Sampai berita ini diekspos tim appritiare, camat bukit kapur dan lurah kampong baru belum dapat dikonfirmasi wartawan nuansapost. Ikuti berita berikutnya!!. (DS)

0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA