Polsek Buteng Tangani Dua Kasus Serupa, Satunya Berhasil Tangkap DPO Penganiaya Babinkamtibmas

.

 

Morowali NUANSA POST

Jajaran Polsek Bungku Tengah (Buteng) Kab.Morowali saat ini sedang menangani dua kasus serupa yakni kasus penganiayaan dengan pengeroyokan.

Salah satu diantaranya kasus penganiayaan dengan pengeroyokan terhadap Babinkamtibmas Desa Lahuafu, dimana pelaku sempat buron hingga masuk Dalam Pencarian Orang (DPO) selama delapan bulan, dan pada akhirnya pelaku berhasil di tangkap Polsek Buteng.

Dalam jumpa Pers Kapolsek Buteng AKP. A Rapar menjelaskan, kasus penganiayaan dengan pengeroyakan menimpa salah seorang anggotanya yang merupakan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Lahuafu, dimana peristiwa terjadi pada 16 Desember 2019.

Saat itu, satu orang dari tiga pelaku berhasil ditangkap dan sudah menjalani proses hukum, sementara dua pelaku lainnya lolos melarikan diri.

Karena dinilai tidak kooperatif, maka para pelaku di tetapkan menjadi DPO dan kini satu pelaku berhasil ditangkap inisial W (20), setelah DPO selama Delapan bulan."Pelaku inisial W (20) seorang warga asal Desa Lahuafu sudah berhasil kami tangkap dan di jerat pasal 170 ancaman hukuman penjara 5 tahun 6 bulan," Terangnya saat menggelar press release, Senin (05/08/2020).

Kasus selanjutnya dijelaskan, bahwa Polsek Buteng telah menangkap tiga orang dari empat pelaku penganiayaan dengan pengeroyokan terhadap salah seorang Warga Ululere bernama Afandi (32).

Akibat dari tindakan para pelaku menyebabkan Korban harus menjalani perawan di RS.Morowali yang kini sudah alami pemulihan.

Adapun para pelaku inisial F (20), I alias B (23) dan A (19), Sementara W melarikan diri yang semuanya sama-sama warga asal Ululere.

Tindakan cepat dilakukan dengan menangkap para pelaku di Desa Ululere Kec.Bungku Timur untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan seperti penyerangan balik dari pihak korban maupun keluarga korban."Kemarin (04/08/2020), kami sudah menangkap para pelaku agar terhindar dari hal-hal yang kita tidak inginkan," Jelas Perwira tiga balak dipundaknya itu.

Dalam kasus ini ketiga pelaku dijerat pasal 170 ancaman hukuman diatas lima tahun, sementara untuk satu pelaku lainnya masih diharapkan agar kooperatif, bila tak kooperatif sesuai waktu yang ditentukan maka pelaku akan ditetapkan menjadi DPO."Kita berharap pelaku kooperatif, jika tidak maka kita akan tetapkan sebagai DPO," Tegas Rapar.

Diakhir penyampain, Rapar menghimbau agar setiap warga untuk saling menjaga diri, jadikan diri sebagai polisi untuk diri sendiri."Jadilah Polisi untuk diri sendiri sehingga tercipta Kamtibmas yang kondusif," harapnya.(PATAR JS)***

 

0 komentar:

Posting Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA