KEMMAK Desak Wali Kota Dumai Tutup Tempat" Hiburan Dan Gelper" di Kota Dumai Dimasa Pandemi Covid-19

.

Dumai,NUANSA POST.
Pada hari Senin (22/06/2020).Pasca ditetapkannya New Normal Pandemi Covid-19 di Kota Dumai ,terlihat beberapa aktifitas tempat hiburan seperti karaoke dan gelanggang permainan (gelper) kembali beroperasi di kota dumai.
Indikasi adanya proses perjudian yang terbalut dalam gelanggang permainan ini membuat resah warga atas keberadaannya. Sebab, izin bangunan tersebut hanya berupa tempat permainan anak. Namun sudah bukan menjadi rahasia publik bahwa Gelper tersebut ramai dikunjungi oleh orang tua dan anak muda guna untuk "mengundi nasib" didalam arena Gelper tersebut.
Wahyu Ari Septian, selaku salah satu Koordinator KEMMAK mengatakan, Dalam hal ini pemerintah dan pihak berwajib terkesan diam dan bungkam dengan adanya Gelper ini. Bahkan saat ini diketahui beberapa tempat hiburan, baik itu tempat karaoke maupun Gelper telah membuka kembali usahanya padahal izin teknis pasca Covid untuk dibuka kembali ini masih dipertanyakan keberadaannya. Bila benar tempat karaoke dan Gelper ini membuka usahanya tanpa ada regulasi tertulis maka dapat dikatakan saat ini tempat usaha tersebut dibuka secara ilegal atau melanggar aturan protokol yang telah ditetapkan.
Sesuai dengan surat keputusan walikota Dumai nomor 390/dinkes/2020, tanggal 30 Mei 2020 tentang sosialisasi protokol kesehatan dan surat edaran Walikota Dumai, Nomor 300/713/DPMPTSP pemilik gelanggang permainan untuk menutup tempat usahanya. Kepada satpol PP, camat dan lurah agar memantau pelaksanaan dilapangan dan bagi pelaku usaha yang tidak menghiraukan edaran ini dapat diambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Wahyu mengatakan saat kita melihat dilapangan terdapat beberapa Gelper dan tempat hiburan lainnya seperti karaoke yang sudah buka. Jelas ini sangat bertentangan dengan keadaan kota Dumai yang masih Zona kuning pasca pandemi covid-19.
Disaat kita berjuang menekan angka covid-19 dikota Dumai malah kita disuguhkan dengan pemandangan yang sangat bertentangan dengan protokol kesehatan dan jika ternyata benar Gelper dan usaha tempat hiburan ini dibuka tanpa adanya izin yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka harus diberlakukan sanksi tegas karena melawan aturan terlebih lagi dalam keadaan darurat seperti ini.
Kita lihat saja secara bersama, imbas dibukanya tempat hiburan ini disini akan jelas, bahwa sosialisasi protokol kesehatan yang di tetapkan oleh pemko Dumai tidak akan dapat terlaksana secara baik teknisnya oleh pelaku usaha tsb, dikarenakan bias dari kegiatan tempat hiburan ini berpotensi mengundang serta mengumpulkan orang banyak, bahkan bisa membludak.
Khususnya, untuk gelanggang permainan yang beroperasi Jika terus beraktivitas di Dumai akan sangat merusak generasi dan sangat bertentangan dengan adab di kota ini. Kita mengharapkan kepada pihak berwajib agar menindak tegas keberadaan gelanggang permainan ini karena sangat meresahkan. Tentunya kami tidak akan diam melihat kejadian ini dan akan mengambil langkah yang semestinya dilakukan oleh mahasiswa dan kaum muda untuk merawat kota Dumai dari perjudian. Tutur Wahyu.(RLS/TIM)


0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA