Gelper Barbau Judi Kembali Marak di Wilayah Bukit Kapur Seolah Menantang Aparat Berwajib

.

Dumai, NUANSA POST
Pada bulan Maret hingga April 2020, gelanggang permainan (Gelper) yang berbau judi sudah dilarang beroperasi oleh aparat pemerintah Kecamatan Bukit Kapur. Namun ini bisnis judi yang dibungkus dengan hiburan tersebut kembali beroperasi di wilayah Kecamatan Bukit Kapur. Kondisi ini merupakan pertanda bahwa bos atau toke pemilik mesin elektronik tembak ikan-ikan (Gelper) diduga menantang aparat berwajib dan pemerintah.
            Informasi diperoleh wartawan media ini, usaha Gelper yang hamper 2 Bulan sudah tutup total tidak beroperasi diwilayah kecamatan Bukit Kapur karena ada larangan dan perintah dari Pemerintah Kota Dumai dimana Gelper merupakan tempat berkumpulnya Orang maka harus ditutup demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid- 19. Sehingga beberapa mesin elektronik Gelper yang diduga dibeking oknum-oknum tertentu tidak dibenarkan beroperasi.
            Tetapi ironisnya sekarang bisnis berbau judi itu kembali beroperasi. Dibeberapa titik dijalan lintas Soekarno Hatta Gelper dioperasikan. Terlihat mulai dari dekat taman Pahlawan, dekat Ampang-ampang dan sampai simpang Murini Gelper tersebut sepertinya tidak ada larangan karena beroperasi. Selain itu ditemukan juga ada dibeberapa titik didaerah rawa pendek, ada juga dekat Pabrik TKP hingga didekat daerah perbatasan rawa panjang. Menurut informasi dari anggota warga Bagan Besar dan Bukit nenas, Gelper tersebut kembali beroperasi seharusnya segera ditindak tegas oleh camat Bukit kapur dan Satpol PP serta Kepolisian. Lanjut warga itu keberadaan gelper tersebut hanya menguntungkan sepihak yaitu Toke dan oknum-oknum yang membeking dampak buruknya adalah terhadap nadi ekonomi masyarakat serta bisa menimbulkan keresahan yang berujung terjadinya tindakan melawan hukum sebut sumber itu yang mohon tidak ditulis namanya diberita demi keselamatan jiwa.
            Informasi terakhir diperoleh, tempat mesin Gelper sengaja di posisikan dilokasi yang berdekatan dengan rumah warga. Ada didalam kedai-kedai dan dibuat ruangan tersendiri agar tidak menyolok mata. Pantauan awak media ini Gelper berbau judi tersebut ada didalam warung-warung dan ada pula dioperasikan didalam rumah. Konon menurut informasi yang beredar dirangkum dilapangan, bisnis Gelper berbau judi tersebut dibeking Oknum tertentu sehingga berjalan mulus. Karena Gelper berbau judi diprotes Masyarakat wilayah Kecamatan Bukit Kapur berdampak buruk terhadap social masyarakat karena itu diminta kepolisian, Satpol PP, dan juga Camat bukit kapur segera bertindak tegas. Ikuti berita berikutnya (DS/RMT)


0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA